Calon penumpang menjalani tes usap antigen di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/3/2022). | ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

Nasional

Tingkatkan Kemampuan Deteksi Covid-19 Meski Kasus Turun

Kemampuan mendeteksi Covid-19 harus makin ditingkatkan meski kasus Covid-19 saat ini menurun.

JAKARTA – Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, kemampuan mendeteksi Covid-19 harus makin ditingkatkan meski kasus Covid-19 saat ini menurun. Dua langkah untuk mendeteksi kasus Covid-19, yakni pengujian (testing) dan pelacakan kontak (tracing).

"Saya lihat sekarang turun drastis banget (kasus Covid-19) tapi kan pemerintah harus memantau atau melakukan surveilans Covid-19 dengan ketat, kemampuan deteksi harus meningkat," kata Yunis, Senin (14/3).

Masyarakat juga diimbau tidak takut mengikuti pemeriksaan Covid-19 lewat antigen atau PCR karena pengujian perlu dilakukan untuk menemukan infeksi Covid-19 di tengah masyarakat dan mencegah penyebarannya. "Sekarang ada kemalasan untuk masyarakat memeriksa antigen atau PCR. Jadi menurut saya banyak kasus yang tidak terdeteksi yang menyebabkan penularan Covid-19 masih ada di Indonesia," ujarnya.

photo
Calon penumpang pesawat menjalani tes usap antigen di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (8/3/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Semakin cepat kasus ditemukan di tengah masyarakat maka diharapkan bisa semakin mencegah penyebaran Covid-19 meluas. Yunis menuturkan, jika pembebasan sosial terlalu dini dilakukan meskipun saat ini kasus sudah menurun maka kemungkinan akan terjadi peningkatan kasus.

Untuk daerah dengan positivity rate yang tinggi, pembatasan sosial harus digencarkan. Menurut Yunis, daerah dengan level dua bukan berarti aman dari penularan Covid-19 karena level dua mudah sekali beralih ke level 3. 

Untuk itu, perlu tetap melakukan pembatasan sosial. "Mari tetap pertahankan protokol kesehatan sampai nanti ada batas indikator yang bisa digunakan bebas bersama," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan, pemerintah harus memastikan protokol kesehatan (prokes) ditegakkan dengan baik di Bali terutama pada masa uji coba pemberlakuan kebijakan tanpa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang datang ke Bali.

"Indikator pemakaian masker, kepatuhan protokol kesehatan, cuci tangan dan lainnya itu harus dipantau dengan baik di Bali sehingga masyarakat internasional percaya ke Bali," kata dia.

photo
Calon penumpang kereta api memindai barcode pedulilindungi sebelum jam keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/12/2021). - (Republika/Thoudy Badai)

Presiden Joko Widodo telah mengingatkan para gubernur agar tidak mengendurkan pelaksanaan protokol kesehatan di daerahnya masing-masing. Ia menekankan, meskipun kasus positif harian sudah menurun, namun kewaspadaan dalam pengendalian kasus harus tetap dilakukan. 

“Patut kita syukuri penurunan kasus harian, tetapi harus hati-hati untuk semua gubernur pengendaliannya tidak dikendurkan utamanya protokol kesehatan, diimbau terus masyarakat agar taat dan patuh pada protokol kesehatan,” ucap Jokowi saat memberikan pengarahan di Hotel Novotel Balikpapan pada Ahad (13/3) malam, dikutip dari siaran pers Istana. 

Jokowi juga menekankan pentingnya vaksinasi yang harus terus digencarkan pelaksanaannya di daerah. “Dilanjutkan dengan vaksinasi, vaksin 1, vaksin 2 hingga vaksin penguat atau booster,” kata dia. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Siswa Sambut Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran tatap muka membuat siswa lebih memahami materi yang diberikan guru.

SELENGKAPNYA

Kasus Covid-19 Terus Tunjukkan Perbaikan

Aktivitas Ramadhan bisa kembali normal bila cakupan vaksinasi dan booster terus ditingkatkan.

SELENGKAPNYA