Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

Tobat Hakiki

Berbagai langkah untuk bertobat ini bisa dilakukan kapan saja, di bulan Sya'ban sangat dianjurkan.

Oleh ABDUL SYUKKUR

OLEH ABDUL SYUKKUR

Ali RA pernah ditanya tentang hakikat tobat, beliau menjawab, hakikat tobat ada dalam enam hal: menyesali dosa-dosa masa lalu, meng-qadha (menunaikan) kewajiban, mengembalikan hak orang lain, meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain, memantapkan hati untuk tidak melakukan dosa yang pernah dilakukan, membiasakan diri dalam ketaatan kepada Allah sebagaimana pernah terbiasa dalam kemaksiatan.

Pertama, yang harus dilakukan orang yang mau bertobat adalah menyesali dosa-dosa yang pernah dilakukannya pada masa lalu, baik dosa kecil maupun dosa besar. Penyesalan di sini bisa berbentuk kemarahan pada diri sendiri yang telah berbuat dosa, marah pada diri sendiri karena telah terlena dengan rayuan setan, marah pada diri sendiri karena telah terjerumus pada perbuatan yang dilarang dan dimurkai Allah SWT.

Kedua, menunaikan kewajiban. Jika dosa yang kita lakukan berupa meninggalkan kewajiban kepada Allah, maka di antara cara bertobatnya adalah dengan meng-qadha (menunaikan) kewajiban tersebut karena hal itu merupakan utang bagi orang yang meninggalkannya. Jadi, selama utang tersebut belum terbayar maka tobatnya tidak akan diterima.

Ketiga, mengembalikan hak orang lain. Jika dosa yang pernah dilakukan berkaitan dengan hak orang lain, seperti mencuri, utang yang tak terbayar, dan lain sebagainya, maka harus dikembalikan kepada orang tersebut. Sebab, selama hak orang lain itu belum dikembalikan, tobatnya tidak akan pernah diterima oleh Allah SWT meski sampai menangis air mata darah.

Keempat adalah meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Meminta maaf sama dengan meminta kerelaan orang yang pernah kita sakiti untuk memaafkan kesalahan kita. Begitu pula sebaliknya, ketika ada orang yang bersalah kepada kita maka kita pun harus berlapang dada dan harus rela memaafkannya.

Langkah kelima, memantapkan hati untuk tidak mengulangi dosa yang pernah dilakukannya. Di sini akan tampak kesungguhan seseorang dalam tobatnya. Jika sudah tidak ada lagi keinginan untuk mengulangi dosa yang pernah dilakukannya bisa dipastikan orang tersebut bersungguh-sungguh dalam tobatnya, tapi jika ternyata masih ada keinginan mengulang perbuatan dosanya atau paling tidak hatinya kurang mantap untuk meninggalkan dosa tersebut, maka kesungguhan tobatnya masih dipertanyakan.

Kemudian, langkah keenam membiasakan diri dalam ketaatan kepada Allah sebagaimana pernah terbiasa dalam kemaksiatan. Agar seseorang benar-benar terlepas dari perbuatan dosa, sudah semestinya ia meninggalkan perbuatan dosa tersebut dan menggantinya dengan kebiasaan-kebiasaan baik. Karena orang yang menghabiskan waktunya untuk kebaikan tidak akan sempat untuk melakukan perbuatan dosa atau maksiat.

Berbagai langkah untuk bertobat ini bisa dilakukan kapan saja, tapi di bulan Sya’ban dan dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan sangat dianjurkan. Wallahu a’lam.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Menguatkan Harapan dan Optimisme

Kita berharap hadirnya Ramadhan 1443 H menguatkan kembali semangat, harapan, dan optimisme.

SELENGKAPNYA

Mafia Minyak Goreng dan HAM

Kelangkaan minyak goreng menyengsarakan jutaan keluarga juga pelaku usaha kecil.

SELENGKAPNYA

Polemik Label Halal Indonesia

Kegaduhan terkait label halal Indonesia sesungguhnya tak perlu terjadi.

SELENGKAPNYA