Petani menyiapkan pupuk urea sebelum ditabur di area persawahan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (6/6/2021). PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat realisasi penyaluran pupuk urea bersebsidi di Sulawesi Selatan mencapai 122.925 t | ARNAS PADDA/ANTARA FOTO

Ekonomi

06 Jan 2022, 09:24 WIB

Produksi Pupuk Indonesia Grup Capai Target

Produksi Pupuk Indonesia dan anak usahanya sesuai dengan target RKAP 2021.

JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencapai target produksi pupuk tahun 2021. Total realisasi produksi pupuk produsen pupuk pelat merah tersebut mencapai 12,235 juta ton sepanjang 2021. 

Direktur Produksi Pupuk Indonesia Bob Indiarto mengatakan, total realisasi produksi pupuk tersebut setara 100,01 persen dari rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) yang ditetapkan 12.234.000 ton. Adapun realisasi produksi pupuk pada 2020 mencapai 12,26 juta ton.

Bob mengatakan, total produksi pupuk yang mencapai 12,235 juta ton ini terdiri atas Urea sebesar 7,967 juta ton, NPK sebesar 3,169 juta ton, SP-36 sebesar 325,13 ribu ton, ZA sebesar 759,1 ribu ton, dan ZK sebesar 14.024 ton.

“Pencapaian ini berkat kerja keras para insan Pupuk Indonesia Grup yang selalu menjaga pabrik agar beroperasi secara optimal,” kata Bob di Jakarta, Rabu (5/1).

Bob menyebutkan, total realisasi produksi pupuk ini berasal dari PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim), dan PT Pupuk Iskandar Muda. 

Bob menjelaskan, salah satu keberhasilan Pupuk Indonesia Grup mencapai target produksi pada 2021 karena mengimplementasikan sistem manajemen manufacturing excellence dan sistem digital fertilizer. Sistem tersebut untuk memonitor seluruh aspek penunjang kinerja pabrik serta menunjang kinerja produksi seperti peningkatan efisiensi bahan baku dan biaya pemeliharaan, meningkatkan reliability, serta menurunkan angka shutdown di pabrik. 

Selain pupuk, lanjut Bob, Pupuk Indonesia Grup juga berhasil mencatatkan produksi nonpupuk sebesar 7,288 juta ton pada 2021. Angka ini setara 101,82 persen dari RKAP yang ditetapkan 7.155.250 ton dengan perincian amoniak 6,149 juta ton, asam sulfat 881,6 ribu ton, asam fosfat 191,9 ribu ton, AlF3 7.273 ton, HCl 15.878 ton, dan CO2 42.425 ton. 

“Dengan begitu, total produksi Pupuk Indonesia Grup, baik pupuk maupun nonpupuk mencapai 19,523 juta ton atau 100,69 persen dari target 19.389.250 ton,” ujar Bob.

Dengan capaian tersebut, Bob mengapresiasi lima anak perusahaan Pupuk Indonesia, dalam hal ini para produsen pupuk yang telah menjaga produktivitas, khususnya selama 2021. “Ke depan, kita akan tetap meningkatkan produktivitas demi mendukung program ketahanan pangan nasional,” kata Bob menambahkan.

Salah satu anak usaha Pupuk Indonesia, yakni Pupuk Kaltim, membukukan kinerja positif sepanjang 2021, tecermin dari pencapaian produksi yang melampaui target RKAP. Hingga 28 Desember 2021, produksi Amoniak Pupuk Kaltim mencapai 105 persen atau 2,91 juta ton, dari target 2,78 juta ton dan produksi Amoniak DDJ 109 persen atau 850 ribu ton dari target 777 ribu ton. 

Selanjutnya, produksi Urea mencapai 103 persen atau sebesar 3,53 juta ton dari target 3,41 juta ton, sedangkan produksi NPK 76 persen atau 215 ribu ton dari target 281 ribu ton. “Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti pandemi Covid-19, namun perusahaan tetap menunjukkan performa dan kinerja maksimal. Bahkan, 2021 menjadi tahun terbaik dalam perjalanan 40 tahun pertumbuhan Pupuk Kaltim, dengan produksi maksimal di atas target RKAP,” kata Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.

Menurut Rahmad, untuk memperkokoh dominasi pada industri petrokimia berbasis gas alami, Pupuk Kaltim terus melakukan pengembangan industri kimia berbasis renewable resources, sekaligus memperkuat posisi pada sektor agrikultur melalui pengembangan agri-input, crop protection dan agri-services.

“Pupuk Kaltim akan terus fokus pada peningkatan produktivitas dan profitabilitas, dengan berbagai langkah konkret untuk memperbaiki proses bisnis guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di setiap proses,” ujar Rahmad.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT PUPUK INDONESIA (PERSERO) (pt.pupukindonesia)

Menghadapi tantangan 2022, transformasi bisnis menjadi upaya nyata Pupuk Kaltim dengan menetapkan langkah strategis dalam mendukung optimalisasi dan efisiensi kinerja. Peningkatan produktivitas dan realisasi target diselaraskan dengan proyeksi tren masa depan sehingga Pupuk Kaltim mampu mengoptimalkan peluang demi keberlangsungan bisnis secara berkesinambungan.

Sementara itu, Pupuk Sriwidjaja (Pusri), anak usaha Pupuk Indonesia lainnya, mencatat produksi pupuk jenis amonia, urea, dan NPK pada 2021 melampaui realisasi pada 2020 di tengah ancaman kekurangan suplai gas.  Senior Vice President Operasi Pusri Sholikin mengatakan, produksi amonia hingga akhir 2021 mencapai 1,36 juta ton atau 106,3 persen dari produksi pada 2020 sebanyak 1,28 juta ton.

Untuk Urea, kinerja produksi sebanyak 2,05 juta ton atau sebesar 100,3 persen dari produksi tahun lalu. Sedangkan, untuk kinerja produksi NPK pada 2021 sebanyak 287.126 ton atau 145,7 persen dari produksi pada 2020 sebanyak 197.368 ton.

Sholikin mengatakan, pencapaian produksi itu tidak terlepas dari proses digitalisasi yang telah berjalan di perusahaan. “Mulai dari dashpro untuk perencanaan dan pengendalian produksi, digital fertilizer untuk operasional pabrik, serta asset performance management (APM) untuk pengelola aset pabrik,” katanya.

Direktur Utama Pusri Tri Wahyudi Saleh mengatakan, perusahaan terus berupaya mengatasi berbagai kendala dalam produksi sehingga bisa melampaui target yang ditetapkan. “Kami terus berkoordinasi dengan supplier gas, bahkan untuk mengantisipasi sudah bikin skenario lain, seperti mencari supplier baru untuk menjamin pasokan gas,” ujar Tri.


×