Penumpang menunggu kedatangan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Bus Jombor, Sleman, Yogyakarta, Senin (18/4/2022). Warga mulai mudik lebaran Idul Fitri 1443H lebih awal untuk menghindari lonjakan harga tiket dan kemacetan. | Wihdan Hidayat / Republika

Kabar Utama

19 Apr 2022, 03:55 WIB

Covid-19 Diprediksi Landai Pasca-Lebaran

Hasil serosurvei menunjukkan hampir 100 persen masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19.

JAKARTA – Mobilitas puluhan juta pemudik pada momentum Lebaran 2022 diyakini tidak akan memicu lonjakan kasus Covid-19. Optimisme tersebut berdasarkan hasil serosurvei terakhir yang menunjukkan hampir 100 persen masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19, baik secara infeksi alami maupun melalui vaksinasi.

Angka tersebut berdasarkan hasil serosurvei kedua yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sedangkan serosurvei pertama pada Desember 2021 menunjukkan antibodi masyarakat sebesar 88,6 persen. Tingginya antibodi masyarakat Indonesia ini menjadi dasar kebijakan yang diambil oleh pemerintah menghadapi periode Lebaran 2022.

“Itu yang menyebabkan kenapa kami percaya bahwa insya Allah Ramadhan kali ini, mudik kali ini bisa berjalan dengan lancar tanpa membawa dampak negatif kepada masyarakat kita,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (18/4).

Dalam lima hari terakhir, kasus harian konfirmasi positif Covid-19 konsisten di bawah 1.000 kasus. Pada Kamis (14/4) kasus positif sebanyak 833 orang, Jumat (15/4) 922 orang, Sabtu (16/4) 602 orang, Ahad (17/4) 607 orang, dan Senin (18/4) 559 orang. Kasus aktif pun kini tersisa 50.969 orang.

Menkes menjelaskan, selain banyaknya masyarakat yang telah memiliki antibodi Covid-19, kadar antibodi yang dimiliki masyarakat pun juga tinggi. Pada Desember 2021 atau pada sero survey pertama, kadar antibodi masyarakat sekitar 500-600.

Sedangkan pada Maret 2022, kadar antibodi masyarakat telah mencapai 7.000-8.000. Angka ini cukup membantu mengurangi risiko masuk rumah sakit saat terinveksi Covid-19. 

“Sehingga kalau nanti diserang virus, kita daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya dan mengurangi sekali risiko untuk masuk rumah sakit atau risiko untuk wafat,” ujar dia.

Namun, Menkes meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat masih ada potensi penularan virus dan masih tingginya kasus di beberapa negara tetangga seperti Cina dan juga Hong Kong. Budi mengajak seluruh masyarakat untuk semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Budi menyebut, capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Saat ini, hampir 200 juta masyarakat atau sebanyak 198 juta masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sebanyak 392 juta dosis vaksin telah diberikan ke masyarakat. “Sudah hampir 200 juta dalam waktu 15 bulan. Ini pencapaian yang luar biasa,” kata Budi.

photo
Calon penumpang membeli tiket bus di Terminal Grogol, Jakarta, Senin (18/4/2022). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 3 terminal cadangan demi mengantisipasi lonjakan penumpang saat masa mudik Lebaran 2022 yaitu terminal Lebak Bulus, Terminal Grogol, dan terminal Muara Angke. - (Prayogi/Republika.)

Menkes menambahkan, anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun tidak diwajibkan melakukan tes antigen ataupun PCR saat perjalanan mudik. Namun, anak-anak dan remaja tersebut harus mendapatkan vaksinasi lengkap atau dua dosis.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memastikan tidak akan ada penyekatan selama arus mudik Idul Fitri 2022. Kendati demikian, pemudik diharuskan sudah melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster seperti yang ditentukan pemerintah sebagai syarat mudik.

“Yang jelas tidak ada penyekatan pada saat pengamanan arus mudik maupun arus balik. Para pemudik diharapkan menjaga protokol kesehatan masing-masing,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Sambodo mengatakan, kepolisian hanya akan menyiapkan pos pelayanan, pos pengaman dan juga vaksin booster. Mereka yang ingin mendapatkan booster dipersilakan untuk memanfaatkan layakan tersebut. Nantinya pos-pos tersebut disebar di rest area jalan tol serta di jalur arteri.

