Petugas polisi membentuk pagar betis menadang pengunjuk rasa anti pembatasan Covid-19 di Windsor, Ontario, Kanada, SAbtu (12/2/2022). | AP/Nathan Denette/The Canadian Press

Internasional

24 Mar 2022, 03:45 WIB

WHO: Pencabutan Pembatasan Langkah 'Brutal'

Peningkatan kasus Covid tertentu terlihat di Inggris, Irlandia, Yunani, Siprus, Prancis, Italia, dan Jerman.

CHISINAU – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis, Italia, dan Inggris, mencabut pembatasan sosial Covid-19 dengan terlalu “brutal”. Akibatnya, saat ini negara-negara tersebut kembali menyaksikan peningkatan kasus Covid-19 yang tampaknya dipicu varian BA.2, yaitu turunan dari omikron.

Direktur WHO Eropa Hans Kluge mengungkapkan, kasus Covid-19 meningkat di 18 dari 53 negara di kawasan Eropa. “Negara-negara di mana kami melihat peningkatan tertentu adalah Inggris, Irlandia, Yunani, Siprus, Prancis, Italia, dan Jerman,” ucapnya dalam konferensi pers di Moldova, Selasa (22/3).

Menurut dia, varian BA.2 kemungkinan memainkan peran dalam peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara tersebut. Karena BA.2 memiliki sifat lebih menular, tapi tidak lebih berbahaya dari pendahulunya, yakni BA.1.

“Namun selain itu (peran varian BA.2), negara-negara tersebut mencabut pembatasan (sosial) secara brutal dari terlalu banyak, menjadi terlalu sedikit,” ujar Kluge.

Selama sepekan terakhir, terdapat 5,1 juta kasus baru Covid-19 di kawasan Eropa. Dalam rentang waktu yang sama, Benua Biru melaporkan 12.496 kematian. Kendati demikian, Kluge berpendapat, saat ini Eropa tetap relatif baik untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

“Ada modal kekebalan yang sangat besar, baik berkat vaksinasi atau karena infeksi,” katanya.

Selain itu, musim dingin di sana akan segera berakhir. Hal itu bakal membuat orang-orang berkumpul lebih sedikit di tempat-tempat kecil dan ramai. “Kemudian kita tahu bahwa omikron lebih ringan pada orang yang divaksinasi lengkap, termasuk booster,” ujar Kluge.

Dia mengingatkan kembali bahwa dunia harus hidup dengan Covid-19 dalam rentang waktu yang cukup lama. “Namun, itu tidak berarti bahwa kita tidak dapat menyingkirkan pandemi,” ucapnya.

Kluge menjelaskan, untuk keluar dari pandemi, negara-negara perlu melindungi yang rentan, memperkuat pengawasan dan pengurutan genom mereka, serta mendapatkan akses ke obat antivirus baru. Terakhir, dia mengatakan, penderita “pasca-Covid-19” perlu dirawat.

Ilmuwan AS khawatir

Peningkatan kasus virus korona di beberapa bagian Eropa dan Asia disoroti para ilmuwan Amerika Serikat (AS). Mereka khawatir bahwa versi ekstra-menular dari varian omikron akan segera meningkatkan kasus di wilayah itu. Terlebih lagi varian hibrida delta-omikron yang langka telah dilaporkan di beberapa negara.

Kepala Scripps Research Translational Institute Dr. Eric Topol mengatakan, AS kemungkinan akan menghadapi kenaikan kasus yang disebabkan BA.2 mulai beberapa pekan ke depan. "Tidak bisa dihindari kita akan melihat gelombang BA.2 di sini," katanya.

Salah satu alasan penyebaran ini karena sejak dua bulan kasus Covid-19 turun, pembatasan pandemi telah dicabut di seluruh AS. Banyak orang melepas masker dan kembali memadati aktivitas dalam ruangan seperti restoran dan teater.

Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan penambahan kasus yang disebabkan oleh BA.2 naik secara signifikan. CDC melaporkan pada Selasa, bahwa varian tersebut menyumbang sekitar 35 persen dari infeksi baru pekan lalu.

Ahli penyakit menular Pemerintah AS Dr Anthony Fauci mengatakan kepada ABC "This Week" pada akhir pekan, bahwa kemungkinan AS akan menghadapi kenaikan serupa seperti terjadi di Eropa, khususnya Inggris. Namun, lonjakan itu tampaknya tidak akan besar.

Peneliti di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health Keri Althoff memperingatkan bahwa jumlah kasus CDC meremehkan angka sebenarnya. Beberapa orang tidak lagi dites dan yang lain melakukan tes di rumah sehingga tidak melaporkan hasilnya. ';

Menkes Sebutkan Indikasi Pandemi Menjadi Endemi

Pemerintah dinilai tetap berhati-hati ketika mengubah status pandemi menjadi endemi.

SELENGKAPNYA

Epidemiolog: Hindari Kerumunan Jelang Ramadhan

Mitigasi saat mudik Lebaran nanti kesiagaan agar kerumunan tidak dalam waktu sangat lama.

SELENGKAPNYA

Sandungan Kembali Adang Gadis Afghanistan 

Kaum pragmatis ingin lebih banyak terlibat sambil tetap mempertahankan nilai Islam.

SELENGKAPNYA
×