Warga berkumpul di depan lokasi penembakan di Buffalo, New York, Sabtu (14/5/2022). | AP Photo/Joshua Bessex

Kisah Mancanegara

18 May 2022, 03:45 WIB

The Great Replacement Kaitkan Buffalo dan Christchurch

Pakar mengatakan semakin banyak anak muda kulit putih yang terinspirasi penembakan massal bermotif rasial.

OLEH LINTAR SATRIA

Penyidik penembakan massal di Buffalo, New York, Amerika Serikat (AS) menelusuri manifesto 180 halaman yang diyakini ditulis pelaku penembakan, Payton Gendron (18 tahun). Dalam penembakan pada Sabtu (14/5), sembilan dari 10 orang yang tewas di tangan Gendron adalah warga kulit hitam.

Laporan terbaru menyebutkan, Gendron telah berbulan-bulan merencanakannya. Ia memilih Buffalo karena di sana banyak warga kulit hitam.

Dokumen Gendron menekankan teori konspirasi The Great Replacement yang populer di antara pendukung supremasi kulit putih di AS dan belahan dunia lainnya. Teori tersebut yakin, ada kelompok progresif yang berusaha mengganti populasi kulit putih dengan masyarakat berwarna. Mereka menyebutnya sebagai "genosida kulit putih".

Dalam unggahannya di media sosial, Gendron mengatakan, orang kulit putih di AS digantikan minoritas. Pemikiran ini berakar dari nasionalisme Prancis pada awal abad 20.

photo
Payton Gendron menghadiri persidangan di Buffalo City Court, New York, Sabtu (14/5/2022). Gendron was didakwa membunuh sepuluh orang dilatari kebencian rasial. - (Mark Mulville/The Buffalo News via AP)

Teori konspirasi The Great Replacement genosida kulit putih merupakan pilar ideologi Nazi Jerman. Nazi diyakini membunuh enam juta orang Yahudi selama Perang Dunia II. 

Organisasi hak sipil ADL (Anti-Defamation League) menjelaskan, teori konspirasi ini dipopulerkan kembali oleh Renaud Camus yang percaya imigran dari Afrika dan Timur Tengah akhirnya akan menyingkirkan orang kulit putih di Eropa. Banyak orang kulit putih AS dan di luar negeri yang yakin orang Yahudi aktif mendorong imigrasi masyarakat berwarna.

Pihak berwenang AS menetapkan penembakan di Buffalo bermotif kebencian rasial. Ini pembantaian terbaru dari serangkaian penembakan massal bermotif serupa sebelumnya. Seperti penembakan massal di Walmart di El Paso, Texas, pada 2018 yang bermotif kebencian terhadap masyarakat Hispanik.

Penembakan serupa juga terjadi satu tahun sebelumnya di sinagog di Pittsburgh. Pelaku berteriak "semua Yahudi harus mati" sebelum melepaskan tembakan ke arah jemaat.

Penembakan di Buffalo terhubung dengan serangan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 51 orang pada 2019. Seperti di Christchurch, penembakan di Buffalo juga disiarkan langsung di internet.

Awalnya, teori konspirasi tersebar di forum internet yang tidak populer. Teori ini kemudian masuk ke arah media arus utama terutama di media konservatif AS seperti televisi Fox. Tahun lalu pembawa acara Tucker Carlson mengatakan, Partai Demokrat mencoba mengganti proses pemilihan di AS. "Dengan orang-orang baru, pemilih yang lebih patuh dari Dunia Ketiga," katanya.

Politisi Partai Republik Matt Gaetz mengamini pernyataan rasialis Carlson tersebut.

Pengacara hak sipil Amerika Serikat Ben Crump mengatakan penembakan yang menewaskan 10 orang di Buffalo merupakan aksi terorisme domestik. Sebelas dari 13 orang yang ditembak pemuda kulit putih Payton Gendron merupakan warga kulit hitam. Sepuluh di antaranya meninggal dunia.

"Kami tidak bisa mempermanisnya, kami tidak bisa mencoba untuk menjelaskan dengan berbicara tentang kesehatan mental, tidak, ini aksi terorisme domestik yang dilakukan supremasi kulit putih muda," kata Crump dalam konferensi pers, Senin (16/5) waktu setempat.  

photo
Polisi melintas di depan lokasi penembakan di Buffalo, New York, Sabtu (14/5/2022). - (AP Photo/Joshua Bessex)

Crump dikelilingi keluarga Ruth Whitfield yang sedang berduka. Whitfield yang berusia 86 tahun salah satu dari banyak korban tewas. Korban lainnya adalah apoteker, pemimpin gereja, seorang pemuda yang sedang mendorong troli, dan dari berbagai profesi lainnya.

Pihak berwenang mengatakan, bila pelaku tidak dihentikan, ia berencana melanjutkan pembantaian. Kemungkinan mengincar toko yang lebih besar dari Tops Friendly Market. Lokasi kejadian terletak di permukiman masyarakat Afrika-Amerika.

Komisioner Kepolisian Buffalo Joseph Gramaglia mengatakan, polisi sempat menahan Gendron pada Juni tahun lalu setelah ia mengancam akan melakukan penembakan massal di sekolahnya. Ia menjalani evaluasi kesehatan mental dan dibebaskan setelah satu setengah hari.

Pihak berwenang mengatakan, Gendron menggunakan rompi antipelur dan senapan semiotomatis dalam serangan Sabtu (15/4) lalu. Polisi menemukan senapan lain dan shotgun di mobilnya. Penembakan itu disiarkan langsung di Twitch milik Amazon.com. Perusahaan itu mengaku sudah menghapus siaran tersebut.

 
Pakar mengatakan semakin banyak anak muda kulit putih yang terinspirasi dalam penembakan massal bermotif rasial sebelumnya.
 
 

Polisi mengonfirmasi sedang menyelidiki unggahan-unggahan Gendron di internet. Termasuk manifesto setebal 180 halaman yang menunjukkan ia meyakini "Teori Penggantian Besar" sebuah teori konspirasi tentang demografi kulit putih sengaja diganti dengan populasi kulit berwarna.  

Pakar mengatakan, semakin banyak anak muda kulit putih yang terinspirasi dalam penembakan massal bermotif rasial sebelumnya. Seperti serangan ke gereja masyarakat Afrika-Amerika di South Carolina pada 2015, penembakan di sinagog Pittsburgh pada 2018, dan serangan ke Walmart di el Paso pada 2019.

Sebanyak 11 dari 13 orang yang Gendron tembak merupakan warga kulit hitam. Ia sengaja melepaskan tembakan senapan semiotomatis di permukiman mayoritas Afrika-Amerika. Sepuluh korban tewas merupakan orang kulit hitam yang terdiri dari sembilan konsumen dan seorang pensiunan polisi yang bekerja sebagai petugas keamanan toko.

Sumber : Reuters


Sri Lanka Kehabisan Bahan Bakar

Sri Lanka mengalami krisis terberat sejak kemerdekaannya pada 1948.

SELENGKAPNYA

Selandia Baru Bantu Warga Ganti Mobil Ramah Lingkungan

Penggantian mobil ramah lingkungan ini bagian dari rencana menyeluruh mengurangi emisi gas rumah kaca.

SELENGKAPNYA
×