Ilustrasi Muktamar NU | ANTARA FOTO

Khazanah

08 Dec 2021, 09:32 WIB

Muktamar NU Fokus Empat Agenda

NU berencana memiliki Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama atau BUMNU.

JAKARTA – Komisi Program Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) akan fokus membahas empat agenda. Agenda-agenda itulah yang akan diperkuat dalam kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lima tahun mendatang.

“Yang pertama adalah fokus pada upaya memperkokoh transformasi pemahaman Ahlussunah waljamaah (Aswaja) an-nahdliyah,” kata Ketua Komisi Program Muktamar NU, Rumadi Ahmad, saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (7/12) sore.

Penguatan ajaran Aswaja an-nahdliyah itu akan dilakukan melalui beberapa cara. Di antaranya lewat penyebarluasan konten-konten digital, kaderisasi, pengajian-pengajian, dan berbagai macam jalur interaksi sosial yang selama ini dimiliki NU.

Melalui pemahaman Aswaja an-nahdliyah itu, menurut dia, NU juga akan mendorong tercapainya perdamaian dan tata dunia yang berkeadilan. Berbagai keterlibatan NU pada proses perdamaian internasional yang selama ini dilakukan harus lebih diperkuat.

“(Keterlibatan NU) itu pada dasarnya bentuk kita mentransformasi cara berpikir, bertindak, bukan semata-mata untuk kepentingan NU tetapi juga untuk kepentingan perdamaian dunia dan menciptakan tata dunia yang lebih berkeadilan,” kata Rumadi.

Selanjutnya, agenda kedua yang akan dibahas dalam muktamar yakni upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai sektor strategis, yakni bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan kaderisasi.

“Nanti akan kita bicarakan bagaimana melakukan penajaman atau penguatan-penguatan lembaga pendidikan di lingkungan NU di bawah LP Ma’arif NU dari PAUD sampai Aliyah/SMA maupun lembaga pendidikan tinggi di bawah LPTNU,” ujarnya.

Rumadi menyampaikan, capaian yang sudah diperoleh dengan membangun 34 perguruan tinggi NU dalam bentuk universitas, politeknik, dan sekolah tinggi akan terus ditingkatkan pada masa kepengurusan PBNU mendatang.

Di bidang kesehatan, NU akan berkontribusi dan mendukung dalam berbagai hal seperti penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, serta pengurangan angka kematian ibu. Kemudian, kualitas SDM NU di bidang ketenagakerjaan pun akan ditingkatkan.

“Terutama tenaga kerja Indonesia di berbagai negara. Itu akan terus kita konsolidasi. Karena mereka bukan hanya orang yang berkontribusi pada pendapatan negara dan ekonomi rumah tangganya, tetapi sering menjadi sasaran bagi kelompok agama yang tidak selaras dengan NU,” kata Rumadi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NAHDLATUL ULAMA CHANNEL-PBNU (nu.channels)

Peningkatan SDM NU juga akan dilakukan penguatan melalui program kaderisasi yang saat ini sudah dimiliki. Di antaranya Madrasah Kader (MK) NU, Pendidikan Kader Penggerak (PKP) NU, dan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PWK) untuk syuriah di NU.

Adapun agenda ketiga, Muktamar NU melalui komisi program akan membahas agenda pengembangan kemandirian ekonomi. Menurut Rumadi, ke depan NU akan memiliki banyak talenta yang bisa mendorong kemandirian di bidang ekonomi. Pada kepengurusan PBNU lima tahun yang akan datang, NU berencana memiliki Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU).

“BUMNU ini semacam NU Corporation, ada holding company dan usaha-usaha tertentu, yang dimiliki NU bukan inidividu,” katanya.

Melalui BUMNU diharapkan tercapai kemandirian NU di bidang ekonomi. "Jadi, kalau misalnya NU mau mengadakan acara dan kegiatan, tidak lagi berpikir bagaimana mencari uang,” kata Rumadi.

 
Jadi, kalau misalnya NU mau mengadakan acara dan kegiatan, tidak lagi berpikir bagaimana mencari uang.
 
 

Sedangkan agenda keempat yakni penguatan organisasi, kelembagaan, dan jaringan. Pengelolaan struktur organisasi dari tingkat pengurus besar (PB) hingga anak ranting akan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi.

Jadi, Rumadi menegaskan, salah satu bentuk transformasi pengelolaan organisasi NU yakni dengan teknologi. Selama ini sudah mulai ada upaya, misalnya ada KARTANU, NU Cash, dan jalur-jalur konvensional seperti Koin NU.

“Tapi ke depan, pemanfaatan teknologi harus lebih diperkuat, sehingga penguatan organisasi dan kelembagaan benar-benar bisa kita wujudkan,” kata dia.

Sebelumnya, terkait persiapan muktamar, Ketua Organizing Committee (OC) atau Panitia Muktamar ke-34 NU, KH Imam Aziz, menyampaikan, persiapan muktamar masih terus berjalan.

"Kami panitia terus mempersiapkan muktamar, persiapan infrastruktur masih berjalan di Lampung, salah satunya di Pondok Pesantren Darussa'adah, penyelesaian kamar-kamar untuk tempat tidur, sanitasi dan kekuatan sinyal Wi-Fi. Lalu, membangun aula untuk acara yang akan dihadiri presiden," kata Kiai Imam dalam konferensi pers, pekan lalu.

Berdasarkan skenario awal, muktamar dipusatkan di tiga tempat. Untuk pembukaan muktamar direncanakan di Pesantren Darussa’adah. Dua tempat lainnya, di antaranya di UIN Raden Intan Lampung dan Universitas Malahayati.

Mengenai jadwal pelaksanaan muktamar, hingga berita ini diturunkan, PBNU masih membahasnya dalam rapat di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NAHDLATUL ULAMA CHANNEL-PBNU (@nu.channels)


×