Petugas melakukan pematauan hilal saat kegiatan Ruyat Hilal Awal Syawal 1443 H oleh Fakultas Syariah bekerjasama dengan Ruhul Islam Unisba di Observatorium Albiruni Fakultas Syariah Unisba, Jalan Tamasari, Kota Bandung, Ahad (1/5). Hasil dari kegiatan ter | Edi Yusuf/Republika

Khazanah

08 May 2022, 14:42 WIB

Idul Fitri 2023 Diprediksi Berbeda

Kemenag berharap awal Syawal selalu bersama.

JAKARTA — Peneliti astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan)-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Thomas Djamaluddin, menyampaikan, ada potensi perbedaan pada Idul Fitri 1444 H/2023 M. Perbedaan ini bukan karena perbedaan metode rukyat dan hisab, melainkan karena perbedaan kriteria.

"Muhammadiyah dengan kriteria wujudul hilal, yaitu 21 April 2023. Pemerintah dan beberapa ormas Islam, seperti NU dan Persis, dengan kriteria imkan rukyat (visibilitas hilal), yaitu 22 April 2023," ujar dia kepada Republika, Kamis (5/5).

Meski demikian, Thomas menjelaskan, awal Ramadhan 1444 H akan seragam pada 23 Maret 2023. Menurut dia, solusi terhadap potensi perbedaan Idul Fitri 1444 H adalah mengupayakan kesepakatan kriteria dan otoritas, antara pemerintah dan ormas-ormas Islam.

Kesepakatan penggunaan kriteria yang dimaksud ialah kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria ini sudah diterima oleh empat negara tersebut dan beberapa ormas Islam, yakni NU dan Persis. "Kriteria MABIMS, yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat," kata dia.

Menurut Thomas, ada sejumlah faktor mengapa kriteria MABIMS perlu diterima dalam penentuan awal bulan Hijriyah. Pertama, kriteria MABIMS dibangun atas dasar data rukyat atau pengamatan global jangka panjang. Kedua, parameter yang digunakan dalam kriteria MABIMS adalah parameter yang biasa digunakan oleh para ahli hisab Indonesia, yaitu ketinggian hilal dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari).

"(Ketiga), parameter yang digunakan menjelaskan aspek fisis rukyatul hilal. Elongasi menggambarkan ketebalan fisis hilal. Semakin besar nilai elongasi, berarti hilal semakin tebal," ujar anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag itu.

Untuk ketinggian hilal akan menggambarkan efek gangguan cahaya senja karena faktor atmosfer. Bila ini semakin tinggi, Thomas menjelaskan, efek gangguan makin berkurang.

Keempat, dalam kriteria MABIMS, ketinggian minimal 3 derajat didasarkan pada data global. Artinya, hilal yang tingginya di bawah 3 derajat tidak terlihat karena gangguan cahaya senja yang masih kuat.

Kelima, elongasi minimal 6,4 derajat didasarkan pada rekor bulan terdekat sebagaimana yang dilaporkan dalam makalah Mohammad Shawkat Odeh, salah seorang tokoh falak internasional. "Elongasi yang kurang dari 6,4 derajat terlalu tipis dan redup untuk mengalahkan cahaya senja," kata Thomas.

Terakhir, menurut profesor riset astronomi-astrofisika Lapan-BRIN itu, kriteria baru MABIMS dibangun dengan data rukyat dan dianalisis secara hisab. Ini merupakan titik temu bagi pengguna metode rukyat seperti NU dan pengguna metode hisab seperti Muhammadiyah.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH Zainut Tauhid Sa'adi sebelumnya berharap Idul Fitri bisa serentak atau tidak ada perbedaan waktu 1 Syawal. Meskipun ada perbedaan waktu Idul Fitri, wakil ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengajak umat Islam menghormati perbedaan tersebut. "Kita berdoa, mudah-mudahan Lebaran tahun ini kita semua umat Islam bisa bersama-sama," kata Kiai Zainut kepada Republika.

Dia menyampaikan, perbedaan ijtihad masing-masing ormas Islam harus dihormati. Maka tidak perlu saling menegasikan atau saling mempertentangkan perbedaan hasil ijtihad dalam menetapkan 1 Syawal.

"Kita mempersilakan ijtihad yang menggunakan rukyat, dengan mata telanjang, atau dengan menggunakan teknologi modern, saya kira tidak perlu dipertentangkan masalah itu,” kata dia.  ';

Buya Yahya-Derry Sulaiman Luncurkn Lagu Damai Bersama

Lagu Damai Bersama yang disampaikan Buya Yahya dan Derry Sulaiman mengajak semua orang menguatkan persatuan.

SELENGKAPNYA

Asian Games 2022 di Cina Resmi Ditunda

Nama dan lambang Asian Games ke-19 di Cina tidak berubah.

SELENGKAPNYA

Menanti Pelampiasan Amarah Manchester City di Etihad Stadium

Dengan mengantongi 83 poin, Manchester City unggul sebiji angka atas the Reds di urutan kedua.

SELENGKAPNYA
×