Oni Sahroni | Daan Yahya | Republika

Khazanah

07 May 2022, 20:37 WIB

Banyak Anak Banyak Rezeki, Benarkah?

Memperbanyak anak itu dilakukan dengan memastikan adanya niat, komitmen, dan kemampuan.

DIASUH OLEH USTAZ DR ONI SAHRONI; Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia

Assalamualaikum Wr Wb.

Apakah benar kesimpulan bahwa banyak anak banyak rezeki karena saya melihat sebagian orang meyakini ini dan memperbanyak anak, tetapi abai terhadap tanggung jawab keluarga. Di sisi lain, terjadi aborsi karena khawatir terhadap masa depan anak. Bagaimana sebenarnya penjelasan ayat, hadis, dan para salaf ash-shalih? Mohon penjelasan, Ustaz! -- Ina, Bangka Belitung

Waalaikumussalaam Wr Wb.

Sesungguhnya, memperbanyak anak itu dilakukan dengan memastikan adanya niat, komitmen, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan biaya dan pendidikannya. Kondisi ini mungkin berbeda-beda kondisinya dari satu keluarga dengan keluarga lain.

Menjadi sesuatu yang dianjurkan saat keluarganya adalah keluarga yang mampu untuk melakukan hal tersebut. Menjadi sebaliknya, saat keluarganya tidak punya iktikad dan kemampuan untuk menyediakan biaya dan mendidik anak.

Hal itu diperlukan supaya yang lahir adalah keluarga yang kokoh dengan anak-anak yang tumbuh sehat dan terdidik, baik keluarga besar maupun keluarga kecil. Bukan sebaliknya, keluarga dengan anak-anak yang tumbuh tidak sehat dan tidak terdidik.

Maksud perbanyak anak dalam hadis Rasulullah SAW tentu adalah anak-anak yang tumbuh sehat, terdidik, serta terbina agar menjadi generasi terbaik pada zamannya.

Demikian pandangan proporsional sebagaimana dijelaskan para ahli, seperti al-Qardhawi, Syauqi 'allam, dan lainnya dengan penjelasan sebagai berikut.

Pertama, tuntunan terbaik dalam menerjemahkan ayat dan hadis adalah dengan menghimpun seluruh nash terkait dan menerjemahkannya secara proporsional berdasarkan kaidah-kaidah bahasa, tafsir, dan penafsiran para salaf ash-shalih.

Kedua, mungkin ditemui beberapa fenomena yang berlebihan di mana ada yang menyimpulkan bahwa banyak anak banyak rezeki atau tambah anak tambah pendapatan. Hal itu mendasari sebagian orang untuk memperbanyak keturunan tanpa pertimbangan tanggung jawab untuk mendidik anaknya. Seperti diketahui, fakta bahwa dengan bertambahnya anak, juga bertambah amanah untuk mendidiknya.

Ketiga, benar adanya bahwa Allah SWT dan Rasulnya menganjurkan kepada setiap keluarga untuk memperbanyak keturunan sebagaimana hadis Rasulullah SAW, "Nikahilah wanita yang penyayang lagi peranak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain (pada hari kiamat).” (HR Abu Daud).

Firman Allah SWT, "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya ...." (QS Hud: 6).

Akan tetapi, nash-nash ini tidak boleh dimaknai terpisah dari nash-nash terkait.

Keempat, benar adanya bahwa Allah SWT mengharamkan seseorang membatasi anak karena kekhawatiran yang berlebihan akan rezeki sebagaimana firman Allah SWT, "... dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka ...." (QS al-An'am: 151).

Suasana ini tidak boleh berlebihan hingga membuat seseorang ketakutan untuk melahirkan anak.

Kelima, anak yang lahir itu adalah amanah sebagaimana hadis Rasulullah SAW, "Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya ...." (HR Muslim). Doa Rasulullah SAW, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari malapetaka yang parah, dari kesengsaraan yang menimpaku, dari kemalangan dalam keputusan, dan dari kegembiraan musuh."

Selain itu, sudah menjadi fakta bahwa setiap anak yang lahir adalah amanah yang membutuhkan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya untuk merawat serta mendidiknya agar tumbuh sehat dan terdidik.

Wallahu a'lam.


Kembali ke Fitrah

Tidak pantas jika kemudian pada hari pertama bulan Syawal langsung berbuat dosa.

SELENGKAPNYA

One Way Arus Mudik Tol Trans Jawa Bisa 24 Jam

Puncak arus balik diprediksi masih akan terjadi hingga Ahad (6/5).

SELENGKAPNYA

Timnas Garuda Belum Padu 

Sebelum laga perdana kemarin, pelatih Shin Tae-yong sempat mengakui bahwa kualitas permainan Vietnam lebih baik.

SELENGKAPNYA
×