Warga berjalan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jakarta, Kamis (16/12). DKI Jakarta kembali ditetapkan menjalani PPKM level satu selama libur natal dan tahun baru (nataru) mendatang. Penerapan PPKM Level 1 ini | Prayogi/Republika.

Jakarta

Pemprov DKI Jakarta Kaji Pembatasan Skala Mikro

Warga Krukut, Jakarta Barat, yang positif Covid-19 bertambah 10 orang.

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menerapkan pembatasan wilayah skala mikro (micro lockdown) sesuai fakta dan data penularan Covid-19, termasuk varian omikron. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tidak membeberkan secara detail syarat penerapan penguncian wilayah skala mikro. 

Namun, diperkirakan seperti penerapan pembatasan kegiatan masyarakat yang sempat dilakukan pada periode sebelumnya. "Prinsipnya semua bekerja yang terbaik, memastikan warga tidak terpapar virus," kata Riza, Senin (10/1).

Riza meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah, kecuali untuk kegiatan tugas dan sekolah. "Tetap hati-hati tempat terbaik tetap di rumah, tidak perlu keluar rumah, terlebih yang orang berusia lebih dari 60 tahun, anak-anak di bawah sembilan tahun, kami minta tetap ada di rumah," kata dia.

Pemprov DKI Jakarta mencatat, hingga 9 Januari 2022, total kasus positif aktif Covid-19 yang dirawat dan diisolasi mencapai 1.885 orang terdiri atas 1.415 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) atau 75,1 persen dan sisanya 470 orang non-PPLN. Dari jumlah kasus positif aktif itu, sebanyak 407 di antaranya kasus positif varian Omicron dengan perincian PPLN sebanyak 350 orang atau 86 persen dan 57 orang lainnya transmisi lokal.

Untuk pembatasan aktivitas di Jakarta saat ini sedang dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dengan sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat. Pembatasan kegiatan masyarakat itu di antaranya untuk kegiatan di sektor nonesensial maksimal 50 persen bagi pegawai sudah divaksinasi untuk kerja di kantor (work from office/WFO).

Sementara itu, warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, bertambah 10 orang. Ini berdasarkan hasil tes usap antigen dan PCR pada Senin. "Ada 10 orang yang positif, hasil tes antigen. Kini mereka sedang menjalani isolasi mandiri menunggu persetujuan rujukan di Wisma Atlet," kata Lurah Krukut Ilham Nurkarin.

Tes usap antigen dan PCR itu dilakukan dalam rangka pelacakan penyebaran Covid-19 setelah 36 warganya berstatus positif beberapa hari lalu. Dengan temuan itu, total warga Krukut yang berstatus positif menjadi 46 warga.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah warga yang terpapar itu terkena varian omikron atau tidak. Sebelumnya, 36 warga Krukut dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes kesehatan. Dari 36 warga, satu orang dirawat di rumah sakit karena melahirkan dan sisanya menjalani isolasi mandiri di Wisma Atlet Kemayoran.

Nurkarin mengatakan, temuan ini berawal dari salah satu warga yang melakukan tes PCR mandiri di rumah sakit di wilayah Taman Sari setelah tiba dari luar kota. Hasil tes PCR itu keluar pada 5 Januari dengan hasil positif.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Jakarta Smart City (jsclab)

Karena hasil tes itu, petugas kesehatan melakukan penelusuran di wilayah tempat pasien pertama tinggal. Mereka yang kedapatan pernah kontak dengan pasien langsung menjalani tes PCR dan tes usap.

Hasilnya, sebanyak 36 warga dinyatakan positif Covid-19. Keluarga dari pasien pertama termasuk dalam 36 warga yang dinyatakan positif Covid-19 itu.

Ilham juga memastikan wilayahnya sudah memasuki zona hijau vaksin walaupun ada 46 warganya terpapar Covid-19. "Sudah 19 ribu orang atau 83 persen dari total 22 ribu orang yang telah menjalani vaksinasi," kata Ilham.

Menurut Ilham, Kelurahan Krukut sudah memasuki zona hijau sejak beberapa hari lalu. Warga yang sudah divaksinasi, mulai dari anak-anak hingga lansia. Bahkan, 46 warga yang terpapar Covid-19 pun sudah menerima vaksin dosis satu dan dua.

“Vaksinasi tetap kita buka. Kita pastikan tidak terkendala,” kata dia. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Kesehatan DKI Jakarta (@dinkesdki)

Ada kenaikan

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi juga mencatat ada kenaikan jumlah kasus aktif virus corona di daerah itu seusai libur Natal dan tahun baru 2022. Sebab, libur Natal dan tahun baru dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian ke luar kota.

“Ini yang menyebabkan temuan kasus Covid-19 cenderung naik di awal tahun 2022," kata Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Masrikoh.

Dia mengatakan, kecenderungan peningkatan kasus Covid-19 terjadi sejak libur Natal dan tahun baru usai. Pada Sabtu (1/1), kasus aktif di wilayahnya hanya tersisa 19 pasien. "Namun, pada Senin ini ada penambahan kasus baru sehingga jumlah kasus aktif saat ini ada 30 pasien," kata Masrikoh.

Masrikoh memastikan seluruh kasus aktif yang terjadi selama sepekan ini merupakan kasus Covid-19 biasa dan bukan varian terbaru, yakni omikron. Secara kumulatif, kata dia, total kasus Covid-19 yang ditemukan di Kabupaten Bekasi sejak Maret 2020 mencapai 51.493 kasus dengan rincian 50.920 kasus dinyatakan sembuh, 543 jiwa meninggal dunia, serta 30 kasus aktif. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat