Kesempurnaan Anfield | EPA
02 Jul 2020, 01:48 WIB

Kesempurnaan Anfield

Capaian tidak terkalahkan dalam 46 laga kandang di Liga Inggris menjadi torehan terbaik kedua sepanjang sejarah Liverpool di Anfield.

Pada 23 April 2017 Liverpool menghadapi Cyrstal Palace di Stadion Anfield pada paruh kedua Liga Primer Inggris musim 2016/2017. Laga baru berjalan kurang dari 30 menit, wingerasal Brasil Philippe Coutinho sukses mencetak gol lewat tendangan bebas dan membuka keunggulan tim tuan rumah. Namun, gol Coutinho itu tidak berarti apa- apa karena the Reds gagal memetik tiga poin setelah menyerah 1-2 dari the Eagles.

Adalah penyerang asal Belgia, Christian Benteke, yang mengubur mimpi bekas timnya itu untuk meraih tiga poin. Benteke mencetak dua gol dalam laga itu--tepatnya pada menit ke-42 dan ke-74--serta meng antar kan tim besutan Sam Allardyce mem bawa pulang tiga angka dari lawatan ke Stadion Anfield tersebut.

Hasil tersebut menjadi rekaman terakhir kekalahan the Reds di Stadion Anfield dalam pentas Liga Inggris. Sejarah mencatat Crystal Palace menjadi tim tamu terakhir yang memetik tiga angka dari Anfield di Liga Ing gris, setidaknya dalam dua setengah tahun terakhir.

Dalam rentang waktu tersebut atau terhitung selama 931 hari sejak kekalahan dari the Eagles itu, Liverpool tercatat tidak pernah lagi merasakan kekalahan saat melakoni laga kandang di Liga Inggris. Tampil dalam 46 laga, tim asal Merseyside itu mencatatkan 36 kemenangan dan 10 hasil im bang dengan keberhasilan mencetak 120 gol dan hanya kebobolan 26 gol.

Juara Liga Inggris dalam dua musim terakhir--Manchester City--menjadi korban terakhir Liverpool di Anfield, tepatnya kala the Reds membungkam the Citizens 3-1 akhir pekan lalu. Tiga gol yang dicetak Fabinho, Mohammed Salah, dan Sadio Mane mengantarkan Liverpool memperpanjang rekor impresif tersebut.

Capaian tidak terkalahkan dalam 46 laga kandang di Liga Inggris ini menjadi torehan terbaik kedua sepanjang sejarah Liverpool terkait performa di Anfield. Sebelumnya, pada rentang waktu 1978-1981 Liverpool mampu mencatatkan rekor tidak terkalah kan dalam 63 laga kandang di Liga Inggris.

Namun, jika menggunakan titik tolak perubahan format Liga Inggris pada 1992 silam, rekor tidak terkalahkan 46 laga kandang ini merupakan capaian tertinggi the Reds di Stadion Anfield dalam sejarah Liga Inggris.

Secara keseluruhan, Liverpool hanya kalah dari Chelsea yang sempat men catatkan 86 laga tidak terkalahkan kala tampil di kandang (Stadion Stamford Bridge), te pat nya pada kurun waktu 2004 hingga 2008.

Untuk penggawa Liverpool, Stadion Anfield merupakan tempat istimewa. Stadion yang berada di pinggiran Kota Liverpool dan telah menjadi kandang Liverpool sejak 1892 ini dianggap memiliki magis. Belum lagi dengan atmosfer dan dukungan tanpa henti yang diberikan Liverpudlian yang memadati stadion berkapasitas 52 ribu penonton tersebut.

Dalam sebuah wawancara saat kali pertama ditunjuk sebagai pelatih Liverpool pada 2015, Jurgen Klopp menye but Anfield merupakan stadion terindah yang pernah dikunjungi. "Di kandang Manchester United, pendukungnya sangat luar biasa hingga kami bisa mencetak gol, setelah itu senyap. Namun, kondisinya berbeda di sini. Oke, mungkin tim tamu bisa mencetak gol, tetapi bukan berarti kami tidak bisa meraih kemenangan. Energi itu yang terus bertahan di sini," ujar Klopp kepada the Telegraph, bebe rapa waktu lalu.

Energi dan dukungan dari pendukung setia the Reds inilah yang mendongkrak keper cayaan diri penggawa the Reds. Si Merah tidak pernah kehilangan kepercayaan untuk meraih kemenangan dalam partai kandang meski sempat tertinggal lebih dahulu. Laga kontra Totteham Hotspur pada akhir Oktober silam dapat menjadi contoh bagus terkait mentalitas tersebut.

"Tidak diragukan, catatan impresif tidak terkalahkan juga memberikan dampak pada tim tamu. Memang tidak ada kepastian kami bisa meraih kemenangan. Namun, kami datang dengan kesadaran penuh bisa mencetak dua, tiga, empat, lima gol ke gawang lawan, bahkan saat menghadapi tim besar," kata mantan pemain Liverpool pada era 1970- an, Terry McDermott, kepada the Tele graph.

Mentalitas bertanding dalam partai kandang ini pula yang menjadi kunci rekor impresif Liverpool di pentas Liga Inggris, setidaknya dalam dua musim terakhir. Dengan kemenangan atas City pada akhir pekan lalu, Liverpool hanya menelan satu kekalahan dari 51 laga terakhir di Liga Inggris.

Kepercayaan diri the Reds saat tampil di laga kandang mampu dibawa kala melawat ke markas lawan. Bahkan, pada musim ini Liverpool menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di kancah Liga Inggris dengan raihan 11 kemenangan dan satu hasil imbang dari 12 laga. Selain itu, keme nangan atas City memainkan peranan penting dalam upaya Liverpool mengakhiri puasa gelar liga dalam 30 tahun terakhir.

Raihan tiga angka dalam laga kontra City membawa Sadio Mane dan kawan-kawan unggul delapan poin di puncak klasemen sementara--dengan raihan 34 poin dari 12 laga--dan sembilan poin dari juara bertahan- -Man chester City. Kendati begitu, Klopp mene gaskan, yang terpenting untuk timnya adalah mempertahankan konsistensi dan stabilitas permainan pada laga-laga berikut nya.

"Saat ini kami tengah berada dalam momen positif. Untuk menjaga momentum itu, kami harus bekerja lebih keras," kata pelatih berusia 52 tahun tersebut. (ed: m akbar)


×