Prajurit Israel melakukan patroli di desa Burwa, Tepi Barat, Jumat (17/12/2021). | AP/Majdi Mohammed

Internasional

29 Dec 2021, 03:45 WIB

Israel Kembali Serang Pelabuhan Suriah

Serangan tersebut terjadi 20 kilometer dari pangkalan udara Rusia di Latakia.

DAMASKUS -- Rudal Israel yang ditembakkan dari Mediterania menghantam pelabuhan Latakia di Suriah, Selasa (28/12) pagi. Rudal ini memicu kebakaran di terminal peti kemas.

Juru bicara militer Israel menolak memberikan komentar mengenai laporan ini. "Kami tidak mengomentari laporan asing," katanya, Selasa (28/12).

Namun, laporan Reuters menyebutkan, Israel mengakui bahwa mereka menargetkan pangkalan milisi sekutu Iran, seperti kelompok militan Hizbullah  yang memiliki pendukung di Suriah. Israel menyerang pengiriman senjata yang diyakini ditujukan untuk milisi tersebut.

Media pemerintah Suriah melaporkan, rudal Israel tersebut merupakan serangan kedua pada bulan ini, yang menargetkan fasilitas vital. Kantor berita Pemerintah Suriah, SANA, yang mengutip seorang pejabat militer melaporkan, rudal Israel yang ditembakkan dari barat Latakia menghantam terminal peti kemas pelabuhan.

photo
Pasukan ISrael beristirahat di sela latihan militer di gedung bekas markas militer Suriah di Dataran Tinggi Golan, Februari 2021 lalu. - (EPA-EFE/ATEF SAFADI)

Serangan udara Israel itu dilakukan pada pukul 03.21 pagi waktu setempat. Serangan tersebut menyebabkan ledakan dan api "merusak materi-materi besar".  Kontainer-kontainer yang diincar dalam serangan Israel ini berisi minyak dan suku cadang untuk mesin dan mobil.

Tembakan rudal memicu kebakaran yang menyebabkan kerusakan besar.  Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api selama hampir satu jam setelah serangan itu.

TV Al-Ikhbariyah milik Pemerintah Suriah menayangkan rekaman yang menunjukkan api dan asap membubung dari terminal. Televisi tersebut melaporkan kerusakan bangunan tempat tinggal, rumah sakit, pertokoan, dan beberapa lokasi wisata di dekat pelabuhan.

Serangan tersebut terjadi 20 kilometer dari pangkalan udara Rusia di Latakia. Moskow merupakan sekutu terkuat Assad selama perang sipil.

photo
Wartawan merekam pesawat tanpa awak yang ditembak jatuh dari Pangkalan Militer Rusia di Hemeimeem, Latakia pada 2019 lalu. (AP Photo/Alexander Zemlianichenko) - (AP)

Seorang reporter televisi itu di daerah tersebut mengatakan, serangan pada  Selasa lebih besar dan ledakannya bisa terdengar hingga Kota Tartus, yang jaraknya lebih dari 80 kilometer.

Reporter itu mengatakan, ambulans bergegas datang ke tempat kejadian. Namun, sejauh ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa ataupun luka-luka.

Serangan serupa dilaporkan pada 7 Desember, ketika pesawat tempur Israel menargetkan terminal peti kemas. Serangan ini menyebabkan kebakaran dan ledakan.

Lembaga advokasi hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), mengatakan, serangan udara 7 Desember menghantam pengiriman senjata untuk para kubu kekuatan Suriah yang didukung Iran.  Beberapa serangan sebelumnya menargetkan bandara utama di ibu kota Suriah, Damaskus. ';

×