Petani merontokan padi di Kampung Cikananga, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Ahad (21/11/2021). | ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Ekonomi

05 Dec 2021, 05:25 WIB

Enam BUMN Pangan Resmi Dimerger

Penandatanganan akta ini merupakan momentum penting menuju holding pangan.

 

JAKARTA — Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan resmi dimerger. Penandatangan akta penggabungan enam perusahaan pelat merah sektor pangan berlangsung di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/12).

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics resmi bergabung ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Perikanan Nusantara (Perinus) bergabung ke dalam PT Perikanan Indonesia (Perindo), dan PT Pertani masuk ke dalam PT Sang Hyang Seri.

"Penandatanganan akta ini merupakan momentum penting menuju holding pangan. Merger dari enam BUMN Pangan menjadi tiga BUMN pangan merupakan bagian dari rangkaian besar proses pembentukan holding BUMN pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia," kata Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansyuri di Jakarta, Jumat (3/12).

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2021 tentang BGR Logistics ke dalam PPI pada 15 September 2021. Pahala menilai, merger BUMN di klaster pangan merupakan rangkaian besar proses pembentukan holding pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia melalui revitalisasi, penyegaran serta peningkatan kinerja yang ada di BUMN pangan.

Pahala menyebutkan, hal ini selaras dengan arahan Presiden Jokowi dalam mencapai visi 2045 yang bisa direalisasikan melalui upaya peningkatan ketahanan pangan di Indonesia. “Holding pangan berperan meningkatkan distribusi, warehousing, dan logistics, serta tentu saja peningkatan revenue dari penetrasi yang dilakukan," ujar Pahala.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Akun resmi Kementerian BUMN RI (kementerianbumn)

Pahala mengatakan, pembentukan holding pangan bertujuan meningkatkan inklusivitas, melakukan pemberdayaan nelayan, petani, dan juga peternak dengan peningkatan profesional, modernisasi, dan memanfaatkan teknologi pangan. Ia menilai, penggabungan ini juga menjadi momentum baru, rebranding klaster pangan, dan tetap pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Pahala berharap penggabungan ini dapat meningkatkan daya saing dan kinerja BUMN mewujudkan ketahanan pangan. "Ke depannya, mulai merencanakan secara konkret, mengupayakan bisnis unusual, mencari bisnis model yang baru dalam mengelola aset agar lebih bermanfaat dan menargetkan pertumbuhan signifikan," kata Pahala.

 
Merger enam BUMN menjadi tiga BUMN pangan merupakan bagian dari rangkaian besar proses pembentukan holding BUMN pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.
 
 

Direktur Utama New PPI Nina Sulistyowati berharap penggabungan BUMN pangan dapat memberikan manfaat besar bagi perekonomian dan sosial Tanah Air. Ia mengatakan, penggabungan ini juga memberikan optimisme akan rantai pasok pangan yang akan terus tumbuh dan lebih efisien, berkurangnya food loss, dan pada akhirnya dapat memberikan manfaat kepada ekosistem pangan untuk dapat memperluas penetrasi perdagangan logistik dan go global.

"Penggabungan PPI dan BGR Logistics menciptakan perpaduan yang saling melengkapi ke sektor trading  dan logistik secara ritel, domestikhingga pasar global melalui ekspor produk-produk pangan Indonesia," ujar Nina.

Nina menyampaikan, merger PPI merupakan bagian dari proses pembentukan holding pangan yang akan dipimpin PT RNI (Persero) selalu induk holding. Menurut Nina, hal ini akan membuka kesempatan lebih besar bagi perusahaan untuk go global.

"Integrasi ini akan meningkatkan posisi PPI sebagai agregator trading logistic klaster pangan dengan nilai total valuasi terhadap bisnis perusahaan mencapai sekitar Rp 3,7 triliun. Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage, dan memperkuat permodalan perusahaan," kata Nina menambahkan.


×