“Ada pos pelayanan ada pos pengamanan, di pos pelayanan Polri kita siapkan vaksin booster, antara lain di rest area jalan tol kemudian jalur arteri sepeda motor itu banyak,” kata Sambodo.

Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mematangkan persiapan pola pengamanan arus mudik. Kepala Korlantas Inspektur Jenderal (Irjen) Firman Shantyabudi mengatakan, dalam persiapan tersebut ia memastikan pengamanan arus mudik dan balik tahun ini, tak ada penerapan pola penghambatan jalan.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, bahwa mudik tahun ini, tidak ada penyekatan. Melainkan masyarakat untuk sudah menerima vaksinasi lengkap dosis satu, dua, dan booster,” kata Firman.

Korlantas Polri telah memutuskan melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan contra flow, sistem satu arah, dan ganjil-genap mulai 28 April. Sejumlah area yang diprediksi akan terjadi perlambatan atau kemacetan yakni di pintu masuk tol, rest area, pom bensin, dan tempat-tempat lainnya.

Sedangkan, sejumlah titik yang diprediksi terjadi kepadatan yaitu Jalur tol Tangerang-Merak kilometer 26. Begitu juga dengan jalur Tol Japek arah Cikampek kilometer 48-60, kilometer 31-37, kilometer 70-72, dan untuk arus balik di kilometer 54.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau pemudik tahun ini dapat melakukan perjalanan lebih awal agar dapat terhindar dari puncak arus mudik. Budi memastikan animo mudik Lebaran Idul Fitri 2022 cukup tinggi. 85 juta pemudik diprediksi akan melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Menhub menilai, jika perjalanan mudik dapat dilakukan juga lebih awal, maka diharapkan pergerakan masyarakat dapat lebih tersebar. Dengan begitu dapat mengurangi kepadatan di satu hari tertentu. “Lakukanlah perjalanan lebih awal sekitar tangal 25-27 April 2022 dan menghindari berangkat di tanggal 28-29 April 2022 yang diprediksi menjadi puncak mudik,” kata Budi.

Mudik lebih awal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar melakukan mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan parah saat puncak arus mudik pada 28-30 April. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terdapat 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan pemudik ke kampung halaman.

“Ini adalah jumlah yang sangat besar dan diperkirakan akan terjadi kemacetan parah. Untuk itu, saya mengajak masyarakat untuk mudik lebih awal. Tentu saja menyesuaikan dengan jadwal libur dari tempat bekerja,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers terkait imbauan mudik Lebaran di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/4).

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, pemerintah telah menyiapkan rekayasa lalu lintas melalui aturan ganjil genap, pemberlakuan satu arah atau one way, dan larangan truk masuk jalan tol. Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Kemenhub memastikan kesiapan ruas jalan di Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk mudik Idul Fitri 2022. Sejumlah titik mulai dari pintu masuk dan keluar tol, rest area, pasar, pom bensin, hingga lokasi yang masih mengalami pengerjaan konstruksi diproyeksikan menjadi titik rawan kemacetan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, dalam pantauannya dari Purwokerto menuju Jakarta pada Ahad (17/4), sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan akibat adanya perbaikan sudah terlihat cukup baik. “Diharapkan pada H-10 sebelum Lebaran sudah siap digunakan para pemudik,” kata Budi.

Dari hasil pantauannya, Budi mengatakan, beberapa titik di sekitar jalan nasional dari Pejagan sampai Prupuk, Jawa Tengah, terpantau sudah cukup bagus karena sebelumnya terjadi kerusakan jalan. Budi juga melintasi Jembatan Kretek-Bumiayu yang sedang dibersihkan water barier-nya. Kementerian PUPR telah memastikan H-10 menjelang Lebaran tidak ada kegiatan konstruksi.

Budi mengingatkan pemerintah daerah dapat mengantisipasi aktivitas pasar tradisional, yang terletak tepat di sisi jalur utama Pantura. Lokasi tersebut dikhawatirkan menjadi pusat kemacetan. Terlebih, di jalur Pantura Cirebon terdapat enam pasar tradisional yang dikhawatirkan rawan kemacetan.

