Lahan galian tambang emas di Kalimantan. (ilustrasi). | ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Nasional

09 May 2022, 03:45 WIB

IPW Desak Praktik Bisnis Briptu HSB Dibongkar

IPW mendesak Kapoda Kaltara mengungkap tuntas penerima dana dari atasan Briptu HSB.

JAKARTA -- Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityasa serius membongkar praktik dugaan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan anggotanya, Briptu Hasbudi. Briptu Hasbudi adalah anggota Polda Kaltara yang diduga memiliki bisnis tambang emas ilegal dan impor pakaian bekas.

"Kasus mirip Briptu HSB (Hasbudi) pernah terjadi pada kasus Iptu Labora Sitorus yang terbongkar karena memiliki rekening gendut Rp 1, 2 triliun di Papua. Labora Sitorus yang terlibat pembalakan liar, jual beli BBM ilegal," ungkap Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso,dikutip Ahad (8/5).

Kasus Labora Sitorus menyeret nama-nama petinggi kepolisian saat itu. Di antaranya mantan Kapolda Papua terkait aliran dana sepanjang tahun 2012 juga Kapolres Raja Ampat saat itu.

"IPW mendesak Kapoda Kaltara mengungkap tuntas pihak-pihak penerima dana dari atasan-atasan Briptu HSB karena tidak mungkin atasan-atasan Briptu HSB tidak tahu praktik anak buahnya yang masih dalam masa dinas itu," desak Teguh.

Penyidik Direskrimsus Polda Kaltara diharap tidak melindungi dan menutup informasi pejabat polisi atau sipil yang mendapat aliran dana. Bahkan harus memanggil dan memeriksa mereka serta mengumumkan secara terbuka.

 

 
Penyidik Direskrimsus Polda Kaltara diharap tidak melindungi dan menutup informasi pejabat polisi atau sipil yang mendapat aliran dana. 
 
 

 

"IPW menduga kasus ini adalah persaingan bisnis, terkait dengan setoran yang tidak lancar pada oknum-oknum petinggi polisi tertentu dan dan setop kasusnya hanya sampai Briptu HSB sebagaimana kasus Iptu Labora Sitorus."

Pada Sabtu (7/5), tim khusus Polda Kalimantan Utara mengamankan sembilan speedboat milik Briptu HSB. Selain itu, tim masih melakukan pengecekan 10 kontainer dengan menggunakan dua unit K-9 dari Polda Kalimantan Timur dan satu unit K-9 Bea Cukai, di Pelabuhan Malundung.

Pelaksanaan pengecekan baru terselesaikan satu kontainer karena kendala cuaca terik dan belum ditemukan dugaan narkoba. "Pada hari Jumat (6/5/2022) berdasarkan permintaan bukti yang cukup telah dinaikan ke tahap penyidikan atas temuan 17 kontainer tidak sesuai manifes," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat.

Saat ini ada, lima tersangka yang sudah dilakukan penahanan di Polres Bulungan, yakni HSB, MU, BS, MI dan M sedangkan satu orang masih buron. Polda Kaltara juga melakukan koordinasi dengan Deputi Pemberantasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan adanya aliran dana ke beberapa pihak dari HSB.

Sumber : Antara


Arus Balik Melandai

Masih ada sekitar 46 persen kendaraan yang belum kembali pada arus balik.

SELENGKAPNYA

Kemenkes Pantau Kasus Covid-19 

Dampak mudik Lebaran terhadap kasus Covid-19 baru dapat dilihat dalam waktu sebulan.

SELENGKAPNYA

UE: Israel Wajib Lindungi Warga Palestina

AS mengecam rencana Israel membangun 4 ribu unit permukiman baru di Tepi Barat.

SELENGKAPNYA
×