Sejumlah kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di rest area kilometer 57 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Selasa (26/4/2022). Menurut Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kebutuhan bensin pada masa mudik leba | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Ekonomi

08 May 2022, 14:58 WIB

Konsumsi BBM Melonjak Saat Arus Balik 

Peningkatan kebutuhan BBM saat arus balik mudik mencapai 36 persen.

JAKARTA — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) selama arus mudik melebihi perkiraan Pertamina. Nicke mengatakan, peningkatan kebutuhan BBM dalam arus mudik 2022 mencapai 41 persen atau lebih tinggi dari proyeksi awal yang sebesar 29 persen.

Nicke mengambil contoh peningkatan kebutuhan Pertalite yang saat kondisi normal sebesar 75 ribu kiloliter (kl) per hari menjadi 120 ribu kl saat masa arus mudik. Nicke menyebutkan, kebutuhan setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berbeda, bergantung lokasinya. Nicke menyebut hal ini cukup wajar mengingat antusiasme tinggi masyarakat untuk pulang ke kampung halaman saat Lebaran.

"Yang perlu kita pastikan, alhamdulillah bisa berhasil, pasokan suplai dan distribusi, BBM, avtur, liquified petroleum gas (LPG), minyak mentah, semua bisa kita kelola dengan baik sehingga tidak ada sedikit pun kelangkaan atau kekosongan," kata Nicke saat memonitor penyaluran BBM dan LPG selama arus mudik dan balik Lebaran 2022 di Pertamina Integrated Command Center, Grha Pertamina, Jakarta, Jumat (6/5).

Nicke menyampaikan, keberhasilan Pertamina dalam menjaga kelancaran pasokan BBM tak lepas dari persiapan yang telah dilakukan sejak jauh hari. Nicke mengatakan, perusahaan telah memiliki Pertamina Integrated Command Center yang dapat mengetahui secara real time mengenai kondisi di lapangan, termasuk pergerakan orang dengan SPBU terdekat.

Nicke mengatakan, Pertamina juga menambahkan sejumlah Pertashop, SPBU modular, hingga motor delivery service BBM. Hal ini merupakan langkah antisipasi Pertamina dalam mengurai terjadinya antrean atau kondisi darurat kendaraan yang kehabisan BBM. "Semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Selain memang stoknya cukup, juga distribusinya kita jaga sehingga alhamdulillah relatif aman semua," ujar Nicke.

Saat ini, Nicke melanjutkan, Pertamina bersiap menjaga kelancaran distribusi saat arus balik, baik di jalan tol maupun jalan nontol. Nicke menyampaikan, Pertamina telah memetakan sejumlah jalur prioritas dengan menyiagakan stok di 1.370 SPBU yang berada di jalur mudik, jalur menuju destinasi wisata, dan jalur yang rawan bencana.

"Peningkatan (kebutuhan BBM) tertinggi terjadi di Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara. Sementara, penurunan tertinggi terjadi di DKI Jakarta," kata Nicke.

Pertamina, Nicke menyebut, memproyeksikan peningkatan kebutuhan BBM saat arus balik mencapai 36 persen. Nicke menyampaikan, lonjakan kebutuhan BBM biasanya terjadi pada tiga hari terakhir saat masa puncak. "Strategi kita sama seperti arus mudik, motor delivery service BBM dari 230 unit kita tambah menjadi 339 unit. Kalau ketika mudik lonjakannya 41 persen bisa kita kelola, maka proyeksi arus balik sebesar 36 persen insya Allah juga bisa kita jaga," kata Nicke.

Nicke menilai tingginya permintaan BBM cukup wajar mengingat sudah dua tahun masyarakat tidak melakukan prosesi mudik. Nicke mengatakan, melandainya kasus pandemi juga memberikan optimisme bagi masyakarat untuk bisa Lebaran di kampung halaman.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Pertamina (Persero) (pertamina)

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengapresiasi kerja keras Pertamina dalam menjaga kelancaran arus mudik. Menurut Tutuka, Pertamina telah berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Keberhasilan saat arus mudik jadi bukti nyata persiapan yang dilakukan Pertamina dan Pertamina memenuhi apa yang telah ditargetkan," kata  Tutuka.

