Presiden Joko Widodo (keempat kiri depan) berjalan bersama Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari (keempat kanan depan), Menpora Zainudin Amali (ketiga kiri depan), Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021 Ferry K | ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Olahraga

Selamat Berjuang di SEA Games Vietnam

Atlet Indonesia harus menunjukkan performa terbaiknya dalam Sea Games di Vietnam kali ini.

OLEH FITRIYANTO

Hari yang dinanti para atlet “elite” Indonesia datang juga. Bertempat di Hall Basket Senayan Jakarta, Ahad (8/5), para atlet dalam Kontingen Indonesia yang akan ikut ajang multicabang terbesar di Asia Tenggara, SEA Games Vietnam XXXI, dikukuhkan dan dilepas pemerintah. Ini merupakan rombongan besar yang akan berangkat pada Rabu (11/5).

Meski SEA Games baru akan dibuka secara resmi pada Kamis, 12 Mei, sejumlah cabang olahraga (cabor) sudah mulai bertanding. Sepak bola, misalnya, sudah memainkan babak penyisihan dan Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Vietnam dengan skor 0-3.

SEA Games kali ini berbeda dengan sebelumnya untuk Indonesia. Bila sebelumnya Indonesia selalu mengirim kontingen yang cukup banyak dan mengikuti hampir semua cabor, kali ini tidak. Kontingen Indonesia di SEA Games Vietnam berkekuatan 499 atlet yang berlaga di 32 dari 41 cabor yang dipertandingkan. Atlet yang dikirimkan merupakan pilihan. Tak berlebihan kalau saya menyebutnya atlet elite.

photo
Menpora Zainudin Amali (kanan) menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia Ferry Kono Untuk SEA Games 2021 saat pelepasan kontingen Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/5/2022). Sebanyak 499 atlet dari 32 cabang olahraga diberangkatkan untuk bertanding pada SEA Games 2021 di Vietnam. - (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Kali ini, berangkat atau tidaknya atlet ke SEA Games Vietnam ditentukan oleh Tim Review. Tim ini, katanya, mengambil keputusan berdasarkan data, terlebih dahulu mendengarkan masukan pengurus cabor, serta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Tim yang terdiri atas para pakar olahraga, baik dari kalangan akademisi maupun mantan atlet, tersebut diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menentukan cabor dan atlet mana saja yang bisa berangkat. Jadi, benar-benar selektif.

Untuk 14 cabor yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), atlet yang diperkirakan meraih emas, perak, dan perunggulah yang akan dikirim. Di luar itu, atlet dengan prediksi emas dan perak sajalah yang bisa berangkat.

Tim Review yang diketuai Prof Moch Asmawi ini diklaim bekerja dengan data performa atlet dan pesaing. Cabor pun harus menunjukkan data-data itu untuk mengusulkan atlet yang akan diberangkatkan. Namun, keputusan akhir tetap ada di Tim Review.

Selain pertimbangan medali, memang ada cabor yang dinilai sebagai industri maka tetap dikirimkan, contohnya sepak bola dan bola basket. Apalagi, kedua cabor itu juga akan menjadi tuan rumah ajang piala dunia sehingga harus eksis dan aktif di pentas internasional.

photo
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari saat pelepasan kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/5/2022). Sebanyak 499 atlet dari 32 cabang olahraga diberangkatkan untuk bertanding pada SEA Games 2021 di Vietnam. - (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Ada juga cabor yang tidak bisa mengurus organisasinya karena terjadi pengurusan ganda atau lebih seperti tenis meja. Cabor seperti itu jangan harap bisa berangkat. Itu dilakukan untuk mendidik cabor agar bisa membenahi masalah internalnya.

Dengan kriteria dan data yang ada, Tim Review menggaransi semua atlet yang dikirim berpotensi meraih medali. Ini akan menjadi pertaruhan nama Tim Review. Apakah data yang mereka miliki plus sejumlah tes baik fisik maupun psikis membuahkan prestasi yang diharapkan.

Di sisi lain, bagi atlet yang terpilih, ini tentu sebuah tantangan. Tidak ada lagi istilah mencari pengalaman, apalagi sekadar jalan-jalan karena sudah tersingkir di babak-babak awal. Target medali, mau tak mau, menjadi beban dan kewajiban. Betapa tidak, karena pengiriman mereka saja sudah dengan seleksi ketat dan sempat menimbulkan pro dan kontra.

Namun, saya berharap beban ini harus dijadikan motivasi. Apalagi, negara sudah mengatur bahwa peraih medali ajang multicabang, seperti SEA Games, akan mendapatkan bonus dari pemerintah.

Bagi para atlet yang sudah terpilih, kalian putra-putri terbaik Indonesia di cabor yang kalian geluti. Berjuanglah semaksimal mungkin di arena nanti. Buktikan kalian memang layak dikirim ke ajang SEA Games. Selamat bertanding dan selamat berjuang untuk kejayaan Merah Putih.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Seleksi Imam Masjid UEA Masih Dibuka

Para imam masjid itu juga diharapkan menjadi duta Indonesia selama berada di UEA.

SELENGKAPNYA

Ethis Catat Pertumbuhan Pembiayaan 30 Persen

Ethis memasang target pertumbuhan signifikan pada tahun ini.

SELENGKAPNYA

Pertumbuhan Ekonomi Dapat Tertekan Inflasi

Lonjakan harga komoditas memberikan dampak positif terhadap kinerja perdagangan.

SELENGKAPNYA