Pengurus Madrasah Tsanawiyah Annajah memaparkan materi pengenalan sekolah secara virtual pada hari pertama sekolah di MTs Annajah, Jakarta, Senin (13/3/2022). | Republika/Thoudy Badai

Opini

13 May 2022, 03:45 WIB

Transformasi Digital Madrasah

Transformasi digital madrasah dengan mengintegrasikan cyber pedagogy dan cyber technology.

MOH ISOM; Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah, Kementerian Agama

Momen kebangkitan nasional dalam makna terluasnya adalah ajakan menyatukan barisan untuk bangkit dari problem kebangsaan. Pada kondisi terkini, pandemi Covid-19 banyak berefek negatif, di antaranya pemisahan sosial (distraksi) akibat penerapan protokol kesehatan.  

Dalam konteks pendidikan di madrasah, pengaruh distraksi sosial pandemi Covid-19 merentang dalam berbagai problem daya jangkau, akses, dan akseptabilitas pembelajaran. Namun, berbagai upaya terobosan tetap dijalankan.

Dua tahun pandemi, perkembangan teknologi  dan refleksi perlunya menyempitkan kesenjangan akses pembelajaran madrasah membangkitkan kesadaran, untuk mempercepat transformasi digital madrasah dan ekosistem pendukungnya. 

Pada dasarnya, layanan pendidikan di madrasah dikembangkan dengan dukungan produk digital. Format itu adalah digitisasi (peralihan dan pengurangan ketergantungan pola kertas dan manual ke digital).

 
Dalam konteks pendidikan di madrasah, pengaruh distraksi sosial pandemi Covid-19 merentang dalam berbagai problem daya jangkau, akses, dan akseptabilitas pembelajaran.
 
 

Lalu, digitalisasi, yakni penggunaan teknologi untuk mengubah model layanan dan perspektif baru, serta transformasi digital (pemakaian sarana digital untuk implementasi strategi digitalisasi, dalam mendukung sasaran dan pelaku utama pendidikan di madrasah).     

Sementara itu, upaya mewujudkan ekosistem digital dan layanan pembelajaran ditempuh dengan fokus lebih spesifik, setidaknya dalam dua tahun terakhir.

Peningkatan mutu pendidikan madrasah, menyertakan langsung 50 ribu madrasah dan 300 ribu guru, tenaga pendidikan, dan manajemen di tingkat pusat dan daerah (hingga 2024) dalam pelatihan digital dan dukungan terkait.

Meski begitu, dukungan ini belum mampu menjangkau seluruh 83.548 madrasah pada berbagai jenjang. Dukungan bagi madrasah penting karena sebarannya luas.

Menurut Statistik Pendidikan Islam Kementerian Agama 2020/2021 semester genap, terbanyak raudlatul athfal (RA), yakni 30.148 unit atau setara 36,08 persen, madrasah ibtidaiyah (MI) 25.840 (30,92 persen), madrasah tsanawiyah (MTs) 18.380 (21,99 persen), dan madrasah aliyah (MA) sebanyak 9.150 (11,01 persen).

Pijakan transformatif

Transformasi digital di madrasah bertumpu pada tiga pijakan. Pertama, menghindari kegiatan bersifat material belaka. Semangat dan implementasi tranformasi digital tak boleh dipahami pengadaan sarana digital semata dan meminggirkan nilai esensial.

 
Transformasi digital di madrasah bertumpu pada tiga pijakan. Pertama, menghindari kegiatan bersifat material belaka.
 
 

Nilai terpentingnya, membangun budaya digital dan kapasitas pendukung yang relevan.  Tranformasi digital madrasah pertama sekali adalah mengenai SDM (kepala madrasah, guru, dan siswa) bukan pada material (barang adaan).   

Kedua, keyakinan mandiri sebagai bagian dari pihak yang aktif menjadi solusi, bukan hanya menjadi entitas pasif dalam dampak dan dinamika perkembangan. Laju madrasah, mengedepankan mutu dan daya jangkau layanan tanpa kehilangan jati diri kependidikan Islamnya.  

Ini keniscayaan karena transformasi digital merujuk dua prasyarat (Nivlouei, 2014), yaitu terbangunnya pola pikir yang mengedepankan  inisiatif digital dan  kemampuan mengelola perubahan dalam ranah kepemimpinan, identitas asli, budaya kerja, dan pengelolaan organisasi secara umum. 

Dalam semangat senada, dua prasyarat itu dikenal sebagai kematangan sikap dalam ranah digital (Rachinger et. al, 2019). Kematangan atau kedewasaan, prasyarat membangun kemandirian (Steinberg, 2002) sebagai pihak yang memberikan solusi dalam transformasi digital.  

 
Kedua, keyakinan mandiri sebagai bagian dari pihak yang aktif menjadi solusi, bukan hanya menjadi entitas pasif dalam dampak dan dinamika perkembangan. 
 
 

Dalam ranah layanan pemerintah yang prima, transformasi layanan digital madrasah diupayakan, menjadi batu pijakan yang menekankan kesinambungan dalam konseptualisasinya, dan inheren dalam pola pikir pada pelaksanaannya.

Sebagai cara pandang dan bersikap, kematangan dan “kedewasaan” digital mendorong dan membentuk warga madrasah, yang informatif dan menghindari, sebagaimana kritik pemikir Byung-Chul Han (The Burnout Society, 2010), menjadi warga masyarakat deformatif.

Han menekankan pentingnya kendali bersama agar tak gampang hanyut dan “kagetan”, dengan perkembangan serta disrupsi teknologi informasi. Konteks kerja digital dan masyarakat informatif di dalamnya meniscayakan kerja kreatif, partisipatif, sekaligus transparan.     

Ketiga, pijakan integrasi, sinergi, dan kolaborasi. Dalam perspektif Merdeka Belajar, yang dikembangkan dalam konteks madrasah menjadi konseptualisasi mandiri belajar, model pembelajaran yang dikembangkan menitikberatkan pada keterampilan berpikir kritis, kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta pembiasaan berpikir dan bekerja kreatif dalam menyelesaikan permasalahan.

 
Secara sederhana dapat dikatakan, transformasi digital madrasah yang ditempuh dengan cara mengintegrasikan cyber pedagogy dengan  cyber technology.
 
 

Secara sederhana dapat dikatakan, transformasi digital madrasah yang ditempuh dengan cara mengintegrasikan cyber pedagogy dengan  cyber technology.

Membangkitkan akselerasi layanan dan peningkatan mutu madrasah, jelas kerja besar dan perlu komitmen serta kerja bersama. Pasalnya, dalam kaitan kesenjangan ini, problem pelik tetap dihadapi pada tantangan geografis dan infrastruktur digital.   

Untuk itu, sinergi terkait pengembangan pendidikan di madrasah mutlak dilakukan, untuk menjembatani kesenjangan konseptualisasi digitalisme dan ekosistem pendukungnya.


Jaga Thomas, Rebut Uber

Ginting menjadi satu-satunya pemain yang belum pernah menyumbangkan poin dalam dua pertandingan yang sudah dia mainkan.

SELENGKAPNYA

Di Ambang 'Paceklik' Global

Hampir 200 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut pada 2021, hampir dua kali lipat angka tahun 2016.

SELENGKAPNYA

Taqabbalallahu Minna Waminkum

Ungkapan taqabbalallahu minna wa minkum dianjurkan disampaikan ke sesama Muslim usai Ramadhan.

SELENGKAPNYA
×