Tersangka kasus dugaan suap kepada Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin, Shuhanda Citra menunggu mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (18/4/2022). Pemeriksaan Shuhanda Citra menjalani pemeriks | ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Nasional

10 May 2022, 03:45 WIB

Saksi Akui Gunakan Jasa ‘Grup Kuala’ di Langkat

Mereka yang diduga mengatur tender pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat.

JAKARTA--Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Stabat periode 2020-2023 Riki Sapariza mengakui menggunakan jasa anggota ‘Grup Kuala’ Isfi Syahfitra untuk memenangkan pengadaan proyek di Kabupaten Langkat. Ia mengaku pengerjaan dokumen proyek diserahkan ke Isfi.

"Yang mengerjakan dokumen Isfi Syahfitra karena saya buta soal itu, jadi serahkan ke Fitra," kata Riki di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/5).

Riki menjadi saksi untuk Direktur CV Nizhami Muara Perangin angin yang didakwa menyuap Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin angin sejumlah Rp 572 juta dalam pengerjaan paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pendidikan kabupaten Langkat tahun 2021.

Dalam dakwaan disebutkan Terbit selaku Bupati Langkat memiliki orang-orang kepercayaan, yaitu Iskandar Perangin angin, Marcos Surya Abdi, Shuhanda Citra, dan Isfi Syahfitra yang biasa disebut ‘Grup Kuala’.

Orang kepercayaan ini yang diduga mengatur tender pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat. Iskandar yang merupakan abang dari Terbit Rencana menjadi kepala ‘Grup Kuala’ dan biasa dipanggil Pak Kades. Riki adalah pemilik CV Fortuna yang bergerak di bidang konstruksi sejak 2019. Riki mengaku mendapat proyek tahun anggaran 2020 dan 2021.

Pada 2020 ia mendapat dua proyek pengaspalan jalan senilai total Rp 550 juta dan pada 2021 ia mendapatkan dua proyek yaitu pengadaan kendaraan dinas dan pembangunan beton dengan total anggaran senilai sekitar Rp 950 juta.

Riki mengaku tidak pernah mendapat bantuan dari Marcos untuk keperluan organisasi Pemuda Pancasila. Ia menegaskan, mendapatkan pekerjaan. Riki menyebut ia mendapat keuntungan sekitar Rp 250 juta dari dua proyek tersebut.

Selain Riki, jaksa KPK juga menghadirkan seorang wiraswasta Thomas Saputra yang juga mendapat proyek di Kabupaten Langkat meski tidak punya perusahaan di bidang konstruksi. "Dua perusahaan saya di bidang pembuatan mi dan pembangunan rumah. Saya menang karena yang mengurus semua Fitra, sudah ada arahan dari Iskandar," tutur Thomas.

Thomas membayar jasa Fitra sebesar Rp 1 juta, namun belum sempat membayar commitment fee ke Iskandar karena kena karantina Covid-19. Muara Perangin angin dalam dakwaan disebut mendapatkan paket pekerjaan penunjukan langsung di Dinas PUPR, yaitu paket pekerjaan hotmix senilai Rp 2,867 miliar; paket pekerjaan penunjukan langsung yaitu rehabilitasi tanggul, pembangunan pagar dan pos jaga, pembangunan jalan lingkar senilai Rp 971 juta; serta paket pekerjaan penunjukan langsung yaitu pembangunan SMPN 5 Stabat dan SMP Hangtuah Stabat senilai Rp 940,558 juta.

Pada 17 Januari 2022, Muara menemui Marcos dan Isfi untuk meminta pengurangan commitment fee menjadi 15,5 persen dan disetujui Iskandar. Total yang harus diserahkan oleh Muara adalah sejumlah Rp 572.221.414 dan dibulatkan menjadi Rp 572 juta.

Muara menyerahkan uang Rp 572 juta pada 18 Januari 2022 yang dibungkus plastik hitam kepada Isfi Syahfitra. Pada hari yang sama, Isfi dan Shuanda menyerahkan Rp 572 juta kepada Marcos untuk diberikan kepada Terbit Rencana melalui Iskandar dan mereka diamankan petugas KPK beserta barang bukti uang. 

Sumber : antara


Salam Abu Zar yang Terus Diikuti

Di saat orang lain beristirahat, Abu Zar kesulitan memejamkan mata. Dia terus memikirkan siapakah nabi pembawa wahyu? Seperti apa rupanya? Benarkah wahyu yang dibawanya?

SELENGKAPNYA

Pesan Perpisahan Ramadhan

Kepergian Ramadhan meninggalkan pesan perpisahan berharga.

SELENGKAPNYA

Ekonomi Kian Pulih

BPS mencatat aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi mengalami peningkatan.

SELENGKAPNYA
×