Foto udara proyek pembangunan Jalan Tol Semarang - Demak seksi II di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (19/1/2022). Menurut data yang dihimpun PT PP selaku kontraktor pelaksana proyek jalan tol tersebut dengan skema Join Operation bersa | ANTARA FOTO/Aji Styawan

Ekonomi

21 Jan 2022, 02:29 WIB

PT PP Siapkan Strategi Bisnis Tahun Ini

Beberapa strategi PT PP yang telah disusun pada tahun ini antara lain peningkatan kapabilitas penetrasi pasar

JAKARTA  — PT PP (Persero) Tbk, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) investasi dan konstruksi, telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja selama 2022, yakni membidik laba bersih naik 18 persen dan kontrak baru tumbuh 47 persen dibandingkan 2021. Guna mencapai target pertumbuhan kinerja tersebut, PT PP menyusun berbagai strategi dan kebijakan di tahun ini.

Selain itu, strategi yang disusun untuk jangka pendek, jangka menengah, ataupun jangka panjang tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan pertumbuhan kinerja keuangan berkelanjutan.

“Sejalan dengan program transformasi perusahaan BUMN yang dicanangkan menteri BUMN, perseroan berharap dengan aksi korporasi tersebut dapat meningkatkan kinerja induk, dan anak perusahaan," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PP Agus Purbianto di Jakarta, Kamis (20/1).

Agus menyebutkan, beberapa strategi perusahaan yang telah disusun pada tahun ini antara lain peningkatan kapabilitas penetrasi pasar, khususnya pada sektor yang menjadi keunggulan, memperbesar, dan berfokus pada portofolio milik pemerintah, BUMN, dan kerja sama BUMN, peningkatan pengelolaan investasi.

Strategi peningkatan pengelolaan investasi yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan program investasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Selain program investasi, PT PP juga melakukan asset recycling baik untuk sektor properti maupun nonproperti pada tahun ini.

Di sektor nonproperti, PT PP akan melakukan divestasi atau asset recycling pada penjualan peralatan berat konstruksi. Agus mengatakan, hasil divestasi tersebut akan digunakan untuk pembaruan dan investasi alat-alat berat baru yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan anak perusahaan saat ini seperti pada kebutuhan area pertambangan.

"Selain itu, perseroan juga akan melakukan asset recycling melalui skema pelepasan saham pada empat perusahaan patungan yang didirikan oleh PT PP ataupun anak usahanya di sektor properti, pembangkit listrik, dan minyak bumi,” ujar Agus.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT PP (Persero) Tbk (ptpp_id)

Sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan percepatan asset recycling di bidang properti, perseroan bekerja sama dengan PT Danareksa Sekuritas (Persero) akan meluncurkan program percepatan peningkatan kinerja pasca pandemi.

Dengan dilaksanakannya program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para investor memiliki aset-aset persediaan properti yang dikelola oleh BUMN Konstruksi. Dalam program ini, Agus mengatakan, perseroan membuka peluang bagi investor memiliki aset anak perusahaannya yang bergerak di bidang properti.

Sebanyak 19 aset properti yang dimiliki oleh PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT PP Urban (PPUB) akan dilepas dalam jumlah besar (bulk). Salah satu proyek milik PPRO yang mengikuti program tersebut adalah Grand Kamala Lagoon yang berlokasi di jantung kota Bekasi dan memiliki mal di dalam kawasan. 

Dengan memiliki hunian tersebut, para konsumen dapat merasakan manfaatnya secara langsung unit tersedia tersebut dapat langsung ditempati atau disewakan kembali sehingga memiliki nilai jual.

"Perseroan sebagai salah satu perusahaan BUMN konstruksi turut ikut andil dalam program tersebut di mana dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat meningkatkan likuiditas perusahaan," kata Agus. 

PT PP membidik perolehan kontrak baru sebesar Rp 31 triliun pada tahun ini sehingga optimistis dapat mencapai laba sesuai dengan yang ditargetkan. Perolehan kontrak baru tersebut ditargetkan berasal dari sektor gedung senilai 34,56 persen, jalan dan jembatan sebesar 30,95 persen, industri sebesar 11,29 persen, dan minyak dan gas sebesar 7,90 persen.

Kemudian, bendungan sebesar 5,48 persen, irigasi 3,87 persen, pelabuhan sebesar 2,10 persen, pembangkit listrik sebesar 2,07 persen, dan bandar udara sebesar 1,77 persen.

“Meskipun tahun 2021 dipenuhi oleh tantangan, hasil kerja keras perusahaan tahun lalu masih mampu membukukan kontrak baru senilai Rp 21 triliun," kata Sekretaris Perusahaan PT PP Yuyus Juarsa.

Target perolehan kontrak baru perseroan pada 2022 sebesar Rp 31 triliun tumbuh sekitar 45 persen dari pencapaian di tahun sebelumnya. Pada tahun ini, PT PP juga akan berfokus menggarap sejumlah proyek milik pemerintah dan BUMN.

Adapun total segmentasi pemasaran PT PP untuk proyek milik pemerintah, BUMN, dan kerja sama BUMN mencapai 92 persen. Perseroan telah menyusun berbagai strategi dan kebijakan untuk mencapai sejumlah target yang telah ditetapkan pada 2022.

photo
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan Tol Cijago seksi 3 di kawasan Kukusan, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/11/2021). Data dari PT PP (Persero) Tbk menyebutkan proyek pembangunan jalan Tol Cinere - Jagorawi (Cijago) seksi 3 sepanjang 14,64 kilometer tersebut telah mencapai 13,40 persen dengan target selesai pada kuartal III 2022 mendatang serta menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mengurangi kemacetan dari Bogor - Depok - Bandara Soekarno Hatta. - (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.)

Sumber : Antara


×