Anak ukraina berjalan melintasi gedung yang hancur akibat pengeboman di Kiev, Ukraina, Senin (21/3/2022). | AP/Rodrigo Abd

Tajuk

22 Apr 2022, 03:45 WIB

Seruan Hentikan Perang G-20

Tensi geopolitik Rusia dan Ukraina yang masih panas juga berdampak terhadap negara-negara lain.

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral melakukan pertemuan IMF-World Bank Group (WBG) 2022 dan 2nd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) di Washington DC, Amerika Serikat Rabu (20/4). Pertemuan di kantor pusat IMF itu merupakan yang kedua kali di bawah kepresidenan G20 Indonesia dan dihadiri oleh anggota G20 serta organisasi internasional dan regional.

Isu utama dalam pertemuan IMF-WBG adalah kondisi perekonomian global, geopolitik terkini, dan topik-topik kerja sama bilateral lainnya. Sementara, agenda pembahasan 2nd FMCBG-G20, yaitu risiko ekonomi global, isu kesehatan global, arsitektur keuangan internasional, dan pembiayaan berkelanjutan.

Pertemuan digelar dalam situasi yang menantang. Ini lantaran masih panasnya tensi geopolitik Rusia dan Ukraina yang juga berdampak terhadap negara-negara lain.

Bahkan, delegasi dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Kanada memutuskan walk out saat delegasi dari Rusia angkat bicara. Menteri Keuangan AS Janet Yellen ikut dalam aksi protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina tersebut.

 
Pertemuan digelar dalam situasi yang menantang. Ini lantaran masih panasnya tensi geopolitik Rusia dan Ukraina yang juga berdampak terhadap negara-negara lain.
 
 

Aksi ini memang tidak mengejutkan karena AS dan beberapa negara barat yang tidak setuju adanya kehadiran Rusia di Presidensi G20 sudah menyampaikan ancaman jauh-jauh hari sebelum adanya pertemuan. Meskipun begitu, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani melihat bahwa aksi walk out tersebut tidak akan mengganggu pertemuan G20. Karena aksi tersebut tidak mengurangi keefektifan forum G20 akibat konflik dan ketidaksepahaman anggota.

Sri melihat bahwa telah hadirnya Rusia dan Ukraina, sebagai negara undangan Presidensi G20, justru merupakan hal yang penting. Hal ini karena seluruh negara anggota mempunyai hak untuk menyampaikan pandangannya masing-masing. Terutama mengenai risiko ekonomi global dan penanganannya.

Kita tentu berharap pertemuan G20 dapat memberikan solusi nyata untuk menghentikan perang Rusia dan Ukraina. Apalagi pertemuan di AS kemarin aktif membahas secara intensif. Perang disebut telah membuat pertumbuhan dan pemulihan ekonomi global menjadi jauh lebih kompleks. Termasuk juga melemahkan upaya global dalam menangani pandemi.

Data terbaru dari IMF menunjukkan adanya penurunan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini sebesar 0,8 persen menjadi 3,6 persen. Hal ini terbukti bahwa perang Rusia dan Ukraina telah memperburuk kondisi ekonomi dunia yang sebelumnya telah menghadapi tantangan disrupsi rantai pasok dan percepatan pengetatan kebijakan moneter, terutama di negara maju.

 
Data terbaru dari IMF menunjukkan adanya penurunan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini sebesar 0,8 persen menjadi 3,6 persen.
 
 

Karenanya, banyak negara anggota mengutuk perang sebagai hal yang tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan, serta merupakan pelanggaran hukum internasional. Beberapa anggota juga mengungkapkan keprihatinan tentang konsekuensi ekonomi dari sanksi yang muncul lantaran perang.

Para anggota memiliki pandangan yang sama bahwa perang dan tindakan terkait telah dan akan terus menghambat proses pemulihan ekonomi global yang menimbulkan kekhawatiran. Khususnya terkait ketahanan pangan dan harga energi.

Apalagi bagi negara-negara berpenghasilan rendah yang rentan dan akan sangat terpengaruh. Ini karena mereka menghadapi tantangan seperti ruang fiskal yang terbatas dan kerentanan utang yang tinggi.

Terkait hal itu, para anggota juga mendukung adaptasi agenda yang ada untuk memungkinkan G20 mengatasi dampak ekonomi dari perang. Hal ini dilakukan sambil mempertahankan komitmen untuk mengatasi tantangan global yang sudah ada sebelumnya dan memimpin dunia kembali kepada pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, inklusif, serta seimbang.

Karenanya, kita mendukung para anggota G20 yang menyatakan keprihatinan mendalam tentang krisis kemanusiaan, ekonomi, dan keuangan sebagai dampak dari perang ini. Termasuk mengeluarkan seruan agar perang harus berakhir dengan segera. ';

Perang Rusia-Ukraina Persatukan Timur Tengah

Turki menunjukkan isyarat ingin memperbaiki hubungan dengan Saudi dan negara Teluk lainnya.

SELENGKAPNYA

Rusia: Serangan Kiev Kian Gencar

Kapal berpandu rudal milik Rusia, Moskva, dilaporkan tenggelam, Kamis (14/4).

SELENGKAPNYA
×