Petugas kesehatan menunjukkan sampel tes Swab PCR Covid-19 di Yogyakarta, Sabtu (5/2/2022). | ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Nasional

10 May 2022, 03:45 WIB

Kasus Covid-19 Lebaran Terlihat 25 Hari ke Depan

Kenaikan kasus Covid-19 akan mulai terjadi di hari ke 27 sampai 34 sesudah Hari Raya.

JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pola kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia usai perayaan Lebaran 2022 akan terlihat dalam kurun waktu 20-25 hari ke depan. Saat ini, Budi mengatakan, situasi kasus Covid-19 masih menurun.

"Sekarang sudah sepekan setelah Hari Raya. Kita tunggu sekitar 20-25 hari ke depan apakah ada pola kenaikan yang sama seperti libur Natal dan Lebaran tahun sebelumnya," kata Budi, dalam konferensi pers secara virtual yang diikuti dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5).

Pemerintah, katanya, sekarang sudah sampai di fase monitoring dengan hati-hati. Upaya monitoring dilakukan terhadap varian baru, sebab lonjakan kasus terjadi jika ada varian baru. "Beberapa negara yang kasusnya naik seperti Taiwan dan Amerika Serikat adalah varian omikron BA.2 yang juga sudah banyak di Indonesia," katanya.

Di negara lain seperti Inggris dan India, kata Budi, varian BA.2 sudah dominan tapi kasusnya tidak naik dengan pesat sama seperti di Indonesia. "Satu negara di Afrika Selatan ada kenaikan sedikit, ada varian baru BA.4 dan BA.5, tapi karena kenaikannya masih sedikit dan jumlahnya belum banyak, kita terus monitoring bersama WHO mengenai varian baru ini," ujarnya.

Budi mengatakan, Kemenkes juga memantau pergerakan kasus Covid-19 usai Lebaran 2022. Sebab berdasarkan monitoring usai libur panjang, kenaikan akan mulai terjadi di hari ke-27 sampai ke-34 sesudah Hari Raya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan terus memantau pergerakan kasus Covid-19 dalam dua minggu ke depan untuk menekan penyebaran virus. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat testing dan tracing.

“Peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi yang tinggi juga memiliki risiko berupa penyebaran kasus yang perlu diantisipasi oleh pemerintah,” kata Luhut. Pemerintah akan tetap berhati-hati terhadap potensi penularan kasus meskipun hingga hari ini belum terlihat adanya kenaikan.

“Karena kita selama hampir dua pekan lebih begitu padat walaupun sampai hari ini kita belum melihat ada angka-angka kenaikan tapi tetap kami hati-hati. Jadi kalau nanti setelah dua pekan setelah sekarang kita evaluasi membaik, kita tentukan langkah berikutnya,” jelas dia.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau agar mengoptimalkan bekerja dari rumah selama beberapa waktu ke depan untuk mengurangi risiko penyebaran virus. Luhut mengatakan, momentum Idul Fitri memberikan dampak pemulihan aktivitas ekonomi yang tinggi dan juga mobilitas masyarakat yang cepat.

photo
Peta Risiko Covid-19 di Indonesia per Senin (9/5/2022). - (covid19.go.id)

Mobilitas masyarakat yang keluar rumah tercatat meningkat hingga 48,1 persen. Selain itu, indeks belanja mandiri juga meningkat hingga 31 persen lebih tinggi jika dibandingkan saat puncak lebaran 2021 lalu.

Saat ini berdasarkan level asesmen yang dilakukan pemerintah hingga 7 Mei 2022, tidak ada kabupaten dan kota yang berada di Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Hanya Kabupaten Pamekasan tercatat masih berada di level 3 karena level vaksinasi yang belum memadai.

Ia mengatakan, pandemi Covid-19 di Tanah Air pun terus menunjukkan perbaikan. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk terus melonggarkan dan melakukan relaksasi aturan PPKM.

Luhut pun menegaskan, PPKM di Jawa Bali masih akan diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan secara reguler. “Pemerintah juga menegaskan hingga hari ini masih akan terus memberlakukan PPKM Jawa Bali hingga waktu yang masih belum ditentukan dan juga mengikuti hasil evaluasi secara reguler yang dipimpin langsung oleh bapak Presiden,” kata Luhut.

Sumber : antara


Pesan Perpisahan Ramadhan

Kepergian Ramadhan meninggalkan pesan perpisahan berharga.

SELENGKAPNYA

Ekonomi Kian Pulih

BPS mencatat aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi mengalami peningkatan.

SELENGKAPNYA

Minyak Goreng Hingga Bensin Kerek Inflasi

Tingginya angka inflasi pada April memberikan sentimen negatif terhadap kurs rupiah.

SELENGKAPNYA
×