Pejuang Kurdi mengambil posisi bertahan di Penjara Ghweiran dari serangan ISIS pada Ahad (23/1/2022). | AP Photo/Hogir Al Abdo

Internasional

31 Jan 2022, 03:45 WIB

Rezim Assad akan Tuntut Militer Amerika Serikat

Pasukan Amerika Serikat disebut sengaja mengabaikan serangan ISIS ke penjara Ghweran.

DAMASKUS -- Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengancam akan mengajukan tuntutan kepada pejabat pemerintahan dan pasukan Amerika Serikat (AS). Rezim Assad mengklaim memiliki bukti pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan AS di Suriah.

"Tuntutan tidak hanya mencakup pidana, tetapi juga tuntutan atas hak-hak korban atas kompensasi di hadapan otoritas peradilan nasional dan internasional yang kompeten," ujar pernyataan Jaksa Penuntut Umum Militer di bawah rezim Assad, dilansir Alarabiya, Ahad (30/1).

Rezim Assad menganggap, kehadiran AS di Suriah tidak dapat dibenarkan. Terutama karena AS tidak memperoleh izin sebelumnya dari pemerintah Assad mengenai kehadirannya, dan Dewan Keamanan PBB juga tidak mengizinkannya.

Rezim Assad JUGA menuduh pasukan AS mendukung proyek separatis di timur laut Suriah. "Ada bukti yang menunjukkan banyak anggota ISIS menerima pelatihan dari tentara AS," ujar Jaksa Penuntut Umum Militer Suriah.

photo
Pejuang Kurdi menengok jasad anggota ISIS yang menyerang Penjara Ghweiran di Suriah pada Ahad (20/1/2022). - (AP Photo)

Jaksa Penuntut Umum Militer juga memiliki bukti bahwa pasukan AS sengaja mengabaikan peristiwa serangan ISIS ke penjara Ghweran. Serangan ini bertujuan untuk membebaskan ratusan tahanan ISIS. 

"Jaksa Penuntut Umum Militer sekarang memiliki bukti kuat bahwa Amerika mengendalikan gerakan dan kegiatan organisasi di Suriah dari pangkalannya di Al-Tanf. Perundangan Suriah dan pasal-pasal Konvensi Jenewa 1949 akan memungkinkan penuntutan bagi semua orang yang terlibat dalam apa yang dilakukan pendudukan AS di wilayah Suriah, apakah mereka orang Suriah atau orang asing," kata Jaksa Penuntut Umum Militer Suriah. 

Serangan ISIS di kompleks penjara Ghweran dekat kota Hasakah, Suriah, terjadi pada 20 Januari 2022. ISIS menyerang penjara yang dikelola Kurdi di timur laut Suriah pitu untuk membebaskan sesama militan. “Sebuah bom mobil menghantam pintu masuk penjara Ghwayran dan ledakan kedua terjadi di sekitarnya sebelum gerilyawan ISIS menyerang pasukan keamanan Kurdi yang menjaga fasilitas itu,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Dilansir Alarabiya, Jumat (21/1), akibat serangan tersebut, banyak tahanan yang berhasil melarikan diri. Namun tidak dirincikan berapa jumlah tahanan yang kabur.

photo
Pejuang Kurdi menahan anggota ISIS yang menyerang Penjara Ghweiran di Suriah pada Ahad (20/1/2022). - (AP Photo)

Kepala Observatorium Rami Abdul Rahman mengatakan, Ghweran adalah salah satu fasilitas penjara terbesar yang menampung pejuang ISIS di timur laut Suriah. “Sebuah pemberontakan baru dan upaya melarikan diri oleh teroris Daesh yang ditahan di penjara Ghwayran di al-Hasaka sehubungan dengan ledakan bom mobil,” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.

Mereka menyalahkan serangan itu pada “sel-sel tidur Daesh, yang menyusup dari lingkungan sekitarnya dan bentrok dengan Pasukan Keamanan internal.” Observatorium mengatakan SDF telah mengirim bala bantuan ke penjara dan menutup daerah itu. Pesawat milik koalisi internasional pimpinan AS yang memerangi ISIS disebut melintas di atas fasilitas itu dan menjatuhkan suar di sekitarnya.

Kekhalifahan yang dideklarasikan oleh kelompok ISIS, didirikan sejak 2014, pernah membentang di sebagian besar Suriah dan Irak dan mengatur jutaan penduduk.

photo
Pejuang Kurdi menengok jasad anggota ISIS yang menyerang Penjara Ghweiran di Suriah pada Ahad (20/1/2022). - (AP Photo)

Perlawanan militer yang panjang dan mematikan yang dipimpin oleh pasukan Suriah dan Irak dengan dukungan dari Amerika Serikat dan kekuatan lain akhirnya mengalahkan ISIS pada Maret 2019. Sisa-sisa ISIS sebagian besar kembali ke tempat persembunyian gurun mereka dari mana mereka terus mengganggu pemerintah Suriah dan pasukan sekutu.

Serangan ke penjara di Ghweran juga memicu pertempuran hebat yang menewaskan sekitar 260 orang. Sebuah buldoser pada Sabtu (29/1) pun mengangkat sejumlah jenazah ke truk untuk dimakamkan. Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS (SDF) mengatakan, mereka telah merebut kembali penjara itu pada Rabu (26/1).

Namun operasi untuk memberantas musuh masih berlangsung. Pada Sabtu (29/1), terdapat sejumlah bentrokan kembali di sekitar penjara antara SDF dan pasukan keamanan Kurdi. Pemantau hak asasi manusia Suriah mengatakan, empat pejuang ISIS menyandera seorang pejabat dan tiga warga sipil setempat selama beberapa jam di dekat penjara. Pasukan Kurdi kemudian membebaskan para tersangka dan menembak mati tiga pejuang ISIS.  ';

×