Pemudik antre untuk mendapatan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di terminal keberangkatan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (30/4/2022). | ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Nasional

06 May 2022, 03:45 WIB

Evaluasi Mudik Tentukan Status Endemi Covid-19

Keberadaan posko vaksin selama mudik lebaran menyumbang penambahan angka vaksinasi Covid-19 nasional.

JAKARTA -- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo menegaskan, penentuan skema menuju endemi Covid-19 masih menunggu hasil evaluasi mudik Lebaran. Hal ini disampaikannya menyusul beredarnya informasi bahwa pemerintah telah mempersiapkan transisi perubahan status pandemi menjadi endemi Covid-19.

"Untuk skema menuju endemi pemerintah masih akan menunggu evaluasi beberapa minggu pasca mudik Lebaran. Kita berharap tidak akan terjadi lonjakan lagi seperti di negara lain. Pemerintah akan bersiap mengantisipasi bila terjadi lonjakan," kata Abraham, dikutip dari siaran pers KSP, Kamis (5/5).

Abraham menyebut, selama tujuh pekan terakhir sejak 24 Maret hingga 4 Mei 2022, kasus Covid-19 sudah terkendali. Hal itu ditunjukkan oleh data Reproduction Rate (Rt) yang konsisten di angka 1. Selain itu, tambah dia, jumlah kasus Covid-19 per hari juga terus melandai.

"Per 3 Mei 2022, ada 107 kasus per hari, angka kematian 18 per hari, dan angka kasus aktif tinggal 6.951. Suatu hal yang patut kita syukuri dan apresiasi kepada nakes, TNI/Polri, dan satgas yang terus mengingatkan protokol kesehatan," kata dia.

Abraham pun menegaskan, pemerintah tidak terburu-buru menurunkan status pandemi menjadi endemi, meski beberapa indikator menunjukkan adanya perbaikan.

Anggota Komisi IX DPR Luqman Hakim menilai ada sejumlah indikator yang membuat Indonesia dapat masuk ke fase endemi. Salah satunya yaitu tingkatan vaksinasi yang sudah tinggi.

"Fakta itu menurut saya bisa saja kurang dari enam bulan ke depan kita akan memasuki tahap endemi," ujar Luqman, Kamis.

Masyarakat juga dinilainya cukup patuh dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini semakin baik ketika koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan baik selama penanganannya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengatakan, situasi Covid-19 di seluruh dunia belum sepenuhnya mereda. Karenanya, ia meminta pemerintah tetap waspada dalam masa transisi dari pandemi menjadi endemi.

photo
Petugas kantor kesehatan pelabuhan memeriksa sertifikat vaksinasi Covid-19 pemudik di area Pos Kargo, Gilimanuk, Jembrana, Bali, Kamis (28/4/2022). - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

"Tetap harus waspada memperhatikan kondisi yang ada di lapangan dan memperhatikan kondisi yang terjadi di dunia," ujar Charles.

Salah satu caranya dengan kebijakan pembatasan kegiatan jika sewaktu-waktu kembali terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Selain itu, pemerintah juga harus mempercepat pencapaian vaksinasi primer dan vaksin dosis ketiga atau booster.

"Semua riset dan kajian dari lembaga kesehatan di dunia menunjukkan bahwa vaksinasi menurunkan risiko kematian akibat Covid-19. Artinya negara harus bisa memberikan perlindungan optimal bagi rakyat dalam bentuk vaksinasi," ujar Charles.

Bertambah

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengakui keberadaan posko vaksin selama mudik lebaran menyumbang penambahan angka vaksinasi Covid-19 nasional.

Hingga per 4 Mei 2022, capaian vaksinasi dosis ke-1 yakni 199.346.528, dosis ke-2 165.425.255 dan dosis ke-3 atau booster sebanyak 40.372.525 dari total sasaran target nasional 208.265.720.

photo
Petugas kesehatan Puskesmas Kabupaten Lampung Selatan menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) kepada pemudik di terminal keberangkatan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (30/4/2022). - (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

"Ada penambahan ya (dari posko mudik)," ujar Nadia, Kamis.

Nadia memaparkan pada 29 April penambahan jumlah vaksinasi dosis ke-1 yakni 29.347, dosis ke-2 68.669 dan vaksin booster sebanyak 243.726. Kemudian pada 30 April, jumlah vaksinasi dosis ke-1 yakni 21.341, dosis ke-2 43.827 dan vaksin booster sebanyak 164.989.

Pada H-1 lebaran atau tanggal 1 Mei capaian menurun yakni dosis pertama 4.673, dosis ke-2 5.262 dan vaksin booster 17.442. Pada hari lebaran tanggal 2 Mei penambahan vaksin booster sebanyak 8.891, kemudian pada tanggal 3 Mei capaian vaksin booster 7.340 dan pada 4 Mei kemarin vaksinasi dosis ke-1 sebanyak 5.234, vaksinasi dosis ke-2 5.120, vaksinasi booster 18.288.

Nadia memprediksi jumlah ini akan terus bertambah mengingat posko vaksin masih tetap ada hingga arus balik lebaran. "Masih (tersedia di arus balik lebaran," kata dia. 


Tiga Pasien Meninggal tak Punya Riwayat Hepatitis

Didorong upaya masif pelacakan hepatitis akut bergejala berat di setiap daerah.

SELENGKAPNYA

Israel Siapkan Mikromanajemen Warga Palestina

Aturan itu menyebutkan, warga asing yang hendak menikah atau bertunangan dengan warga Palestina harus melapor ke militer Israel 30 hari sebelum acara dilakukan.

SELENGKAPNYA

WHO: Ada Dua Subvarian Baru Omikron

Menteri Luar Negeri AS dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala ringan.

SELENGKAPNYA
×