Tentara Israel berjaga saat menyerang jamaah di Kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem, Jumat (15/4/2022). | AP Photo/Mahmoud Illean

Internasional

19 Apr 2022, 03:45 WIB

Erdogan: Turki Selalu Dukung Palestina

Erdogan bertelepon dengan Guterres membahas perkembangan di al-Aqsha.

ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan telah menyampaikan dukungan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Ahad (17/4). Dia mengutuk tindakan Israel terhadap jamaah di Masjid al-Aqsha Yerusalem.

"Selama sambungan telepon kami, saya mengatakan kepada Abbas bahwa saya sangat mengutuk intervensi Israel terhadap jamaah di Masjid al-Aqsha dan bahwa kami akan menentang provokasi dan ancaman terhadap status atau semangatnya," cicit Erdogan di Twitter.

"Turki selalu mendukung Palestina," ujarnya.

Erdogan mengatakan telah membahas perkembangan di Masjid al-Aqsha dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Keduanya juga membahas kemungkinan langkah bersama untuk perdamaian regional.

Turki sebelumnya meluncurkan berbagai inisiatif di dalam PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menanggapi tindakan Israel terhadap Palestina dan kebijakannya mengenai Yerusalem atau statusnya. Turki sendiri sudah menjalin hubungan bilateral sejak 1949.

Awal bulan ini, Erdogan memberi tahu Presiden Israel Isaac Herzog bahwa Turki mengharapkan pihak berwenang Israel untuk peka terhadap kondisi di Masjid al-Aqsha selama Ramadhan. Dia menekankan pentingnya mengizinkan orang Palestina memasuki Israel.

Ketegangan terbaru meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak pasukan Israel menyerbu halaman Masjid al-Aqsha pada Jumat (15/4). Bentrokan ini melukai ratusan orang.

Kemudian pada Ahad (17/4) lebih dari 700 pemukim Israel memaksa masuk ke kompleks Masjid al-Aqsha. Mereka mendapat perlindungan polisi yang ketat untuk merayakan liburan Passover selama sepekan, yang dimulai pada Jumat.

Layanan medis Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, 17 warga Palestina terluka, termasuk lima orang yang dirawat di rumah sakit. Polisi Israel menangkap sembilan warga Palestina. Pada tengah hari, saksi mata mengatakan polisi telah pergi dari kompleks Masjid al-Aqsha.

Polisi Israel mengatakan, mereka memasuki kompleks Masjid al-Aqsha untuk memfasilitasi kunjungan rutin orang Yahudi ke tempat suci. Mereka menuding warga Palestina telah menimbun batu dan mendirikan penghalang untuk mengantisipasi kekerasan.

"Penting untuk memastikan kebebasan beribadah, tetapi kami tidak akan berkompromi ketika kekerasan dan teror terjadi," ujar menteri Israel yang bertanggung jawab atas polisi, Omer Barlev.

Di dalam kompleks Masjid al-Aqsha, terdapat masjid yang menjadi situs tersuci ketiga dalam Islam. Sementara itu, di kompleks tersebut juga terdapat tempat paling suci bagi orang Yahudi, yang disebut sebagai Temple Mount. 

Tahun ini hari raya umat Islam, Kristen, dan Yahudi saling bersinggungan. Umat Islam menjalankan puasa Ramadhan. Sementara umat Yahudi dan Kristen merayakan Passover dan Paskah. Masing-masing jamaah berbondong-bondong hadir di situs suci mereka untuk beribadah, setelah pembatasan Covid-19 dicabut.

“Apa yang terjadi di Masjid al-Aqsha adalah eskalasi yang berbahaya, akibatnya ditanggung oleh Pemerintah Israel,” kata Nabil Abu Rdeneh, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Yordania, yang merupakan penjaga situs suci, mengutuk tindakan Israel. Yordania mengatakan, tindakan itu merusak semua upaya yang dilakukan untuk menjaga ketenangan komprehensif dan mencegah eskalasi kekerasan yang mengancam keamanan serta perdamaian.

Di bawah kesepakatan lama, orang Yahudi diizinkan untuk mengunjungi Temple Mount tetapi dilarang berdiam diri atau berdoa di tempat tersebut. Pihak berwenang Israel mengatakan, mereka berkomitmen untuk mempertahankan status quo.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, kelompok besar nasionalis dan agama Yahudi secara teratur mengunjungi situs tersebut dengan pengawalan polisi. Orang Palestina menilai hal tersebut sebagai provokasi.

Sumber : Reuters/AP


Covid-19 Diprediksi Landai Pasca-Lebaran

Hasil serosurvei menunjukkan hampir 100 persen masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19.

SELENGKAPNYA

Indonesia Cetak Suprlus Dagang Terbesar

Kenaikan harga komoditas melanjutkan tren surplus neraca perdagangan Indonesia.

SELENGKAPNYA

Saudi Kecam 'Penyalahgunaan' Alquran

Setidaknya tiga orang terluka dalam aksi menentang pembakaran Alquran di Swedia.

SELENGKAPNYA
×