Sejumlah tenaga kesehatan saat beraktivitas di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (7/3/2022). | Republika/Putra M. Akbar

Nasional

17 May 2022, 03:45 WIB

Tren Penurunan Kasus Covid-19 Berlanjut

Situasi akan terkendali bila kasus Covid-19 sudah melandai, kematian sudah ditekan.

JAKARTA -- Kasus Covid-19 masih dalam tren yang rendah. Data Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 menunjukan penambahan kasus pada Senin (16/5) sebanyak 182 orang. Ini lebih rendah dari hari sebelumnya, 257 orang.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban berharap tren penurunan kasus terus berlanjut. Perihal kekhawatiran meningkatnya kasus pasca libur Lebaran, menurut Zubairi tidak akan terlalu signifikan.

"Semoga berkelanjutan dan makin baik, positivity rate pekanan Jakarta 1,3 persen dan Indonesia 1,6 persen," kata Zubairi dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/5).

Menurut dia, dampak mudik terhadap kasus Covid-19 akan dilihat pada pekan depan. Saya optimistis tidak akan signifikan, asal tetap prokes," kata Zubairi.

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman menilai Indonesia sudah masuk fase transisi pandemi Covid-19. Menurut Dicky, sudah saatnya Indonesia menyiapkan fase recovery atau pemulihan. "Dan tahapan sebelum ke arah akhir dari pandemi ini membutuhkan fase transisi. Indonesia sudah masuk fase itu," kata Dicky saat dikonfirmasi, Senin (16/5).

Dicky menjelaskan, fase deselerasi telah dilalui Indonesia ditandai dengan tren penurunan kasus yang disertai perbaikan imunitas dari vaksinasi dan respon lainnya. Meski begitu, ancaman pandemi belum berhenti dengan kehadiran sub varian di bawah omikron, di antaranya BA.4, BA.5 bahkan BA.12 yang telah mendominasi di beberapa kawasan, dan juga berpotensi masuk ke Indonesia.

"Sehingga, respon yang harus dilakukan tetap tidak boleh berubah, meskipun kekuatannya ataupun intensitas bisa menurun di beberapa wilayah yang sudah membaik kondisinya," tegas Dicky.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, situasi akan terkendali bila kasus Covid-19 sudah melandai, kematian sudah ditekan, positivity rate sudah rendah dan reproductive number sudah di bawah satu dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, status endemi pun dapat dicapai ketika angka-angka tersebut bisa tetap landai dalam beberapa bulan dan tidak ada varian baru.

Namun, status endemi secara global sebenarnya belum bisa dipastikan kapan akan terjadi. "Skenario ini tergantung apa yang akan terjadi di waktu mendatang," kata dia. Saat ini, tambah Tjandra, strategi yang bisa dilakukan agar status endemi segera tercapai adalah public health and social measure, test, trace and treat (3T), dan vaksinasi.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, jumlah kasus aktif pada Senin (16/5) menurun 87 orang menjadi 4.697 kasus. Untuk kasus sembuh juga bertambah sebanyak 263 orang yang menyumbang ke total kesembuhan menjadi 5.889.797. Sementara kasus kematian bertambah enam orang. Ini membuat total warga meninggal akibat terinfeksi dari awal pandemi menjadi 156.464 orang. 


Menghapus Kemiskinan Ekstrem

Pandemi telah melonjakkan permasalahan kemiskinan, jenis, dan dimensinya.

SELENGKAPNYA

Abu Ubaidah Sang Penolak Jabatan Khalifah

Rasulullah memberi Abu Ubaidah bin Jarrah gelar “orang kuat yang terpercaya”.

SELENGKAPNYA

Pilih Kartu Kredit atau Pay Later?

Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.

SELENGKAPNYA
×