Ledakan akibat serangan udara Israel terhadap bangunan yang disebut sebagai markas Hamas di Gaza, Palestina, Mei 2021 lalu. | AP/Hatem Moussa

Internasional

03 Jan 2022, 03:45 WIB

Israel Serang Lokasi Pembuatan Roket Hamas

Israel menggunakan tembakan artileri ke sasaran di samping pos militer Hamas.

YERUSALEM -- Militer Israel mengatakan mereka meluncurkan serangan ke target-target milisi di Jalur Gaza. Serangan ini dilakukan satu hari setelah roket-roket ditembakan dari wilayah yang dikuasai Hamas.

Video yang direkam di selatan Jalur Gaza, Khan Younis, memperlihatkan tiga ledakan besar dan terdengar suara pesawat jet. Belum ada konfirmasi terdapat korban tewas dalam serangan tersebut.

Militer Israel mengatakan mereka telah menyerang pabrik roket dan pos militer Hamas. Mereka juga menyalahkan kelompok tersebut atas kekerasan yang bergejolak di wilayah yang dikontrol Hamas.

Israel berdalih, serangan udara pada Ahad (2/1) merupakan balasan atas dua tembakan roket dari Gaza pada Sabtu (1/1). Roket-roket itu mendarat di Laut Tengah, pinggir pantai Israel.

Belum diketahui apakah roket-roket itu ditembakan untuk Israel, tapi kelompok milisi Hamas yang berkuasa di Gaza kerap menggelar uji coba rudal ke arah laut itu. Tidak ada laporkan korban jiwa dalam tembakan roket Sabtu kemarin.

Israel menggunakan tembakan artileri ke sasaran di samping pos militer Hamas. Pernyataan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, ruang lingkup dan jenis target yang diserang merupakan tanggapan atas roket yang ditembakkan ke Israel dari Gaza pada Sabtu pagi.

"Organisasi teroris Hamas bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Jalur Gaza dan menanggung konsekuensi dari tindakan teroris di sana," kata IDF seperti dikutip laman Haaretz, Ahad. Israel kerap melabeli Hamas sebagai kelompok teroris. Israel pun seringkali menyerang wilayah Gaza dengan dalih serangan balasan.

Selain satu insiden pada September lalu, tidak ada penembakan roket lintas batas sejak gencatan senjata diputuskan dan mengakhiri perang 11 hari Israel dan Hamas pada bulan Mei lalu. Tapi gencatan senjata yang ditengahi Mesir itu dianggap terlalu rapuh.

Kelompok Hamas mengatakan Israel tidak menanggapi dengan serius langkah-langkah untuk melonggarkan blokade yang diberlakukan terhadap Gaza. Kebijakan yang diberlakukan dengan bantuan Mesir itu diterapkan sejak Hamas menguasai Gaza pada 2007 lalu.

Ketegangan juga semakin memanas karena kelompok yang lebih kecil tapi lebih keras, yakni Jihad Islam, mengancam eskalasi militer bila Israel tidak mengakhiri penahanan administratif tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan selama 130 hari.

Sumber : Associated Press


×