Bodetabek
Kabupaten Tangerang Waspadai Pohon Tumbang
Pemda harus mengantisipasi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
TANGERANG – Kabupaten Tangerang mewaspadai insiden pohon tumbang saat hujan dengan intensitas tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat, kasus pohon tumbang di wilayah Kabupaten Tangerang pada Januari 2022 telah mencapai 10 kasus.
Insiden terbaru pada Januari 2022, pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang terjadi di Kecamatan Mekar Baru dan Mauk. Di Mekar Baru, peristiwa pohon tumbang menimpa dapur rumah dan kandang milik warga, tepatnya di Kampung Sura RT 05, RW 01, Desa Mekar Baru. Adapun di Mauk, insiden pohon tumbang menimpa pos sebuah ormas di Jalan Raya Tanjung Kait.
“Sampai akhir bulan Januari 2022 ini, jumlah kasus pohon tumbang di wilayah Kabupaten Tangerang ada 10 kasus, termasuk yang terbaru di wilayah Mauk dan di Desa Mekar Baru,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir, Sabtu (29/1).
Meskipun demikian, Munir mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden pohon tumbang yang terjadi. Hanya saja, ada sejumlah kerugian materiel yang dialami warga terdampak.
Untuk mengantisipasi peristiwa pohon tumbang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang melakukan pemangkasan pohon perindang di sejumlah titik. Pemangkasan dilakukan terhadap pohon perindang di pinggir jalan maupun pohon milik warga yang condong ke jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan saat hujan dan angin kencang.
“Saat ini sedang musim hujan, karena itu kami memangkas pohon di pinggir jalan yang mengganggu pengguna jalan. Pemangkasan ini juga sebagai perawatan rutin petugas DLHK di awal tahun 2022,” kata Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Achmad Taufik.
Dia memastikan, secara rutin melakukan pemotongan pohon, terutama pohon-pohon dengan beban lebih berat pada umumnya seperti pohon perindang untuk mengantisipasi insiden pohon tumbang di kemudian hari.
Waspada cuaca ekstrem
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau warga agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem menjelang perayaan Imlek 1 Februari 2022. "Berdasarkan pengalaman, bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga angin puting beliung menjelang perayaan Imlek setiap tahunnya berpotensi terjadi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor.
Terkait dengan itu, masyarakat tetap waspada ketika beraktivitas di luar rumah termasuk ketika berlalu lintas, dan yang terpenting dapat menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah di saluran atau sungai yang dapat menghambat aliran air. "Nelayan juga sudah kita minta agar waspada terhadap potensi bencana di laut, dan sebaiknya tidak melaut saat cuaca ekstrem," katanya.
Lebih jauh Mahfuddin mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem menjelang perayaan Imlek sudah mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir ini.
Apalagi, katanya, dalam beberapa hari terakhir ini, intensitas hujan disertai angin kencang terjadi setiap hari, bahkan dari pagi hingga malam. "Kendati demikian, Alhamdulillah kondisi Kota Mataram masih aman terkendali termasuk titik genangan, dari pantauan kami hampir tidak ada," katanya.
Kalaupun terjadi peningkatan volume air sungai di beberapa sungai yang melintasi Kota Mataram diantaranya Sungai Jangkuk, Ancar, Berenyok dan Kali Unus, peningkatannya masih normal dan belum ada yang berpotensi masuk ke permukiman penduduk.
Kondisi itu, kata dia, terjadi karena Satgas Terpadu penanganan Bencana Kota Mataram, telah melakukan upaya antisipasi. Misalnya, dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan normalisasi sungai dan saluran.
Selain itu dari Dinas Perkim dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bekerja sama melakukan perantingan pohon serta pengawasan terhadap pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang.Sedangkan anggota dari BPBD, tambahnya, aktif berkeliling pada sejumlah titik potensi bencana seperti di sepanjang sembilan kilometer laut Kota Mataram, titik genangan dan aliran sungai.
"Ketika ada hal-hal yang dinilai berpotensi bencana, petugas kami segera melapor untuk ditindaklanjuti satgas terpadu penanganan bencana," demikian Mahfuddin Noor.
View this post on Instagram
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
