Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan kata sambutan pada Peringatan 25 Tahun Initial Public Offering (IPO) Telkom di Jakarta, Kamis (19/11/2020). PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau Telkom menggelar peringatan 25 ta | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Ekonomi

03 Dec 2021, 09:09 WIB

Market Cap Telkom Naik

Telkom berhasil mencetak sejarah dengan mencetak kapitalisasi pasar sebesar Rp 411,11 triliun.

JAKARTA  — Kapitalisasi pasar emiten telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mengalami kenaikan. Hingga saat ini, kapitalisasi pasar atau market capitalisation (market cap) emiten bersandi saham TLKM tersebut telah mencapai Rp 411,11 triliun dan masuk posisi tiga besar setelah BBCA dan BBRI. 

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardiastama, mengatakan, naiknya kapitalisasi pasar perseroan ini karena didukung oleh sejumlah faktor. Salah satunya, yaitu kinerja keuangan perseroan yang cemerlang.

Pada kuartal III 2021, pendapatan TLKM naik 6,1 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 106 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun turut naik 13,14 persen menjadi Rp 18,87 triliun per September 2021.

Selain itu, lanjut Okie, kapitalisasi pasar TLKM tumbuh signifikan karena ekspektasi pelaku pasar yang tinggi terkait sektor telekomunikasi ke depan. Artinya, pasar melihat sektor telekomunikasi ke depan berpotensi tumbuh dan menjanjikan. 

Okie melihat, kapitalisasi pasar TLKM ini masih berpotensi untuk tumbuh di tahun-tahun mendatang. "Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi serta tingginya permintaan data yang saat ini menjadi kebutuhan masyarakat," kata Okie kepada Republika di Jakarta, Kamis (2/12). 

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Telkom berhasil mencetak sejarah dengan mencetak kapitalisasi pasar sebesar Rp 411,11 triliun. Erick menilai, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perubahan model bisnis Telkom yang fokus pada pasar business to business (B2B) atau segmen korporasi dan Telkomsel fokus pada business to consumer atau pasar konsumen. 

Erick mengatakan, transformasi Telkom merupakan upaya BUMN menjadi kekuatan, penyeimbang, dan bahkan mampu melakukan intervensi market.

"Sudah terbukti sekarang, Telkom market cap terus naik enam bulan terakhir menjadi Rp 411 triliun, ini sejarah buat Telkom," ujar Erick. 

Erick menyatakan, Telkom mampu menjawab keraguan banyak pihak terkait pertumbuhan industri telekomunikasi yang diproyeksikan menurun. Ia menyebut, Telkom justru bergerak ke arah positif dengan meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 6,1 persen  atau sekitar Rp 106 triliun. 

Pencapaian ini membuat Telkom mengungguli perusahaan telekomunikasi negara-negara lain. Erick menilai keberhasilan Telkom tak lepas dari perubahan model bisnis guna beradaptasi dengan era disrupsi dan tekanan market global.

"Model bisnis pun harus berubah, kalau Telkom berdiam diri, padahal data, suara, teks sudah gratis, dan tidak mengandalkan data bisnis, seperti data center, cloud, infrastruktur ya Telkom akan sunset," kata Erick.

Erick mendorong BUMN lain meniru jejak Telkom yang mampu mengubah model bisnis. Erick mengatakan, BUMN harus berani berubah dan bersaing dengan swasta maupun perusahaan asing. "Supaya kita bangun dari tidur, jangan asik sendiri. Kita enggak boleh terus di zona nyaman," kata Erick menambahkan.

Telkom mencatatkan kinerja yang positif dengan laba bersih tumbuh double digit. Hingga September 2021, laba bersih konsolidasian perseroan mencapai Rp 18,9 triliun atau tumbuh 13,1 persen yoy.

Telkom mencatat pendapatan konsolidasian Rp106,0 triliun atau tumbuh 6,1 persen dari periode yang sama tahun lalu. EBITDA perseroan pun tumbuh sebesar 8,1 persen yoy menjadi Rp 57,9 triliun. Margin EBITDA dan margin laba bersih juga mengalami peningkatan menjadi 54,6 persen dan 17,8 persen per kuartal III 2021. 

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, layanan fixed broadband IndiHome menjadi motor pertumbuhan kinerja perseroan, disusul dengan digital bisnis Telkomsel yang kian menguat dari waktu ke waktu. "Pencapaian ini merupakan output dari komitmen dan konsistensi langkah transformasi Telkom untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang mulai berbuah manis," kata Ririek. 

Di segmen mobile, anak usaha Telkom, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) membukukan pendapatan kuartal III 2021 sebesar Rp 65,12 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 7,8 persen yoy. Pendapatan bisnis digital Telkomsel mencapai Rp 50,5 triliun atau tumbuh 6,0 persen yoy dengan kontribusi terhadap total pendapatan meningkat dari 73,2 persen pada kuartal III 2020 menjadi 77,5 persen pada periode yang sama tahun ini.


×