Ilustrasi kegiatan Bank BRI | ANTARA FOTO

Ekonomi

06 Apr 2022, 11:11 WIB

BRI Terus Bantu UMKM Naik Kelas

BRI menargetkan 18 juta pelaku usaha yang belum tersentuh lembaga formal dapat mengakses pembiayaan formal. 

JAKARTA — Kemajuan teknologi dan pergeseran tren belanja mendorong marketplace terus bermunculan. Dalam menangkap momentum pertumbuhan ekonomi digital tersebut, industri perbankan berupaya mengoptimalisasi layanan guna menunjang ekspansi bisnis pada tahun ini.

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fokus utama karena memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional. Pemerintah menargetkan rasio kredit ke UMKM sebesar 30 persen pada 2024 sehingga dibentuk holding ultramikro agar dapat memberikan pembiayaan murah dan cepat kepada pelaku UMKM.

Melalui ekosistem digital, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mempertegas posisinya sebagai bank yang fokus kepada UMKM. Transformasi digital yang dilakukan bank milik negara itu merupakan upaya menjawab kebutuhan masyarakat atas layanan keuangan yang mudah, accessible, dan terintegrasi.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, digitalisasi produk UKM dan strategi pemasaran secara online harus dipercepat untuk menghadapi tuntutan di tengah pandemi seperti saat ini.  

“Pendampingan pelaku UKM secara online dilakukan BRI melalui platform digital seperti aplikasi terbaru Pasar Rakyat Indonesia (PARI) hasil inovasi BRI. Selayaknya marketplace lain, PARI berfungsi menjadi tempat jual-beli komoditas secara daring,” kata Supari saat dijumpai Republika di kantornya, Senin (4/4).

Supari menjelaskan, banyak komoditas diperjualbelikan di aplikasi PARI, terutama pertanian dan peternakan. Mulai dari beras, jagung, aneka sayur, telur, hingga pakan ternak. Adapun aplikasi ini diperuntukkan bagi nasabah BRI. 

“Dengan aplikasi ini mereka terbantu dalam memasarkan dan mengembangkan usahanya. PARI juga memberi kemudahan berupa dana talangan bila mereka kekurangan modal. Tidak ada bunga dan jaminan,” ujar Supari.

Menurut Supari, aplikasi yang diluncurkan pada akhir 2020 itu merupakan embrio menuju UMKM yang naik kelas. Tak hanya itu, Supari juga mengatakan, sebagai bentuk merealisasikan komitmennya dalam mendukung UMKM,  perseroan memiliki platform yang dinamakan Localoka. 

Localoka merupakan platform yang menampilkan outlet produk dari berbagai pelaku usaha dan UMKM binaan BRI. Produk usaha yang dijual platform ini cukup beragam, dimulai dari buah, sayur, frozen food, hingga makanan ringan. Aplikasi Pasar.id juga menjadi terobosan bagi para pedagang yang tidak bisa berjualan semasa pandemi.

"Sudah ada 6.580 pasar yang tergabung Pasar.id, ini platform yang dikelola pedagang pasar, sangat sarat dengan kearifan lokal. Hasilnya sangat bagus, mudah-mudahan dengan situasi semakin baik ini mereka semakin sadar pemberdayaan digital," kata Supari.

BRI terus berkomitmen memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya UMKM di tengah kesulitan yang dihadapi, terutama segmen usaha ultramikro dan mikro. Dari 30 juta pelaku usaha ultramikro yang belum mendapatkan layanan keuangan formal, terdapat lebih dari 12 juta pelaku usaha yang masih bergantung dari pinjaman para kerabat dekat dan rentenir serta 18 juta lainnya bahkan belum terlayani.

BRI menargetkan 18 juta pelaku usaha yang belum tersentuh lembaga formal dapat mengakses pembiayaan formal. Berdasarkan data yang dihimpun perseroan, sebanyak 45 juta pelaku usaha ultramikro tercatat masih membutuhkan pendanaan, baik pendanaan baru maupun tambahan. 

Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 30 juta lainnya belum tersentuh pembiayaan formal. Dari pelaku usaha yang belum tersentuh lembaga pembiayaan formal tersebut, tujuh juta di antaranya mengandalkan pinjaman kerabat, sedangkan lima juta pelaku usaha mengandalkan rentenir dengan bunga sekitar 100 persen sampai 500 persen per tahun.

 
Sebanyak 18 juta pelaku usaha yang belum tersentuh oleh lembaga keuangan akan menjadi fokus BRI.
 
 

“Sebanyak 18 juta pelaku usaha yang belum tersentuh oleh lembaga keuangan akan menjadi fokus BRI. Perseroan akan menyasar terlebih dahulu 18 juta pelaku usaha yang sama sekali belum tersentuh lembaga pembiayaan,” kata Ahmad.

Sementara itu, analis emiten dari Ciptadana Sekuritas Asia Erni Marsella Siahaan menambahkan, penyaluran kredit atau pembiayaan segmen UMKM, khususnya mikro akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan BRI pada 2022.

“Pembiayaan sektor ini juga diperkirakan akan tumbuh positif pada tahun ini. BRI menargetkan pertumbuhan pinjaman konsolidasi sembilan persen hingga 11 persen secara tahunan pada 2022,” ujar Erni dalam hasil riset yang dipublikasikan.

Selain itu, Erni juga melihat, BRI memasuki model bisnis baru dengan menyasar pasar yang lebih kecil dan tenor lebih pendek melalui pemberdayaan segmen ultramikro. Pada September 2021, BRI bersama dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah membentuk holding ultramikro guna menyasar segmen ultramikro sebagai sumber pertumbuhan baru. 

“Pegadaian dan PNM juga diperkirakan masing-masing tumbuh 10 persen dan 17 persen sampai 20 persen secara tahunan pada 2022,” kata Erni. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BANK BRI (bankbri_id)

';

Menjadi Manusia Efektif

Sikap lain menghambat untuk menjadi manusia efektif ialah bekerja tanpa niat dan tujuan yang jelas.

SELENGKAPNYA

Mengenang Kedermawanan Abdurrahman bin Auf

Abdurrahman digambarkan masuk surga dengan merangkak karena sangat dekat dan mudah.

SELENGKAPNYA
×