Seorang siswa SMPN 252 mengikuti tes usap PCR di Jakarta Timur, Kamis (13/1/2022). Sebanyak 35 siswa serta 10 guru mengikuti tes usap PCR setelah terdapat satu siswa yang positif COVID-19 dan saat ini PTM (Pembelajaran Tatap Muka) diberhentikan selama lim | ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.

Bodetabek

25 Jan 2022, 02:58 WIB

DKI Jakarta Tetap Gelar PTM 100 Persen

Dinas Pendidikan DKI akan tetap melakukan pengawasan dan evaluasi terkait PTM yang masih berlangsung.

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mempertimbangkan segala masukan mengenai pembelajaran tatap muka (PTM). Menurut dia, pihaknya juga terus melakukan monitoring, pengawasan hingga evaluasi PTM 100 persen.

“Kami akan pertimbangkan terus, kami memberlakukan PTM 100 persen mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kemendikbudristek,” kata Riza saat ditemui di Balai Kota DKI, Senin (24/1).

Dalam pelaksanaan PTM beberapa pekan ini, Ahmad Riza mengatakan, tugas dan ketentuan soal PTM oleh pemda dilakukan berdasarkan ketentuan yang ada. Dia memastikan, PTM DKI bisa berlangsung dengan lebih baik ke depannya.

Riza tak menampik soal evaluasi PTM, termasuk dua sesi pelaksanaanya. Menurut dia, masukan formal ataupun informal dari warga DKI secara umum akan ditampung. 

Dia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat menyoal PTM. “Rapat rutin juga dilakukan dengan presiden dan para menko, internal juga rutin,” katanya.

Berdasarkan data yang didapatnya hingga Senin (24/1), total sekolah yang sempat ditutup di DKI berjumlah 43 sekolah. Dari jumlah itu, ada 72 kasus positif, terdiri atas 67 peserta didik, dua pendidik, dan tiga tenaga pendidik.

“Dari 43 sekolah, yang sudah dibuka kembali itu ada 28. Yang masih tutup 15 sekolah, mudah-mudahan dalam waktu dekat hampir semua sudah dibuka kembali,” ujar dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan pembelajaran tatap muka (PTM) dua sesi. Riza mengatakan, pertimbangan itu menyusul masukan dan rekomendasi dari banyak pihak tentang penyelenggaraan PTM. Saat ini, dia mengatakan, Dinas Pendidikan DKI akan tetap melakukan pengawasan dan evaluasi terkait PTM yang masih berlangsung. 

“Semua kemungkinan ada, tapi sekali lagi kita tetap mengacu kepada aturan dan kebijakan yang ada,” kata dia saat ditemui awak media di Balai Kota, Rabu (19/1).

Di tempat terpisah, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti penyelenggaran PTM di sekolah-sekolah di tengah meluasnya varian omikron. Wapres menilai, kebijakan PTM perlu memerlukan perhatian khusus.

"Sampai tanggal 18 Januari 2022 itu terdapat 41 sekolah SD/SMA di Jakarta yang sebagian siswanya positif Covid-19. Bagaimana kira-kira kelanjutan kebijakan dari PTM ini, pembelajaran tatap muka ini," ujar Wapres saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melalui konferensi video, Senin (24/1).

Wapres mengatakan, penyebaran varian omikron sangat cepat. Bahkan, diperkirakan puncak penyebaran varian omikron akan terjadi pada Februari 2022 hingga awal Maret 2022. "Karena penyebarannya cepat dan bahkan diperkirakan Februari ini akan mencapai puncaknya dan sampai dengan awal Maret," kata Wapres. 


×