Lokasi tersebut, yakni Pasar Sandang Tegal Gubuk, Pasar Darurat Pasalaran, Pasar Mundu, Pasar Gebang, Pasar Kue Weru, dan Pasar Minggu Palimanan.

Budi mengatakan, aktivitas para pedagang dan pembeli di pasar tradisional tersebut tidak jarang memenuhi hingga bahu jalan. Akibatnya, menurut dia, dapat berpotensi menghambat pergerakan laju kendaraan arus mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah, juga sebaliknya. 

photo
Sejumlah santri membawa barang bawaannya untuk mudik di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/4/2022). Sejumlah pondok pesantren di Surabaya memulangkan santrinya lebih awal dari tanggal libur Lebaran yang ditetapkan pemerintah guna menghindari kepadatan arus lalu lintas saat arus mudik. - (ANTARA FOTO/Patrik Cahyo Lumintu/Zk/rwa.)

“Oleh karena itu, saya juga mengimbau kepada pemerintah daerah terkait untuk menyiapkan skema yang tepat, dalam mengantisipasi rawan kemacetan ini agar perjalanan para pemudik dapat terjamin aman dan lancar,” ujar Budi.

Budi menilai, jalur Pantura merupakan salah satu jalur alternatif yang sering digunakan pemudik untuk pulang ke kampung halaman. Menjelang Lebaran 1443 Hijriyah ini, kondisi lalu lintas di ruas tol Cirebon ke arah Cikampek terpantau ramai lancar.

Maka itu, Budi meminta masyarakat perlu mengatur waktu perjalanan agar tidak terjadi kepadatan arus lalu lintas, akibat melakukan perjalanan pada waktu yang bersamaan. Masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan saat Hari Raya Idul Fitri.

“Perlu diantisipasi bersama bagi masyarakat yang akan bepergian dapat mengatur waktu perjalanan, misalnya tidak pergi serentak pada saat puncak arus mudik, yakni tanggal 28 April 2022, mungkin bisa diatur sebelum tanggal tersebut,” ujar Budi.

photo
Sejumlah warga antre untuk vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di posko vaksinasi Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta, Ahad (17/4/2022). Posko tersebut bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan mudik Lebaran 2022 mendatang sekaligus sebagai upaya antisipasi penularan Covid-19. - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan, perbaikan Jembatan Ngaglik Lamongan telah tuntas dan siap dilalui pemudik ataupun angkutan logistik. Jembatan tersebut telah dilakukan open traffic setelah lolos uji beban pada Ahad (18/4). 

Khofifah mengatakan, pembukaan Jembatan Ngaglik lebih cepat lima hari dari target yang ditetapkan. Apalagi, menurut Khofifah, Jembatan Ngaglik merupakan jembatan vital sebagai akses pendukung perekonomian di wilayah setempat. “Mulai hari Ahad kemarin arus lalu lintas sudah bisa melintasi Jembatan Ngaglik dari dua arah,” ujar dia.

Khofifah pun berharap, arus lalu lintas ataupun arus logistik bisa kembali lancar setelah kembali dibukanya jembatan penghubung Lamongan-Tuban tersebut. Ia juga optimistis, rampungnya revitalisasi jembatan ini akan mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.

“Seluruh proses yang terkait dengan pemenuhan logistik bisa diakses lebih cepat karena akses jembatan ini memang sangat vital. Banyak sekali logistik yang harus terpenuhi sebelum Lebaran,” ujar dia. 


Indonesia Cetak Suprlus Dagang Terbesar

Kenaikan harga komoditas melanjutkan tren surplus neraca perdagangan Indonesia.

SELENGKAPNYA

Pengembangan Ekonomi Syariah Daerah

Peran kepala daerah sangat krusial untuk kemajuan ekonomi syariah di seluruh wilayah Indonesia.

SELENGKAPNYA

Alquran Kitab Terbuka

Dengan sikap keterbukaannya itu, justru hingga sekarang tidak ada satu pun yang berdaya menandingi Alquran.

SELENGKAPNYA
×