Seorang imam Masjid Niujie membaca doa penutup rangkaian shalat Idul Adha. Shalat Idul Adha yang diikuti sekitar 1.000 umat Islam yang mayoritas beretnis Hui, Beijing, China, Selasa (20/7/2021). | ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie

Khazanah

09 May 2022, 19:19 WIB

Seleksi Imam Masjid UEA Masih Dibuka

Para imam masjid itu juga diharapkan menjadi duta Indonesia selama berada di UEA.

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) memperpanjang masa pendaftaran calon imam masjid yang akan dikirim ke Uni Emirat Arab (UEA). Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Adib mengatakan, seleksi imam masjid tersebut masih dibuka hingga 30 Mei 2022.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah RI dan Kerajaan UEA yang telah berjalan selama beberapa tahun. Menurut Adib, pihaknya menargetkan sebanyak mungkin pemuda Muslim Indonesia yang hafiz Alquran untuk mengakses kesempatan menebar syiar rahmatan lil ‘alamin di UEA.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis, pemerintah negara Teluk Arab itu pada tahun ini membutuhkan sebanyak 150 imam masjid. Para pemuda Indonesia yang lolos seleksi nantinya dapat ditempatkan di beberapa negara bagian UEA.

“Setelah dilakukan evaluasi, kita memutuskan memperpanjang masa pendaftaran seleksi imam masjid untuk Uni Emirat Arab hingga 30 Mei 2022,” kata Adib melalui pesan tertulis kepada Republika, Ahad (8/5).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Tidak hanya berdakwah, para imam masjid itu juga diharapkan menjadi duta Indonesia selama berada di UEA. Karena itu, Adib menjelaskan, pemerintah mengimbau kepada para dai muda untuk mengikuti program ini.

Tidak hanya memperpanjang masa pendaftaran seleksi imam masjid. Kemenag pun memperbarui beberapa syarat penerimaan. Misalnya, batas minimal usia pendaftar tidak lagi 25 tahun. Calon imam tersebut kini dapat berasal dari kalangan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.

Ia menambahkan, seleksi imam masjid akan dilakukan secara daring dan luring. Proses pendaftaran dapat diikuti secara jarak jauh melalui akses internet. Setelah menerima berkas administrasi dari para calon peserta, Kemenag akan memverifikasi dan menyampaikan pengumuman. Pada 1 Juni 2022, pihaknya akan memublikasikan siapa saja peserta yang berhak mengikuti tes lanjutan.

“Sementara untuk waktu seleksinya juga akan mengalami perubahan. Setelah dilakukan evaluasi, kita menetapkan selama tiga hari yang dilakukan secara daring, yaitu pada 2—4 Juni 2022. Untuk hasil seleksi juga akan diumumkan secara daring, 5 Juni 2022,” ujar dia memaparkan.

Para peserta yang lulus seleksi administrasi diharuskan untuk mengikuti wawancara pada 7 Juni 2022. Proses itu akan digelar secara luring di Jakarta.

Di antara ketentuan yang mesti dipenuhi setiap peserta adalah kemampuan menghafal Alquran 30 jus. Selain itu, mereka mesti bisa berkomunikasi dalam bahasa Arab. Keterampilan dalam berkhutbah juga menjadi pertimbangan. Informasi lengkap dapat diakses via situs bimasislam.kemenag.go.id.


Halal Bi Halal ASN

Hari pertama kerja usai libur Lebaran

SELENGKAPNYA

Banjir Wisatawan di Musim Lebaran

Peningkatan angka wisatawan mendongkrak PAD dan ekonomi daerah.

SELENGKAPNYA

Meski Lewati Puncak Arus Balik, Penumpang KAI Membeludak

KAI mengimbau para penumpang menjaga barang bawaan.

SELENGKAPNYA
×