Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) berbincang bersama Mendag Muhammad Lutfi (dua kanan), Dirut Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Arief Prasetyo Adi (kanan), Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury (dua kiri) dan Komisaris Utama PT Rajawali Nusantara Indo | Prayogi/Republika.

Ekonomi

09 May 2022, 19:26 WIB

ID Food Jamin Produk Pangan Bebas Penyakit Mulut dan Kuku

ID Food telah melakukan berbagai upaya pencegahan sejak dini dari penyakit mulut dan kuku.

JAKARTA -- Perusahaan induk pangan pelat merah ID Food terus melakukan upaya preventif untuk menghindari hewan ternaknya agar tidak terpapar wabah penyakit mulut dan kuku.

Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya melakukan pencegahan, pengawasan, dan pengendalian untuk memberikan proteksi kepada hewan ternak sesuai arahan pemerintah.

"Kami terus lakukan pengawasan dan monitoring serta sosialisasi pencegahan kepada seluruh mitra grup ID Food termasuk kepada asosiasi pedagang dan mitra peternak," kata FransMarganda Tambunan.

Penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit hewan yang sangat menular akibat infeksi virus penyakit mulut dan kuku. Hewan yang terpapar penyakit ini dapat dikenali dengan luka lepuh atau erosi di bagian mulut dan kuku.

photo
Seorang peternak menitipkan kambing di jasa penitipan hewan ternak Raja Sukses Desa Sumberkolak, Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (23/4/2022). Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H, sejumlah peternak kambing menitipkan hewan ternaknya sebelum mudik ke kampung halaman dengan jasa penitipan Rp3.000 per hari per ekor kambing. - (ANTARA FOTO/Seno)

Penyakit mulut dan kuku, lanjutnya, berdampak signifikan terhadap ekonomi. Penyakit ini menyebabkan penurunan berat badan hewan secara permanen. Frans menyampaikan ID Food telah melakukan berbagai upaya pencegahan sejak dini, di antaranya tidak melakukan pemasukan ternak di wilayah yang terduga terdampak penyakit.

Selain itu pihaknya juga melakukan tindakan karantina atau isolasi terhadap ternak yang baru datang atau pindah dari lokasi kandang lain, menggunakan prosedur biosecurity yang ketat pada wilayah kawasan peternakan yang dikelola anak usahanya PT Berdikari, hingga mengupayakan vaksin terhadap ternak sapi dan domba.

"Kami memastikan peternakan sapi yang dikelola grup ID Food aman dan bebas dari wabah. Berdasarkan operasi pasar dan koordinasi kami dengan asosiasi pedagang dan mitra, stok ketersediaan daging sapi tersedia," ujar Frans.

Direktur Utama Berdikari Harry Warganegara mengatakan pihaknya terus mendistribusikan pasokan stok daging sapi pasca lebaran, baik daging sapi segar dan beku kepada mitra untuk memastikan ketersediaan daging sapi terpenuhi.

Ia pun memastikan daging sapi yang didistribusikan sehat dan aman. Mengenai adanya wabah penyakit mulut dan kuku di Jawa Timur, pencegahan dini pun telah dilakukan melalui sosialisasi upaya pencegahan kepada mitra peternak.

Saat ini, Berdikari memiliki stok hewan ternak 1.408 ekor sapi di wilayah Jawa Barat, NTB dan Sulawesi Selatan, serta 1.213 ekor domba di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Sejak berita adanya dugaan penyakit mulut dan kuku, maka proses pengetatan terhadap biosecurity kandang ditingkatkan, baik untuk petugas perlengkapan dan termasuk pakan ternak," jelas Harry.

Harry berharap pemerintah melalui Kementerian Pertanian Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan dapat segera mendapat hasil penelitian penyakit mulut dan kuku, sehingga bisa menentukan vaksin yang tepat untuk pencegahan yang lebih luas.

Harga pangan stabil

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok pangan tersedia dengan harga stabil pasca-Lebaran tahun ini. Hal tersebut berdasarkan pemantauan secara langsung ke beberapa titik pasar tradisional di beberapa kota di Indonesia.

"Pemantauan dilakukan secara langsung ke pasar tradisional mulai dari wilayah Sumatra, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Bogor, dan sekitarnya serta wilayah lainnya selama lima hari pasca-Lebaran," kata Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi melalui siaran pers, Sabtu (7/5).

Arief memerinci, harga daging sapi segar stabil di kisaran Rp 137.050 per kilogram (kg) dan daging ayam ras di kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kg. Sementara itu, beras medium relatif stabil di harga Rp 10.830 per kg, bawang merah 35.740 per kg, bawang putih Rp 30.850 per kg, serta cabai merah keriting dan cabai rawit merah di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 45 ribu per kg.

Harga gula pasir di beberapa pasar tradisional tersedia dengan kisaran harga Rp 14 ribu hingga Rp15 ribu per kg dan telur ayam di kisaran Rp 26 ribu per kg. Arief mengatakan, hal tersebut berdasarkan data terkini harga pangan rata-rata nasional tingkat konsumen per 6 Mei 2022.

Menurut Arief, meski beberapa pasar tradisional terpantau sepi pengunjung, harga relatif stabil. Arief mengatakan, pemantauan secara langsung masih akan dilakukan hingga tujuh hari setelah Lebaran. 

Sumber : Antara


Selamat Berjuang di SEA Games Vietnam

Atlet Indonesia harus menunjukkan performa terbaiknya dalam Sea Games di Vietnam kali ini.

SELENGKAPNYA

Erick Thohir-Teten Bawa Produk UMKM Go Global

Kementerian BUMN dan Kemenkop UKM bersinergi mengoptimalkan BUMN berbelanja produk UMKM dalam negeri.

SELENGKAPNYA

Mengayuh Sepeda demi Berhaji ke Tanah Suci

Pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah haji.

SELENGKAPNYA
×