Meski demikian, Tutuka meminta Pertamina tidak berpuas diri mengingat masih harus menjaga kelancaran arus balik. Tutuka menilai arus balik memiliki tantangan yang lebih berat mengingat waktunya yang lebih singkat. "Perlu juga koordinasi antarkementerian, lembaga, baik dari Kemenhub maupun Polri sangat penting terus dijalin," kata Tutuka menambahkan.

photo
Petugas meletakkan jeriken berisikan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax untuk layanan pengantaran bahan bakar minyak (BBM) bagi pemudik yang kehabisan BBM di Rest Area 86 ruas Tol Cipali, Jawa Barat, Selasa (26/4/2022).Layanan pengantar BBM oleh motoris itu diberikan untuk menyukseskan mudik Lebaran 2022. Motoris melayani pengisian BBM menggunakan sepeda motor dengan menjangkau pelanggan Pertamina yang kehabisan BBM atau tak sempat melakukan pengisian BBM di SPBU.Prayogi/Republika - (Prayogi/Republika.)

Puncak arus balik libur Idul Fitri 1443 H diperkirakan berlangsung pada Jumat (6/5)—Ahad (8/5). Mengantisipasi hal tersebut, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) melakukan video conference call dengan para stakeholder ,yaitu Pertamina (MOR I-VIII), PT ASDP (Persero), AKR, PGN, dan PT Aneka Pertoindo Raya).

“Secara umum hasil koordinasi dengan stakeholder bahwa untuk BBM stok aman di seluruh wilayah. Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik arus balik juga disiapkan layanan layanan pendukung, seperti tambahan mobil tangki, SPBU kantong, layanan motoris, dan SPBU Modular Pertashop pada jalur-jalur mudik, jalur wisata, dan rest area,” kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati.

Erika menjelaskan, selain wilayah yang dilalui arus balik, yang menjadi perhatian adalah tempat wisata. Salah satunya di wilayah Pertamina MOR IV Jawa Tengah yang mengalami lonjakan kenaikan permintaan 200-300 persen terutama di SPBU yang berada di tol.

photo
Sejumlah kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di rest area kilometer 19 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Selasa (26/4/2022). Menurut Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kebutuhan bensin pada masa mudik lebaran 2022 meningkat kurang lebih lima persen. - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Dalam laporan posko nasional sektor ESDM tanggal 5 Mei 2022, ketersediaan bensin RON 90 sebanyak 1,3 juta kl (16 hari), RON 92 sebanyak 726 ribu kl (36 hari), solar CN 48 1,9 juta kl (21 hari). Kondisi stok LPG sebesar 392.111 MT dan DOT 23.722 MT dengan coverage days sekitar 16,53 hari, status LPG aman.

Untuk sektor ketenagalistrikan, keseluruhan sistem dalam kondisi aman. Secara keseluruhan, daya mampu pasok nasional sebesar 45.808 MW dan beban puncak sebesar 30.145 MW, sehingga kapasitas cadangan daya nasional sebesar 15.663 MW atau sebesar 51,96 persen.

Sementara untuk laporan kebencanaan geologi, lima gunung api (Anak Krakatau, Sinabung, Merapi, Ile Lewotolok, Semeru) dalam status level III (Siaga). Koordinasi secara rutin dilakukan dengan pemerintah daerah, BNPB, dan instansi terkait lainnya melalui media telepon, e-mail, faksimile, dan media daring (dalam jaringan) lainnya. Rekomendasi seluruh gunung api untuk publik dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id atau aplikasi Android MAGMA Indonesia.

Pada beberapa wilayah terdapat tanah longsor yang perlu diwaspadai, seperti di Desa Tinggar, Kabupaten Kuningan, Kampung Curug Kota Tangerang Selatan, dan Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.


Pertamina Amankan Stok BBM Saat Arus Balik

Pertamina menjelaskan, stok BBM telah dijaga minimal 80 persen kapasitas tangki timbun.

SELENGKAPNYA

The Lilywhites akan Sambangi 'Neraka'

Upaya Spurs merebut posisi empat besar akan dihalangi kepentingan Liverpool.

SELENGKAPNYA
×