Warga berdiri disamping kerusakan akibat serangan Rusia di Bakhmut, Donetsk, Ukraina, Sabtu (7/5/2022). | AP/Evgeniy Maloletka

Internasional

10 May 2022, 03:45 WIB

Ukraina Klaim Ekspor 1,09 Juta Ton Biji-Bijian 

Invasi Rusia ke Ukraina menambah volatilitas di pasar keuangan internasional yang mempengaruhi harga komoditas dan logistik.

KIEV -- Ukraina telah menanam sekitar tujuh juta hektare tanaman musim semi sepanjang tahun ini atau berkurang 25-30 persen daripada periode yang sama pada 2021. Menteri Pertanian Mykola Solskyi pada Senin (9/5) mengatakan, Ukraina telah mengekspor 1,09 juta ton biji-bijian pada April 2022.

Solskyi menggarisbawahi pentingnya ekspor gandum Ukraina melalui Rumania ketika Rusia memblokade pelabuhan. Akan tetapi dia mengatakan, ekspor tersebut bisa menjadi rumit dalam dua bulan ini Rumania dan Bulgaria juga sedang mengekspor panen gandum mereka.

"Kampanye penyemaian (benih) terus dilakukan meskipun kesulitan terutama terkait dengan logistik," kata Solskyi.

Invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 telah menambah volatilitas di pasar keuangan internasional, sehingga menyebabkan kenaikan harga komoditas dan mempengaruhi logistik. Menurut data International Grains Council, Ukraina telah menjadi pengekspor jagung terbesar keempat di dunia pada musim 2020/2021. Ukraina juga merupakan pengekspor gandum nomor enam dunia.

Seorang pejabat badan pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, hampir 25 juta ton biji-bijian terjebak di Ukraina dan tidak dapat meninggalkan negara itu karena tantangan infrastruktur dan pemblokiran di pelabuhan Laut Hitam.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, masalah ketahanan pangan global tidak dapat diselesaikan tanpa memulihkan produksi pertanian Ukraina ke pasar dunia.

Tudingan Putin

Dalam perkembangan berbeda, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, agresi negaranya ke Ukraina perlu dilakukan. Hal itu karena Barat sedang mempersiapkan serangan ke tanah Rusia.

Dalam pidato peringatan Victory Day, yakni kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, Putin mendorong pasukan Rusia untuk meraih kemenangan di Ukraina. Pada Perang Dunia II, Uni Soviet berada dalam satu kubu dengan Amerika Serikat, Inggris, dan sedikit peran Cina.

photo
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (tengah) bersama Perdana Menteri Kenada Justin Trudeau, saat menghadiri acara penghargaan di Kiev, Ukraina, Ahad (8/5/2022). - (AP/Efrem Lukatsky)

“Membela Tanah Air ketika nasibnya ditentukan selalu suci. Hari ini, kalian berjuang untuk rakyat kita di Donbas, untuk keamanan Rusia, Tanah Air kita,” kata Putin di hadapan barisan prajurit Rusia di Red Square, Senin.

Pada kesempatan itu, Putin mengecam apa yang disebutnya ancaman eksternal untuk melemahkan dan memecah belah Rusia. Dia secara khusus menyinggung ancaman yang diciptakan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di sebelah perbatasan Rusia.

Dalam pidatonya, Putin tidak menyinggung atau memberikan penilaian tentang kemajuan dalam pertempuran di Ukraina. Dia pun tak membahas berapa lama kemungkinan peperangan di Ukraina bakal berlanjut.

Rusia mulai melancarkan agresi ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu. Agresi ini mendulang kritik dan kecaman dari berbagai negara dunia termasuk PBB.

Keputusan Rusia melakukan agresi diambil saat NATO mengumumkan bahwa mereka membuka pintu keanggotaan bagi Ukraina. Moskow memandang, masuknya Kiev ke dalam NATO akan menimbulkan ancaman keamanan.

Sumber : Reuters


Pesan Perpisahan Ramadhan

Kepergian Ramadhan meninggalkan pesan perpisahan berharga.

SELENGKAPNYA

Ekonomi Kian Pulih

BPS mencatat aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi mengalami peningkatan.

SELENGKAPNYA

Minyak Goreng Hingga Bensin Kerek Inflasi

Tingginya angka inflasi pada April memberikan sentimen negatif terhadap kurs rupiah.

SELENGKAPNYA
×