Sampel darah. (ilustrasi) | ANTARA

Kisah Mancanegara

18 Apr 2022, 03:45 WIB

Misteri Virus Misterius Pengincar Anak

Diduga, penyakit misterius ini berkaitan dengan virus yang diasosiasikan dengan flu.

OLEH LINTAR SATRIA

Pejabat kesehatan di sejumlah negara di Eropa dan Amerika Serikat kini tengah sibuk menyelidiki kasus-kasus penyakit liver atau hati serius yang banyak menimpa anak. Mereka menduga, penyakit ini mungkin berkaitan dengan virus yang biasanya diasosiasikan dengan flu.

Pada Jumat (15/4) lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan Inggris menyelidiki setidaknya 74 kasus hepatitis atau peradangan hati pada anak. WHO menambahkan, tiga kasus serupa juga kini tengah terjadi di Spanyol dan di Irlandia,

Saat ini, berbagai kasus tersebut, sedang terus diselidiki. Sementara pejabat kesehatan di AS, mengatakan mereka sedang menyelidiki sembilan kasus yang serupa.

Semua kasus terjadi di Negara Bagian Alabama tapi pemerintah AS mengatakan, mereka sedang mencari apakah kasus yang sama terjadi di negara bagian lainnya. "Mengingat meningkatnya kasus yang dilaporkan dalam satu bulan terakhir dan menguatnya aktivitas pencarian kasus, tampaknya akan semakin banyak kasus yang akan dilaporkan dalam beberapa hari ke depan," kata WHO dalam pernyataannya, Sabtu (16/4).

 
Saat ini, berbagai kasus tersebut, sedang terus diselidiki. Sementara pejabat kesehatan di AS, mengatakan mereka sedang menyelidiki sembilan kasus yang serupa.
 
 

Pejabat WHO mengatakan anak-anak AS yang terjangkit berusia antara satu sampai enam tahun. Dua anak yang berada si AS, bahkan sampai membutuhkan transplantasi hati. Rentang usia anak-anak di Eropa juga serupa, meski di sejumlah kasus ada pula yang usianya lebih tua.

WHO menyadari penyakit tidak biasa ini pada awal April lalu, tepatnya ketika mereka mengetahui terdapat 10 anak di Skotlandia yang memiliki masalah hati. Satu sakit pada bulan Januari dan sembilan lainnya dilaporkan sakit, pada Maret 2022. Semuanya menjadi parah dan diagnosa dengan hepatitis setelah dibawa ke rumah sakit.

Sejak itu Pemerintah Inggris mengidentifikasi 64 kasus lainnya yang memiliki kondisi serupa. WHO mengatakan, hingga saat ini, tidak ada anak yang meninggal dunia, meski beberapa anak membutuhkan transpalasi hati.

Tes laboratorium sudah membuang kemungkinan virus hepatitis tipe A ,B, C dan E yang menyebabkan penyakit ini. Pemerintah Inggris juga mengungkapkan, belum dapat memastikan apakah perjalanan internasional atau ada faktor lain yang menyebabkan anak-anak ini terpapar.

Namun mereka mencatat baru-baru ada lonjakan penyebaran adenovirus. Sejauh ini, telah ditemukan lusinan kasus adenovirus, yang sebagian di antaranya diasosiasikan dengan gejala-gejala flu seperti demam, sakit tenggorokan dan mata merah.

 
Sejauh ini, telah ditemukan lusinan kasus adenovirus, yang sebagian di antaranya diasosiasikan dengan gejala-gejala flu seperti demam, sakit tenggorokan dan mata merah.
 
 

Namun beberapa versi memicu masalah lain seperti peradangan di perut dan usus. Adenovirus sebelumnya dikaitkan dengan hepatitis pada anak tapi sebagian besar pada anak-anak yang sistem imunnya lemah.

“Salah satu penyebab yang tengah kami investigasi saat ini, adalah infeksi adenovirus,” ujar Dr Meera Chand, selaku direktur klinis dan penyakit menular di Badan Keamanan Kesehatan Inggris, dikutip dari CNBC, Ahad (17/4). Menurutnya, penularan dari virus yang satu ini, terjadi karena proses bersentuhan dengan permukaan barang yang telah terkontaminasi.

Namun, keraguan yang besar terhadap adenovirus sebagai penyebab berbagai kasus ini, disampaikan salah satu virology dari Universitas Nottingham, Inggris, Will Irving. Menurutnya. Penyakit yang menyerang liver sangat jarang terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun. “Sejauh ini, kelompok usia dewasa adalah golongan yang lebih rentan terhadap gangguan hati,” ia menyampaikan.

Hasil tes menunjukkan beberapa anak di Eropa positif adenovirus dan beberapa positif Covid-19. Tapi, kata WHO, kerja laboratorium membutuhkan eksplorasi pada setiap potensi hubungan dengan virus tertentu.

 
Pejabat kesehatan di Alabama, AS, mengatakan mereka juga melihat terjadi peningkatan hepatitis pada anak sejak November, tahun lalu
 
 

Pejabat kesehatan di Alabama, AS, mengatakan mereka juga melihat terjadi peningkatan hepatitis pada anak sejak November, tahun lalu. Bisanya, setiap anak yang terjangkit hepatitis, positif juga terinfeksi adenovirus.

Pemerintah AS, kini sedang mengeksplorasi hubungan satu versi adenovirus yakni adenovirus 41 yang biasanya diasosiasikan dengan peradangan usus. Pejabat di Alabama, AS, memastikan tidak ada kasus yang memiliki penyakit bawaan, sehingga mereka beresiko terkena penyakit hati.

"Saat ini adenovirus mungkin yang menyebabkannya, tapi penyidik masih mempelajari lebih lanjut, termasuk membuang penyebab hepatitis yang lebih umum," ungkap pernyataan resmi dari Pusat Pencegah dan Pengendalian Penyakit AS, CDC dalam pernyataannya. 


Melebur Dosa di Masa Lalu dengan Membakar Mercon

Tak ada suara nyinyir terhadap tindakan boros merayakan Lebaran dengan cara membakar mercon.

SELENGKAPNYA

Tingginya Semangat Berbagi Muslimin Inggris

Sebuah survei menunjukkan, umat Islam Inggris gemar meningkatkan donasi kala Ramadhan.

SELENGKAPNYA

Rusia: Serangan Kiev Kian Gencar

Kapal berpandu rudal milik Rusia, Moskva, dilaporkan tenggelam, Kamis (14/4).

SELENGKAPNYA
×