Evaluasi tayangan Ramadhan. | Republika/Agung

Kabar Ramadhan

19 Apr 2022, 10:04 WIB

Tayangan Ramadhan Masih Langgar Empat Hal

Lembaga penyiaran diminta membenahi isi siaran yang terdapat pelanggaran.

JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengumumkan hasil evaluasi tayangan yang disiarkan di televisi selama 10 hari pertama Ramadhan 1443 H. Pemantauan tersebut dilakukan terhadap 19 stasiun televisi.

Ketua Tim Pemantau dari MUI Tantan Hermansyah mengatakan, ada peningkatan kualitas produk siaran selama Ramadhan tahun ini. Peningkatan kualitas produk ini karena semakin minimnya indikasi pelanggaran yang terdapat dalam tayangan.

"Meski begitu, banyak juga realitas siaran program Ramadhan yang masih melakukan pelanggaran atau ketidakpatutan terutama pada empat hal," kata anggota Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI itu dalam konferensi pers “Publish dan Evaluasi 10 Hari Pertama Siaran Ramadhan 2022” di Jakarta, Senin (18/4).

Empat hal tersebut, yakni adegan kekerasan fisik dan verbal, tendensi sensualitas, masalah kepatutan etis dan kelaikan syariat, serta protokol Covid-19. Evaluasi pertama terkait adegan kekerasan fisik dan verbal. Beberapa program yang mendapat evaluasi MUI terkait adegan kekerasan fisik dan verbal, yakni program “Ini Sahur Lagi” (Net TV), sinetron “Janda Kembang” (Net TV), “Sahur Lebih Seger” (Trans7), dan “AKSI Indonesia” (Indosiar).

Tantan mengatakan, evaluasi kedua berkaitan dengan tendensi sensualitas. Dalam evaluasi ini, ada dua program televisi yang dievaluasi MUI terkait tendensi sensualitas. Keduanya, yakni “Sahurnya Pesbukers” (ANTV) dan “Canda of The Day” (TVRI).

Evaluasi ketiga terkait kepatutan etis dan kelaikan syariat. Sejumlah stasiun televisi menayangkan film atau sinetron pada jam-jam prime time. Di antaranya adalah Global TV dengan “Big Movies Platinum Sahur” pada pukul 01.00-03.30 WIB dan penayangan kembali pada jam jelang berbuka puasa.

Program siaran berikutnya ialah “Legenda Sang Penunggu” di Global TV, yang mengulas tentang mitos, misteri, kisah-kisah legenda yang melekat pada masyarakat daerah tertentu. Program ini dipandang memiliki tendensi syirik dan khurafat.

MUI menyampaikan rekomendasi kepada lembaga penyiaran untuk membenahi isi siaran yang terdapat pelanggaran atau ketidakpatutan. Dalam rekomendasinya, MUI juga menyatakan banyak program komedi Ramadhan yang ikut terjebak pada genre slapstick dan improvisasi situasional sehingga harus dievaluasi dengan optimal.

"Dialog yang merendahkan lawan main, mengolok, merendahkan, harus diperbaiki untuk tidak dilakukan lagi,” kata dia.

Komisioner KPI Mimah Susanti mengatakan, total ada 108 program siaran Ramadhan yang ditayangkan pada Ramadhan 1443 H. Namun, program siaran yang ditayangkan tidak sepenuhnya program baru. Banyak di antaranya yang merupakan program reguler yang dikemas dan diklaim sebagai program repackage.

Mimah menyebut, jumlah temuan potensi pelanggaran siaran Ramadhan pada 10 hari pertama dari 2020-2022 cenderung mengalami penurunan. Pada 2020, tercatat ada 82 temuan potensi pelanggaran. Kemudian, pada 2021 ditemukan 46 potensi pelanggaran, sedangkan pada tahun ini ditemukan 37 potensi pelanggaran. "Penurunan tersebut tentu berbanding lurus dengan kualitas program siaran yang ditampilkan dalam tiga tahun terakhir," kata dia.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Asrori S Karni mengatakan, pemantauan program Ramadhan di televisi telah dilakukan sejak 2007. Bagi MUI, ini bagian pengejawantahan posisi MUI sebagai pelayanan umat. 

"Di akhir Ramadhan, kami memberikan apresiasi sebagai support karya kreatif rekan-rekan industri televisi untuk mendukung penciptaan program-program yang sejalan dengan spirit Ramadhan," ujarnya.  ';

Alquran Kitab Terbuka

Dengan sikap keterbukaannya itu, justru hingga sekarang tidak ada satu pun yang berdaya menandingi Alquran.

SELENGKAPNYA

Edaran THR dari APBD Diterbitkan

Pemberian THR dan gaji ke-13 memperhatikan kemampuan keuangan daerah.

SELENGKAPNYA

Erdogan: Turki Selalu Dukung Palestina

Erdogan bertelepon dengan Guterres membahas perkembangan di al-Aqsha.

SELENGKAPNYA
×