Warga Sri Lanka mengantre untuk membeli bensin dan minyak goreng di SPBU di Kolombo, Sri Lanka, Rabu (11/5/2022). | AP Photo/Eranga Jayawardena

Internasional

18 May 2022, 03:45 WIB

Sri Lanka Kehabisan Bahan Bakar

Sri Lanka mengalami krisis terberat sejak kemerdekaannya pada 1948.

KOLOMBO -- Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe pada Senin (16/5) mengatakan, pasokan bahan bakar di negara itu telah habis. Selain itu, Sri Lanka juga menghadapi kekurangan obat-obatan esensial. 

"Saat ini, kami hanya memiliki stok bensin untuk satu hari. Beberapa bulan ke depan akan menjadi yang paling sulit dalam hidup kami. Kami harus mempersiapkan diri untuk membuat beberapa pengorbanan dan menghadapi tantangan periode ini," ujar perdana menteri yang baru dilantik 12 Mei ini.

Menurut Wickremesinghe, dua pengiriman bensin dan dua pengiriman solar yang menggunakan jalur kredit India dapat menutup kebutuhan dalam beberapa hari ke depan. Sedangkan pemadaman listrik dapat berlangsung hingga 15 jam per hari, karena kelangkaan bahan bakar.

Wickremesinghe, mengatakan, Sri Lanka sangat membutuhkan dana sebesar 75 juta dolar AS dalam bentuk valuta asing. Dana itu untuk membayar impor barang penting.

photo
Warga Sri Lanka mengantre untuk membeli bensin dan minyak goreng di SPBU di Kolombo, Sri Lanka, Rabu (11/5/2022). - (AP Photo/Eranga Jayawardena)

Ia mengatakan akan mengajukan pinjaman asing. Usulnya yang lain adalah dengan privatisasi SriLankan Airlines dan meminta parlemen untuk meningkatkan Treasury bill dari 3 triliun rupee menjadi 4 triliun rupee.

"Untuk jangka waktu pendek, kehidupan kita bahkan akan lebih berat dibanding masa-masa sulit yang telah lewat," kata Wickremesinghe.

Di Kolombo, antrean panjang becak motor terjadi di pom bensin. Mereka sudah lama menunggu untuk mendapatkan  bahan bakar, tapi sia-sia. 

"Saya sudah mengantre lebih dari enam jam. Kami menghabiskan hampir enam sampai tujuh jam di antrean hanya untuk mendapatkan bensin," ujar salah satu pengemudi, Mohammad Ali. 

Pengemudi lain, Mohammad Naushad telah mengantre sejak pukul 07.00 pagi namun tak kunjung mendapatkan bensin. Dia mengatakan pom bensin telah kehabisan bahan bakar.

photo
Prajurit militer Sri Lanka berpatroli du Kolombo, Srilanka, Rabu (11/5/2022). Militer Sri Lanka menerapkan tembak di tempat bagi warga yang melakukan perusakan dan kericuhan. - (AP Photo/Eranga Jayawardena))

"Kami sudah di sini sejak jam 07.00 dan 08.00 dan masih belum jelas apakah pom akan memiliki bahan bakar atau tidak," kata Naushad.

"Kapan itu datang, tidak ada yang tahu. Apakah ada gunanya kami menunggu di sini, kami juga tidak tahu," ujar Naushad menambahkan.

Sri Lanka mengalami krisis akibat pandemi Covid-19, kenaikan harga minyak dan pemotongan pajak populis oleh Presiden Gotabaya Rajapaksa. Sri Lanka berada di tengah krisis yang tak tertandingi sejak kemerdekaannya pada 1948.

Kekurangan devisa yang kronis telah menyebabkan inflasi merajalela. Sri Lanka kekurangan obat-obatan, bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya.

Kondisi ini menyebabkan ribuan orang turun ke jalan menggelar protes. Pengiriman diesel menggunakan jalur kredit India tiba di Sri Lanka pada Ahad (15/5), tetapi belum didistribusikan ke seluruh wilayah.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak mengantri atau mengisi ulang dalam tiga hari ke depan sampai 1.190 pengiriman SPBU selesai," kata Menteri Tenaga Kerja Kanchana Wijesekera.

Terjegal di parlemen

Pada Selasa (17/5), parlemen Sri Lanka bersidang untuk pertama kalinya sejak kekerasan meletup pekan lalu. Kekerasan itu membuat salah satu anggota dinasti Rakapaksa, yaitu Mahinda Rajapaksa, mundur dari kursi PM. Ia kemudian digantikan Wickremesinghe pada 12 Mei lalu.

Partai berkuasa yaitu United National Party (UNP) mematahkan upaya parlemen untuk membuka debat tentang kepemimpinan Gotabaya. Jika dilakukan, debat parlemen dapat meloloskan censure atau kritik resmi kepada Gotabaya.

Censure tidak akan membuat Gotabaya mundur. Namun, penolakannya untuk mundur selama ini telah membuat Sri Lanka mendidih.

MA Sumanthiran, anggota legislatif dari partai oposisi Tamil National Alliance, mengusulkan parlemen melakukan mosi bypass atau prosedur potong kompas agar dapat menjatuhkan censure segera. Mosi ini gagal dengan suara 119 menolak dan 68 setuju.

Sri Lanka dipimpin dinasti Rajapaksa. Sejak mundurnya anggota dinasti dari kursi PM dan kabinet, maka kini tinggal Gotabay yang berkuasa.

Sumber : Reuters/Associated Press


Gereja Kutuk Arogansi Polisi Israel 

Rekaman kamera menunjukkan pasukan Israel menyerbu gedung tempat jenazah Abu Akleh disemayamkan.

SELENGKAPNYA

Wakaf dan Inflasi Energi

Peran wakaf sebagai instrumen keuangan berbasis ekuitas untuk mengurangi beban pembiyaan.

SELENGKAPNYA

The Great Replacement Kaitkan Buffalo dan Christchurch

Pakar mengatakan semakin banyak anak muda kulit putih yang terinspirasi penembakan massal bermotif rasial.

SELENGKAPNYA
×