Muslim women participate in a march against banning Muslim girls wearing hijab from attending classes at some schools in the southern Indian state of Karnataka, in New Delhi, India, Wednesday, Feb. 9, 2022. High school staff and authorities allege the gir | AP Photo/Manish Swarup

Khazanah

17 May 2022, 06:49 WIB

Berhijab, Bagaimana dengan Foto Terdahulu?

Hijab merupakan kemuliaan wanita.

OLEH RATNA AJENG TEJOMUKTI

Seorang wanita baligh memiliki kewajiban menutup aurat dan menjulurkan hijabnya hingga dada. Namun, bagaimana jika sebelum memakai hijab, foto-foto wanita tersebut telah tersebar di dunia maya dan dilihat banyak orang?

Terkait hal ini, ulama sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah Dr KH Masyhuril Khamis mengatakan, setiap manusia masih selalu diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum ajal menjemput. Dalam hal ini, pertobatan nasuha akan menghapus seluruh dosa kita yang telah lalu.

"Bahkan, dalam sebuah hadis dikatakan bahwa seseorang yang mau bertaubat kepada Allah pasti akan diterima dan Allah tidak peduli sebesar apa pun dosa-dosa kita," ujar Kiai Masyhuril kepada Republika, Senin (16/5).

Dalam sebuah hadis, Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula” (HR Tirmidzi No. 3540).

Ulama mengatakan, syarat taubat ada tiga. Pertama, Kiai Masyhuril menerangkan, yakni berhenti dari maksiat tersebut. Kedua, menyesali kesalahan tersebut. Ketiga, berkomitmen tidak akan mengulanginya. Jika ketiga syarat itu terpenuhi, taubatnya sah disebut taubat nasuha. Namun, jika salah satu dari tiga syarat itu tidak terpenuhi, pertobatan itu tidak akan menghapus dosa-dosa yang lalu.

Selanjutnya, jika dosa yang ia lakukan ada hubungannya dengan orang lain, ada satu tambahan, yaitu memperbaiki masalah yang timbul karena dosa kita. Jika dosanya mengambil harta, kembalikan. Jika dosanya adalah ghibah, maka memohon maaf dan jika dosanya adalah menyebarkan foto yang terbuka auratnya, hapuslah dan perbaiki semampunya.

"Namun, jika syarat nomor empat ini tidak bisa dilakukan secara sempurna, karena keterbatasan kemampuan setelah berusaha semampu kita, insya Allah, Allah telah melihat usaha kita dan semoga diterima pertaubatan kita. Sebagaimana Allah memerintahkan kita untuk bertakwa semampu kita," ujar Kiai Masyhuril.

Ia menekankan, pertaubatan serta perbaikan atas kesalahan yang telah lalu memang menjadi syarat diterimanya taubat. Namun, semua itu dibebankan kepada kita hanya sebatas kemampuan kita. Allah tidak akan menghisab kita di luar kemampuan.

Jadi, kesimpulannya, kata Kiai Masyhuril, semua perbuatan kita pada masa lalu yang kita sadari kurang baik tentunya kita bertaubat, termasuk mengunggah foto-foto tanpa hijab di media sosial. Karena itu, diupayakan untuk menghapusnya semampu kita.

"Kesungguhan untuk bertaubat menjadi catatan baik untuk mendapatkan ampunan-Nya. Insya Allah pintu taubat tetap dibuka sebelum ajal tiba. Namun, perlu diingat, ajal kita tidak menunggu taubat kita," ujar dia.

Ulama asal Kanada, Syekh Ahmad Kutty, juga menjelaskan bahwa berdasarkan surah al-Baqarah ayat 286, Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya

"Selain itu, kita tidak bertanggung jawab atas dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu, setelah kita bertaubat dan mengubah hidup kita menjadi lebih baik," ujar dia melalui laman aboutislam.net


Calhaj Diminta Segera Lengkapi Vaksin

Sebanyak 44.919 calhaj berisiko tinggi pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

SELENGKAPNYA

Teknologi Kanker Antar Pandu Masuk Forbes 30

Panakeia mengembangkan pendekatan pertama yang bisa mendeteksi profil biomarker kanker tanpa harus melakukan tes dengan bantuan teknologi AI.

SELENGKAPNYA

Regulasi Hak Penerbit Masuk Setneg

Aturan ini nantinya akan mengatur konvergensi industri media dan lapangan usaha.

SELENGKAPNYA
×