Sejumlah penumpang menunggu kedatangan bus wisata Transjakarta di Jakarta, Selasa (10/5/2022). Jakarta menymbangkan kasus Covid-19 terbanyak sepekan belakangan. | Republika/Putra M. Akbar

Nasional

11 May 2022, 03:45 WIB

DKI Sumbang Penambahan Kasus Tertinggi

Kebijakan PPKM akan terus diberlakukan sebagai instrumen pengendalian Covid-19.

JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, pemerintah terus melakukan evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air. Khususnya di daerah-daerah tujuan mudik terbesar yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DIY, Lampung, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Penambahan kasus positif Covid-19 terpantau mulai mengalami peningkatan usai libur Lebaran. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus positif harian pada Selasa (10/5) yang sebanyak 456.

Dengan penambahan kasus baru ini, maka total kasus konfirmasi Covid-19 hingga kemarin mencapai 6.049.141. Dalam beberapa hari sebelumnya, penambahan kasus positif harian rata-rata sekitar 200 kasus.

Penambahan kasus positif harian ini disumbangkan terbanyak oleh DKI Jakarta yang mencapai 150 kasus. Kemudian diikuti oleh Jawa Barat yang sebanyak 98 kasus, Banten sebanyak 51 kasus, Jawa Timur sebanyak 36 kasus, dan Jawa Tengah melaporkan 34 kasus baru.

Menurut Wiku, pada delapan provinsi tujuan mudik tersebut, baik kasus positif, sembuh, meninggal, aktif, serta BOR mengalami perkembangan yang bervariasi. Pada kasus positif mingguan di seluruh provinsi terpantau mengalami penurunan.

“Penambahan kasus positif pada tujuh hari terakhir tertinggi di DKI Jakarta yaitu 519 kasus. Pan penambahan terendah di Sumatra Barat sebanyak enam kasus,” jelas Wiku saat konferensi pers, Selasa (10/5).

Indonesia memang sudah tidak lagi berada dalam kondisi kedaruratan dalam merespons pandemi Covid-19. Namun demikian, Wiku menegaskan pengendalian beserta pengawasan akan tetap dijalankan meski situasi Covid-19 sudah terkendali.

"Hal ini juga menjadi landasan kuat pemerintah Indonesia untuk tidak gegabah agar pertahanan yang dilakukan berbulan-bulan pascalonjakan kasus terakhir, dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang," kata Wiku.

Untuk itu, kata Wiku, kebijakan PPKM akan terus diberlakukan sebagai instrumen pengendalian Covid-19. Sebab, kebijakan ini secara fakta telah mampu melandaikan kondisi kenaikan kasus dan mempertahankannya hingga saat ini.

Selain itu, penggunaan masker juga masih tetap diwajibkan dalam strategi pencegahan Covid-19. "Sebab masih terdapat kenaikan kasus di beberapa negara lainnya seperti Jepang dan Taiwan serta adanya kemunculan varian baru seperti BA4 dan BA5 di Afrika Selatan, di mana umumnya kemunculan varian baru menjadi pemantik adanya gelombang baru.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pemerintah akan terus menjaga momentum tren penurunan kasus saat ini. Menurut dia, peran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Luhut mengatakan, perkembangan pandemi di wilayah Jawa-Bali terus menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan di seluruh aspek, seperti kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit, hingga angka kematian. “Seluruh provinsi di Jawa dan Bali hingga hari ini mengalami penurunan kasus mencapai 99 persen dibandingkan puncak kasus omikron beberapa waktu yang lalu,” ucapnya.  ';

Kasus Covid-19 Lebaran Terlihat 25 Hari ke Depan

Kenaikan kasus Covid-19 akan mulai terjadi di hari ke 27 sampai 34 sesudah Hari Raya.

SELENGKAPNYA

Kemenkes Pantau Kasus Covid-19 

Dampak mudik Lebaran terhadap kasus Covid-19 baru dapat dilihat dalam waktu sebulan.

SELENGKAPNYA

WHO: Kematian Terkait Covid-19 Capai 14,9 Juta Jiwa

Jumlah kematian yang sebenarnya hampir tiga kali lipat yang dilaporkan pada saat itu.

SELENGKAPNYA
×