Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Dirut PT MRT Jakarta William P Sabandar bertemu Menteri Perdagangan Internasional Inggris Rt Hon Anne-Marie Trevelyan MP di London, Jumat (13/5/2022). | @aniesbaswedan

Jakarta

17 May 2022, 06:31 WIB

Gubernur Jakarta Cari Investor MRT di London

Pembangunan Jakarta pada masa depan berbasis transportasi publik dan berorientasi transit.

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjajakan peluang investasi proyek MRT East-West Line, yakni fase 3 koridor timur-barat dan fase 4 Fatmawati-TMII kepada delapan perusahaan swasta asal Inggris.

Penjajakan itu merupakan salah satu agenda Anies saat melakukan kunjungan kerja ke tiga kota negara Eropa, yaitu London (Inggris), Berlin (Jerman), dan Paris (Prancis) sebelum mengakhiri masa jabatannya pada Oktober 2022 mendatang.

Anies memaparkan rencana pembangunan Jakarta dalam round table discussion "Building Sustainable MRTJ East West Corridor" difasilitasi Departemen Perdagangan Internasional Inggris yang digelar di London pada Jumat kemarin (13/5). Diskusi tersebut dibuka oleh Anies Baswedan diikuti pemaparan potensi kerja sama untuk fase 3 dan fase 4 MRT oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar.

Dalam pembukaannya, Anies menyampaikan rencana masa depan pembangunan Jakarta yang berbasis transportasi publik dan berorientasi transit.

"Persoalan utama selama bertahun-tahun di Jakarta ialah pembangunannya selalu berorientasi pada mobil (car oriented development). Saat ini dan ke depannya, kami akan mengubah paradigma tersebut menjadi transit oriented development," kata Anies.

 
Saat ini dan ke depannya, kami akan mengubah paradigma tersebut menjadi transit oriented development.
 
 

Dengan itu, kata Anies, pihaknya juga merestrukturisasi ulang transportasi publik di Jakarta, peraturan zona pembangunan, serta tata kota untuk merefleksikan pendekatan berbasis kawasan berorientasi transit. "Semua itu telah kami lakukan empat tahun terakhir. Kami ingin membangun sistem transportasi publik yang dapat mencakup seluruh area di Jakarta yang terintegrasi satu sama lain serta terjangkau," ujarnya.

Selepas pembukaan dari Gubernur DKI Jakarta dan paparan dari direktur utama MRT Jakarta, secara bergiliran delapan perwakilan perusahaan Inggris memaparkan kapasitas dan dukungan yang dapat berikan untuk akselerasi pembangunan MRT Jakarta fase 3 dan 4. Pertemuan itu merupakan komitmen tindak lanjut atas kunjungan Menteri Perdagangan Internasional Inggris Rt Hon Anne-Marie Trevelyan MP pada Februari 2022 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Trevelyan berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara Pemprov DKI Jakarta dan pelaku industri perkeretaapian di Kerajaan Inggris untuk mengeksplorasi perusahaan Inggris agar berkontribusi dalam perkembangan industri perkeretaapian di Kota Jakarta.

"Tidak kurang dari delapan perusahaan sektor perkeretaapian Inggris telah mendengarkan langsung rencana pengembangan MRT Jakarta, khususnya fase 3 koridor timur-barat dan fase 4 koridor Fatmawati-TMII," ujar William.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by MRT Jakarta (mrtjkt)

Mobil listrik

Selain MRT, agenda Anies di London juga mengupayakan kerja sama pengoperasian kendaraan umum bertenaga listrik secara menyeluruh pada 2030. Pembahasan mobil listrik itu dilakukan Anies saat menemui CEO of Bloomberg New Energy Finance (Bloomberg NEF) John Moore di Bloomberg European Headquarters, London.

Anies juga menyampaikan target Kota Jakarta mencapai net zero emissions pada 2050, khususnya melalui kebijakan mobilitas berkelanjutan atau sustainable mobility. "Kebijakan sustainable tersebut melalui pengembangan pedestrian, jalur sepeda, integrasi transportasi publik multimoda, target elektrifikasi 50 persen armada Transjakarta pada 2025, dan elektrifikasi seluruh armada Transjakarta pada 2030, dan kebijakan terkait lainnya," ujar Anies dalam keterangannya yang diterima Republika di Jakarta, Senin (16/5).

Anies menilai, Bloomberg NEF sebagai penyedia penelitian strategis dapat membantu mengarahkan investasi dan menghasilkan ide-ide yang dapat membantu mempercepat transisi tersebut di Jakarta, termasuk Indonesia pada umumnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bloomberg New Energy Finance (BNEF). Penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Anies ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) M Yana Aditya dengan Global Head of Client Relations at Bloomberg NEF Benji Kafri dan disaksikan CEO Bloomberg Finance John Moore dan Head of Social Science Division Transport Studies Unit (TSU) Oxford Professor Timothy J Power secara terpisah.

“Kerja sama dengan BNEF dilakukan untuk mengelola data dan riset dalam mendukung adaptasi transisi energi dalam bentuk bus listrik,” kata Yana.

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan diwawancara Pemred Bloomberg New Energy Finance Ben Vickers. - (@aniesbaswedan)

Menurut Yana, kerja sama tersebut juga akan menjadi salah satu upaya untuk mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon dan target capaian net zero emission yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Salah satunya melalui elektrifikasi bus Transjakarta.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap kunjungan Anies ke Eropa berdasarkan undangan dari pemangku kepentingan di Eropa. Anies ke Eropa selama delapan hari dan berangkat sejak Selasa (10/5). Ada tiga agenda yang dilakukan Anies selama di tiga kota Eropa. Selain membahas kerja sama soal MRT, Anies juga menghadiri kegiatan terkait transportasi dan kegiatan terkait sister city dan smart city.

Langkah Anies menjaring investor MRT jelang akhir pemerintahannya dikritik anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak. Menurut dia, pada sisa masa jabatan yang kurang dari enam bulan, Anies dilarang membuat keputusan strategis.

“Tentu tidak boleh secara UU membuat keputusan strategis di akhir jabatan. Jadi, mencanangkan program tersebut yang sampai 2050 terdengar seperti tong kosong. Apa yang disampaikan Anies berbeda dengan realitas di lapangan,” kata Gilbert saat dihubungi, Senin (16/5).

Dia menambahkan, kunjungan Anies ke markas Bloomberg di Inggris dan lainnya untuk membuat rencana jangka panjang sangat aneh. Pasalnya, rapat internal dengan DPRD kerap ditinggalkan Anies, padahal langkah itu dinilai Gilbert sebagai penyampaian pertanggungjawaban.

“Bukannya menuntaskan masalah di DKI, apalagi ada wabah hepatitis akut. Anies paling suka lepas tangan,” ujarnya.

Penjajakan Anies ke Inggris dan negara Eropa lain untuk kerja sama MRT dinilai Gilbert juga aneh. Hal ini karena kerja sama MRT dan Jakarta selama ini dilakukan dengan Jepang.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Anies Rasyid Baswedan (aniesbaswedan)


Penentuan Scudetto, antara AC Milan dan Inter Milan

AC Milan memuncaki klasemen dengan perolehan angka 83 dari 27 laga yang telah dimainkan

SELENGKAPNYA

Calon Penjabat Gubernur DKI Jakarta Harus Mumpuni

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mencari sosok yang betul-betul mengerti persoalan di DKI Jakarta

SELENGKAPNYA

Tren Penurunan Kasus Covid-19 Berlanjut

Situasi akan terkendali bila kasus Covid-19 sudah melandai, kematian sudah ditekan.

SELENGKAPNYA
×