Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) berbincang bersama penyanyi Via Vallen (kanan) dalam acara WOMAN (Wonderful & Magnificent) 2022 yang diinisiasi oleh BRI Group di SICC, Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/4/2022). Pada acara yang digelar dalam rangka peringatan | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Ekonomi

UKMM Bergeliat, Laba BRI Naik 78,13 Persen

Penyaluran kredit BRI di atas rata-rata industri perbankan nasional pada kuartal I 2022.

JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraup laba Rp 12,22 triliun pada kuartal I 2022. Realisasi laba tersebut naik drastis 78,13 persen secara year on year (yoy). 

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pencapaian laba perseroan tak lepas dari pulihnya perekonomian nasional serta menggeliatnya aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merupakan core business.

“Kondisi UMKM yang mulai pulih saat ini mendorong penyaluran kredit BRI tumbuh 7,43 persen yoy menjadi sebesar Rp 1.075,93 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional pada kuartal I 2022 sebesar 6,65 persen,” kata Sunarso saat konferensi pers virtual, Senin (25/4).

Secara umum, portofolio kredit UMKM tumbuh 9,24 persen dari Rp 826,85 triliun pada kuartal I 2021 menjadi Rp 903,29 triliun pada kuartal I 2022. Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit yang merangkak naik menjadi sebesar 83,95 persen.

Sunarso mengatakan, penyaluran kredit kepada seluruh segmen UMKM tumbuh positif dengan penopang utama, yakni segmen mikro tumbuh 13,55 persen, segmen konsumer tumbuh 4,56 persen, dan segmen kecil dan menengah tumbuh 3,96 persen.

Menurut Sunarso, penyaluran kredit BRI di atas rata-rata industri perbankan nasional diiringi dengan manajemen risiko yang baik. Hal tersebut tecermin dari rasio non-performing loan (NPL) secara konsolidasian yang tercatat sebesar 3,09 persen pada kuartal I 2022. Angka ini menurun dibandingkan NPL periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 3,30 persen.

Selain itu, kualitas kredit yang membaik tersebut juga disebabkan oleh restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 yang saat ini terus menurun secara gradual. Pada kuartal I 2022 tercatat restrukturisasi kredit terdampak Covid sebesar Rp 144,27 triliun atau turun sebesar Rp 103,75 triliun dibandingkan total akumulasi restrukturisasi sebesar Rp 248,02 triliun.

Bank pelat merah tersebut juga menyediakan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi risiko ke depan dengan NPL coverage sebesar 276 persen. Angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL coverage pada kuartal I 2021 sebesar 231,17 persen.

BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif dalam hal penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Pada Kuartal I 2022, DPK Group tumbuh 7,39 persen. Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK, secara tahunan naik 15,99 persen.

Terkait Holding Ultramikro (UMi) yang terdiri atas BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Sunarso mengatakan, tahun ini ditargetkan bisa melayani lima juta nasabah baru. “Kemudian, kita layani dengan layanan gabungan, kita bentuk kantor untuk co-location Pegadaian, BRI dan PNM, yang kita sebut Senyum atau Sentra Layanan Ultramikro,” kata Sunarso.

Holding UMi bertujuan melayani sebanyak mungkin masyarakat, khususnya pada segmen ultramikro sehingga pelan-pelan BRI ingin menyasar 55 juta nasabah baru. Guna mencapai target tersebut, saat ini Holding UMi telah memiliki 143 co-location Senyum yang ditargetkan bertambah hingga 1.000 pada 2023.

Pemberdayaan sektor usaha UMi dan UMKM menjadi fokus utama pemerintah sebagai sektor yang memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional. Guna mencapai rasio kredit ke UMKM sebesar 30 persen pada 2024, pemerintah membentuk Holding UMi.

“Melalui ekosistem digital, BRI terus mempertegas posisinya sebagai bank yang fokus pada UMKM agar UMKM naik kelas. Transformasi digital yang dilakukan BRI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas layanan keuangan yang mudah, terjangkau, dan terintegrasi,” kata Direktur Bisnis Mikro BRI Supari.

Menurut Supari, sejumlah upaya konkret yang dilakukan BRI dalam pemberdayaan UMKM. Pertama, pemberdayaan bisnis berbasis klaster di mana terdapat 11 ribu klaster UMKM yang sudah menjadi ikon unggulan beberapa desa. Kedua, pengembangan platform perdagangan secara daring Pasar.id yang memfasilitasi seluruh pedagang pasar di Indonesia untuk melakukan aktivitas jual beli secara daring.

Supari menjelaskan, untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi secara global, BRI memiliki kerangka kerja yang terstruktur mulai dari literasi dasar, literasi bisnis, ataupun literasi digital. BRI juga telah mengintegrasikan data UMi dengan lembaga terkait, di antaranya terhubung dengan Kementerian Investasi terkait digitalisasi, mendapat perizinan, dan sertifikasi halal.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BANK BRI (bankbri_id)

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Kementerian ESDM Jamin Pasokan BBM Saat Libur Lebaran

Kementerian ESDM memantau pendistribusian BBM di sejumlah SPBU.

SELENGKAPNYA

Pemda Diminta Awasi Distribusi LPG

DEN mendorong distribusi BBM dan LPG bersubsidi dengan skema tertutup.

SELENGKAPNYA

Pemudik Sepeda Motor Ramaikan Pantura

Rata-rata pemudik yang mengendarai sepeda motor membawa barang bawaan yang cukup banyak.

SELENGKAPNYA