Petugas kesehatan bersiap menyuntikan vaksin booster Covid-19 ke seorang warga di bawah jembatan layang Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (2/4/2022). | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Tajuk

Tantangan Mudik Tahun Ini

Jumlah pemudik yang meningkat tajam tahun ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah.

Presiden Joko Widodo menyampaikan, pemerintah telah menetapkan libur nasional hari raya Idul Fitri 1443 H pada 2 dan 3 Mei 2022. Sedangkan cuti bersama Idul Fitri ditetapkan pada 29 April dan 4-6 Mei 2022.

Saat memberikan keterangan pers terkait cuti bersama Idul Fitri 1443 H di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/4), Jokowi mengatakan, cuti bersama ini nantinya dapat digunakan olah masyarakat untuk bersilaturahim dengan orang tua dan keluarga di kampung halaman. 

Namun, Jokowi menegaskan, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Karena itu, ia meminta masyarakat agar selalu waspada dan melengkapi vaksinasi booster, serta menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. Di tempat umum atau dalam kerumunan, masyarakat diminta selalu menggunakan masker.

Kebijakan cuti bersama Idul Fitri tersebut melengkapi diizinkannya mudik tahun ini, yang telah disampaikan oleh pemerintah beberapa waktu lalu. Selain itu, adanya cuti bersama tersebut juga akan membuat mudik tahun ini bisa dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari aparatur negara sampai pegawai swasta.

 
Sebelum diputuskan cuti bersama, animo masyarakat untuk mudik sudah begitu besar. 
 
 

Sebelum diputuskan cuti bersama, animo masyarakat untuk mudik sudah begitu besar. Hal itu bisa dimaklumi karena tidak sedikit warga yang memendam keinginan mudik Idul Fitri dalam dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Kini setelah pemerintah memutuskan adanya cuti bersama, masyarakat akan semakin dipermudah dalam mengatur waktunya untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sebanyak 79,4 juta orang diprediksi akan melakukan mudik Lebaran Idul Fitri 2022. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Balitbang Kemenhub pada 9-21 Maret 2022 setelah penghapusan syarat perjalanan dengan tes antigen dan PCR. Dari 79,4 juta orang, 13 juta pemudik di antaranya merupakan warga Jabodetabek.

Kemenhub mencatat angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan hingga 167,27 persen dibandingkan prediksi mobilitas Lebaran Idul Fitri 2021. Tahun lalu, proyeksi pemudik pada Lebaran Idul Fitri mencapai 29,7 juta orang.

Jumlah pemudik yang meningkat tajam tahun ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah. Tantangan pertama adalah bagaimana pemerintah harus menjaga wabah Covid-19 tetap terkendali. Jangan sampai, wabah Covid-19 yang diperkirakan sedang mengalami transisi menjadi endemi ini gagal total akibat adanya peningkatan kasus Covid-19 dari aktivitas mudik.

 
Karena itu, pemerintah harus dapat mewujudkan kebijakan peningkatan vaksinasi booster dan vaksin lengkap untuk warga yang akan mudik ataupun yang di kampung halaman.
 
 

Karena itu, pemerintah harus dapat mewujudkan kebijakan peningkatan vaksinasi booster dan vaksin lengkap untuk warga yang akan mudik ataupun yang di kampung halaman. Persyaratan vaksinasi booster untuk para pemudik harus dapat diterapkan dengan maksimal.

Selain itu, masyarakat juga harus didorong tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Terutama dalam menggunakan masker yang belakangan mulai kembali kendur.

Tantangan kedua yang harus ditangani pemerintah adalah menyiapkan angkutan umum atau sarana jalan agar mudik dapat berjalan lancar. Potensi kemacetan panjang diperkirakan akan terjadi di sejumlah ruas jalur pemudik tahun ini, bila pemerintah tidak mampu mengantisipasinya. 

Padahal, kemacetan panjang menyebabkan potensi berkerumunnya para pemudik, yang sudah seharusnya dihindari karena kita masih dalam kondisi wabah Covid-19. Kemacetan-kemacetan panjang yang tidak terkendali juga akan membuat para pemudik tidak nyaman.

Kita berharap, pemerintah dapat menyelesaikan berbagai tantangan dalam kegiatan mudik tahun ini dengan baik. Masih ada waktu tiga pekan ke depan, yang dapat dilakukan pemerintah untuk melakukan persiapan tersebut.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Kota Sehat, Bumi Sehat

Kesehatan manusia bergantung kesehatan ekosistem lingkungan kota.

SELENGKAPNYA

Perilaku Flexing di Bulan Suci

Galibnya, ini dominan pada usia muda (milenial) yang sedang mencari identitas diri sehingga butuh pengakuan.

SELENGKAPNYA

Tantangan Mudik Tahun Ini

Jumlah pemudik yang meningkat tajam tahun ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah.

SELENGKAPNYA