Bodetabek
TSI Bogor Perkenalkan Bayi Beruang Cokelat pada Hari Beruang
Bayi beruang cokelat tersebut dikenalkan secara terbatas pada 15 hingga 17 April 2022
BOGOR — Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor memperkenalkan bayi beruang cokelat pada acara peringatan Hari Beruang Sedunia atau/World Bear Day. Perayaan tersebut didedikasikan untuk penyelamatan dan perlindungan beruang di seluruh dunia.
Bayi beruang cokelat tersebut dikenalkan secara terbatas pada 15 hingga 17 April 2022 di Istana Panda Indonesia (IPI) TSI Bogor. Salah satu dokter hewan TSI Bogor, Bongot Huaso, mengatakan, bayi beruang cokelat ini merupakan hasil pengembangbiakan Lembaga Konservasi TSI Bogor.
“Bayi beruang berjenis kelamin betina ini lahir dari induk betina Gaby dan induk pejantan Niko yang juga merupakan hasil pengembangbiakan Lembaga Konservasi Taman Safari Indonesia Bogor,” ujar Bongot dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Ahad (17/4).
Bongot menyebutkan, ada beberapa spesies beruang di dunia. Mulai dari beruang putih, beruang cokelat, beruang hitam, beruang goa, beruang kacamata, hingga beruang madu. Kegiatan pengenalan beruang cokelat ini diharapkan semakin mendekatkan pengunjung dengan satwa.
“Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan timbul kepedulian masyarakat atas perlunya menjaga kelestarian satwa liar, agar tidak terjadi lagi perburuan liar terhadap beruang yang berada di alam bebas. Sehingga, kelak keberadaan beruang-beruang di alam masih tetap terjaga keseimbangan populasinya,” ujarnya.
Untuk melihat bayi beruang yang imut tersebut, dia melanjutkan, TSI Bogor hanya memberi kesempatan selama satu jam kepada pengunjung. Karena, bayi beruang tersebut harus lekas kembali ke Rumah Sakit Satwa tempat di mana ia dirawat oleh perawat dan dokter hewan yang bertugas di TSI Bogor.
Bayi beruang yang belum diberi nama ini, menurut Bongot, memang langsung dirawat oleh perawat dan dokter hewan semenjak kelahirannya. Karena sang ibu terlihat tidak mampu merawatnya dengan baik.
Dengan konsep pameran menyerupai nursery room, TSI Bogor membawa serta seluruh peralatan, termasuk inkubator yang berfungsi untuk menjaga suhu bayi beruang agar tetap hangat. “Bayi beruang dipelakukan dengan baik dan dijaga dengan hati-hati juga penuh cinta kasih. Kalau datang langsung ke sini pasti seru bisa melihat secara langsung kedekatan bayi beruang dan perawatnya,” ujar Bongot.
Selain bertemu sang primadona bayi beruang tersebut, Bongot mengatakan, ada pula kegiatan keeper talk sebagai program edukasi untuk lebih mengenal lebih jauh satwa karnivora ini. Juga ada perlombaan menarik garis nama beruang yang sesuai dengan gambar beruangnya.
“Pengunjung juga bisa melihat kegiatan nursery secara langsung, bagaimana cara perawat merawat bayi beruang dan memberi susu,” ujarnya.
View this post on Instagram
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
Tayangan Ramadhan Masih Langgar Empat Hal
Lembaga penyiaran diminta membenahi isi siaran yang terdapat pelanggaran.
SELENGKAPNYABandara Soekarno-Hatta Terbaik Se-Asia Tenggara
Prokes di bandara AP II seperti Bandara Soekarno-Hatta sesuai dengan regulasi dalam negeri serta praktik terbaik di dunia.
SELENGKAPNYASemarakkan Nuzulul Quran dengan Program Tebar Alquran
Nuzulul Quran menjadi momentum menarik untuk memperbanyak tadabbut Alquran.
SELENGKAPNYA
