Pemain Juventus Alvaro Morata (tengah) mempertahankan bola yang dibawanya di tengah bayang - bayang pemain Inter Milan Milan Skriniar (kanan) dalam sebuah pertandingan di Turin, Italia, 03 April 2022. | EPA-EFE/Alessandro Di Marco

Olahraga

11 May 2022, 10:20 WIB

Juventus Siap Tuntaskan Dendam

Bagi Juventus, jika kalah dari Inter Milan dalam laga ini, klub berjuluk I Bianconeri ini akan mengakhiri musim terburuk.

ROMA -- Pelatih Juventus Massimiliano Allegri meminta para pemainnya untuk tampil lebih baik pada final Coppa Italia melawan Inter Milan, Kamis (11/5) dini hari WIB, di Stadion Olimpico, Roma.

Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk membalaskan dua kekalahan yang pernah diraih Juventus saat melawan Inter di Piala Super Italia, Januari silam, dan kekalahan pada paruh kedua laga Seri A Italia, awal April silam.

“Kini, kami akan menatap Coppa Italia. Kesalahan-kesalahan seperti itu tentu saja tidak boleh lagi terjadi dalam laga berikutnya,'' kata Allegri seperti dilansir Football Italia, beberapa waktu lalu.

Bagi Juventus, jika kalah dari Inter Milan dalam laga ini, klub berjuluk I Bianconeri ini akan mengakhiri musim terburuk dalam satu dekade terakhir dengan status tanpa raihan satu trofi dalam semusim. Alhasil, Allegri dituntut untuk bisa mengalahkan Inter pada edisi terakhir Derby d'Italia pada musim ini.

Namun, persiapan Juventus pada laga ini terganggu dengan kekalahan, 1-2, dari Genoa dalam laga terakhir, akhir pekan lalu. Kesalahan para penggawa I Bianconeri dalam memanfaatkan peluang mencetak gol menjadi sorotan utama pelatih Massimiliano Allegri pada laga tersebut.

Kesalahan yang haram diulangi oleh penggawa I Bianconeri. "Saat Anda membuang begitu banyak peluang mencetak gol, pada akhirnya Anda akan mendapatkan hukuman," ujar Allegri.

Dari segi pengalaman tampil di partai final Coppa Italia, Juventus jauh superior dibanding I Nerazzurri. Ini merupakan partai final Coppa Italia ketiga, yang mempertemukan dua rival sengit tersebut. Dalam dua laga final sebelumnya, I Bianconeri selalu berhasil membungkam I Nerazzurri, 4-1, pada 1959 dan 1-0 pada 1965.

Tidak hanya itu, Juventus merupakan tim tersukses dalam ajang Coppa Italia dengan raihan 14 trofi berbanding dengan tujuh trofi milik Inter Milan. Dari tujuh musim terakhir, I Bianconeri berhasil melaju ke babak final pada enam musim dan berhasil menjadi juara dalam lima kesempatan. Meski kalah aspek pengalaman dari Juventus, I Nerazzurri memiliki modal berharga pada laga ini.

Kampiun Seri A musim lalu tengah berada dalam tren positif performa. Setelah menelan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Bologna, akhir bulan lalu, tim besutan Simone Inzaghi itu mampu memetik dua kemenangan beruntun.

Kemenangan 2-1 atas Udinese dilengkapi Hakan Calhanoglu dan kawan-kawan dengan kemenangan besar 4-2 atas Empoli, akhir pekan lalu. Kemenangan pada laga terakhir itu pun berhasil ditorehkan Inter Milan dengan begitu dramatis.

Tertinggal dua gol, Inter Milan berhasil bangkit dan menyarangkan empat gol sekaligus. Selain soal ketangguhan mentalitas bertanding, pesta gol ini ke gawang Empoli ini dianggap sebagai indikasi kembalinya tajamnya lini serang I Nerazzurri. Kemampuan ini yang diharapkan bisa diperlihatkan kembali oleh para penggawa La Beneamata kala berduel dengan barisan pemain si Nyonya Tua.

"Laga itu benar-benar menjadi ujian buat karakter tim ini dan kami berhasil melaluinya. Ini menjadi sinyal yang baik. Kini, kami akan mengumpulkan energi dan kekuatan karena laga sulit dan salah satu terpenting pada musim ini telah menanti kami pada tengah pekan ini," kata pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, dalam laman resmi klub.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Juventus (juventus)


Menanti Aksi Band Cadas di Pentas Hammersonic

Selain Slipknot, ada nama-nama grup musik cadas tersohor lainnya, seperti Black Flag, Trivium, Bathuska, serta Devourment.

SELENGKAPNYA

Waspadai Inflasi

BI dinilai tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga.

SELENGKAPNYA

Kembali Berkuasanya Dinasti Marcos

Organisasi hak asasi manusia Karapatan meminta rakyat Filipina menolak pemerintahan Marcos Jr.

SELENGKAPNYA
×