Nasabah menunjukkan uang pecahan kecil usai melakukan penukaran uang di Mandiri Micro Bussines Unit (MBU) Bandung Alun-Alun, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (18/4/2022). Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat memperkirakan kebutuhan u | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Ekonomi

20 Apr 2022, 10:41 WIB

BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

BI menyampaikan, perbaikan ekonomi domestik tetap berlangsung seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) merevisi target pertumbuhan ekonomi nasional dan global. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hal tersebut merujuk pada penilaian terhadap perkembangan kondisi ekonomi terakhir.

"Untuk keseluruhan 2022, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,5-5,3 persen sedikit lebih rendah dari proyeksi awal sebesar 4,7-5,5 persen," kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI, Selasa (19/4).

Meski begitu, BI menyampaikan, perbaikan ekonomi domestik tetap berlangsung seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Hingga kuartal I 2022, perbaikan ekonomi terus berlanjut didukung oleh peningkatan konsumsi, investasi nonbangunan, dan kinerja ekspor.

Sejumlah indikator dini pada Maret 2022 seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, dan PMI manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya pemulihan ekonomi domestik. Pertumbuhan ekonomi juga ditopang kinerja positif berbagai lapangan usaha seperti industri pengolahan, perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta informasi dan komunikasi.

BI menyampaikan, faktor yang menahan perbaikan kinerja ekonomi antara lain karena terbatasnya ekspor seiring lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi global dan berlanjutnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina. Perbaikan permintaan domestik akan terpengaruh kenaikan harga energi dan pangan global.

BI juga merevisi prakiraan pertumbuhan ekonomi global pada 2022 menjadi 3,5 persen dari sebelumnya sebesar 4,4 persen. "Hal ini karena terus meningkatnya eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina," katanya.

Dengan pantauan kondisi ekonomi makro tersebut, BI memutuskan menahan suku bunga acuan BI-7 Days Reverse Repo Rate di level 3,5 persen. Meski begitu, tekanan inflasi yang terus meningkat membuat BI berhati-hati dalam mengalibrasi kebijakan moneter.

"Kami mengarahkan kebijakan moneter untuk pro-stabilitas, kebijakannya akan terkalibrasi, direncanakan, dan dikomunikasikan dengan baik," kata Perry.

Perry mengatakan, tekanan inflasi memang terus meningkat karena eskalasi yang terjadi pada konflik Rusia-Ukraina. Kenaikan harga komoditas global juga tertransmisi pada kenaikan harga-harga di dalam negeri.

Dia menyampaikan, hal ini menyebabkan inflasi pada komponen administered price. Perry mengatakan, kenaikan inflasi pada komponen tersebut bisa berpengaruh pada kenaikan inflasi inti. Bank sentral akan mempertimbangkan menaikkan suku bunga acuannya jika melihat tanda-tanda kenaikan pada inflasi inti.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti memproyeksikan, pertumbuhan kredit akan lebih berkelanjutan. Hal itu didasarkan pada penilaian sejumlah indikator terhadap sekitar 499 perusahaan nasional. "Memang dari sisi pertumbuhan kredit, kami melihat akan lebih sustain dari sisi pasokan dan demand terjadi peningkatan yang cukup stabil," katanya.

Dari penilaian BI, terdapat peningkatan penjualan dan belanja modal yang signifikan sejak 2021. Dengan demikian, BI meyakini kondisi perusahaan mayoritas sudah membaik.

Kondisi tersebut juga indikator kredit meningkat yakni untuk kredit modal kerja dan kredit investasi. "Jadi, memang appetite-nya sudah meningkat sehingga kita melihat kredit pertumbuhannya cukup baik dan signifikan, terutama di sektor pertanian dan pertambangan," katanya. 


Fenomena Stres

Siapapun tidak mudah menghindari stres. Yang dapat dilakukan ialah bagaimana mengurangi stres itu sampai dalam batas yang wajar.

SELENGKAPNYA

Habib bin Zaid, Syahid Membawa Pesan Rasulullah

Ketika sakratul maut datang, dalam kepedihan yang tak tertahankan, Habib tetap mempertahankan syahadatnya.

SELENGKAPNYA

Puasa dan Ketertiban Sosial

Secara filosofis, ibadah puasa yang kita laksanakan sebulan penuh bukan hanya mengurusi kesalehan personal.

SELENGKAPNYA
×