Warga membeli pangan bersubsidi di RPTRA Beringin, Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (11/3/2022). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar penyaluran pangan bersubsidi seiring naiknya bahan-bahan pokok belakangan. | Republika/Putra M. Akbar

Kabar Utama

12 Mar 2022, 03:55 WIB

Wapres: Tindak Tegas Spekulan Pangan

Kementan dan Kemendag menjamin stok bahan pokok aman menjelang Ramadhan.

JAKARTA--Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta ada tindakan tegas terhadap spekulan yang menimbun bahan pokok. Spekulan perlu ditindak karena membuat pasokan terganggu dan berpengaruh pada harga, meskipun stok bahan pokok mencukupi.

Wapres menekankan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (11/3). Dalam kunjungan itu, Kiai Ma’ruf ingin memastikan ketersediaan pasokan beras menjelang bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Ini (spekulan) harus diambil tindakan tegas. Sebab kalau tidak, akan berpengaruh dan menyebabkan kelangkaan barang dan harga yang naik," kata Wapres.

Kiai Ma’ruf mengatakan, meski harga bahan pokok kerap naik menjelang Ramadhan maupun Lebaran, tetapi kenaikan harus tetap dalam batas wajar. Oleh karena itu, tegas Wapres, penegakan hukum kepada para spekulan yang menimbun bahan pokok harus dilakukan.

Namun demikian, Wapres menekankan para spekulan yang dimaksud bukanlah warga atau rumah tangga yang menyiapkan stok kebutuhan bahan pokok dalam batas wajar. Ini disampaikan Wapres terkait tuduhan banyak warga yang menimbun minyak goreng.

"Saya kira, antara yang membeli untuk persiapan dan menimbun itu beda, saya kira itu kriterianya. Spekulan itu yang (menimbun) sekian banyak berton-ton, jadi tidak usah khawatir, tidak mungkin orang simpan kebutuhan disebut spekulan," katanya.

Terkait stok pangan, Kiai Ma’ruf menyebut stok beras aman berdasarkan paparan Bulog. Wapres menambahkan, Kementerian Pertanian (Kementan) beberapa hari lalu juga telah menyampaikan laporan tentang hasil pertanian, salah satunya komoditas padi di berbagai daerah yang disebut mencukupi hingga beberapa bulan mendatang. Karena itu, Wapres meyakni pasokan beras ke masyarakat akan tetap terjaga.

Distribusi menjadi salah satu persoalan yang menyebabkan bahan pokok seperti minyak goreng sulit didapatkan masyarakat belakangan ini. Menteri Perdagangan Muhammad Lutif pada Rabu (9/3) menyatakan bakal menegakkan aturan harga eceran tertinggi (HET) dengan menggandeng Polri.

photo
Anggota Polisi menjaga tumpukan kardus berisi minyak goreng kemasan 2 liter yang diamankan dari gudang di Kampung Kempeng, Desa Cempaka, Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (26/2/2022). Satgas Pengamanan Pangan Polda Banten bekerjasama dengan jajaran Reskrimsus Polres Lebak mengamankan 24 ton minyak goreng di gudang milik tersangka MK yang dijual di atas harga patokan yang ditetapkan pemerintah dan tidak dilengkapi surat izin yang sah. - (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Satgas Pangan di berbagai daerah sudah turun tangan untuk melakukan sidak ke berbagai gudang distributor minyak goreng. Meski sempat ditemukan dugaan penimbunan dan dilakukan penyitaan, Satgas Pangan Polri menyatakan belum menemukan tindak pidana penimbunan.

Mengenai pasokan pangan jelang Ramadhan, pemerintah meminta masyarakat tak perlu khawatir kekurangan stok. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, total stok sapi lokal saat ini mencapai 234 ribu ton, melebihi proyeksi kebutuhan daging sapi hingga Lebaran yang sebesar 202 ribu ton.

"Masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan bahan pangan di bulan Ramadhan," kata Syahrul dalam pernyataannya, Jumat (11/3).

Sejumlah harga komoditas terpantau mengalami kenaikan menjelang Ramadhan. Gejolak harga bahan pokok, antara lain, terjadi pada harga cabai. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan warga cabai akan  normal mulai April seiring masuknya musim panen di sejumlah sentra cabai wilayah Jawa.

Direktur Bahan Pokok dan Penting Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim mengatakan, pantauan Kemendag selama sepekan terakhir di 20 pasar induk, mengindikasikan bahwa rata-rata pasokan harian cabai sebesar 365,62 ton per hari.  Volume tersebut, kata dia, setara 5,28 persen di bawah pasokan normal, sehingga hal ini berkorelasi terhadap kenaikan harga cabai.

Kenaikan harga cabai disebabkan terganggunya pasokan akibat curah hujan yang tinggi di sentra-sentra produksi. "Mulai April pasokan mulai bertambah karena beberapa sentra produksi memasuki masa panen, sehingga pasokan ke pasar akan kembali normal dan harga kembali pada tingkat yang wajar," kata Isy Karim kepada Republika.

Dia mengatakan, Kemendag dan Kementerian Pertanian juga sudah mengidentifikasi potensi produksi dan sebaran distribusi sentra cabai.  "Kita juga mendorong penyerapan cabai oleh industri pengolah langsung ke petani melalui skema kontrak," ujar dia.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, harga cabai rawit merah per Jumat (11/3) mencapai Rp 72.400 per kg. Meskipun belum memiliki harga acuan pemerintah, rata-rata harga normal cabai di tingkat konsumen sekitar Rp 35 ribu per kg.

Inflasi terkendali 

Presiden Joko Widodo menilai, Indonesia masih mampu menjaga tingkat inflasi di tengah ketidakpastian yang kembali meningkat akibat adanya perang Rusia dan Ukraina. Menurut Jokowi, harga pangan dunia mengalami kenaikan, termasuk gandum dan kedelai.

 Perang yang terjadi di Ukraina dan Rusia pun sangat berimbas pada kenaikan harga gandum di Indonesia, karena lebih dari 20 persen produk gandum diimpor dari kedua negara tersebut.

Jokowi mengatakan, tingkat inflasi Indonesia terkendali di angka 2 persen. "Sementara negara lain,mengalami kenaikan inflasi yang tinggi, seperti di Turki yang sebesar 48,7 persen, Amerika Serikat sebesar 7,5 persen, dan Rusia sebesar 8,7 persen," katanya, kemarin.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, tingkat inflasi tahun ke tahunm yaitu Februari 2022 terhadap Februari 2021 sebesar 2,06 persen. Adapun secara bulanan, yaitu Februari terhadap Januari, terjadi deflasi sebesar 0,02 persen.   ';

Putin Sanksi Balik Negara Barat

Krisis Ukraina dan Rusia mengancam ketahanan pangan global di tengah pandemi yang berkepanjangan.

SELENGKAPNYA

Hilangnya Penanda Jarak di Antara Jamaah

Imbauan MUI untuk kembali merapatkan shaf shalat bisa menjadi pengobat kerinduan setelah dua tahun ‘dipisah’ pandemi.

SELENGKAPNYA

 ‘Pasokan Minyak Goreng Harus Adil dan Merata’

Para distributor langganan pedagang pasar juga banyak yang mengeluhkan kekosongan stok.

SELENGKAPNYA
×