Pekerja memindahkan jagung ke dalam karung saat menjemur jagung di Desa Terkesi, Klambu, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020). Berdasarkan perhitungan Kementerian pertanian (Kementan), produksi jagung sepanjang tahun 2020 diperkirakan mencapai 24.16 ju | YUSUF NUGROHO/ANTARA FOTO

Ekonomi

29 Nov 2021, 07:11 WIB

Kementan Tambah Kawasan Pertanaman Jagung

Seluruh kecamatan di Gowa punya pertanian jagung.

JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) membangun kawasan budi daya jagung seluas 1.200 hektare (ha) di Kecamatan Botonompo, Gowa, Sulawesi Selatan untuk mendukung ketahanan stok jagung nasional.

Produksi jagung di kawasan tersebut bahkan ditargetkan untuk menembus pasar ekspor. Pembangunan tersebut diharapkan dapat dituntaskan melalui bimbingan teknis yang intensif hingga membangun industri pengolahan agar petani mendapatkan tambahan nilai ekonomi yang tinggi.

"Menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi untuk menyiapkan upaya-upaya optimalisasi ketersediaan pangan pada 2022, oleh karena itu saya bersama Bupati Gowa merencanakan kawasan jagung 1.200 hektare," kata Syahrul pada Ahad (28/11). 

Ia menjelaskan, langkah nyata yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk pengembangan kawasan tersebut, yakni mulai dari menyediakan sarana penanganan budi daya, pascapanen, dan produk olahan turunan jagung.

Kabupaten Gowa merupakan daerah penghasil jagung. Seluruh kecamatan di kabupaten tersebut memiliki lahan pertanaman jagung. Akan tetapi, khusus kawasan jagung seluas 1.200 hektare ini akan diarahkan untuk menghasilkan jagung dengan kualitas tertentu.

"Jika kebutuhan nasional terpenuhi, nanti kita lakukan ekspor dan sama halnya dilakukan di daerah lainnya. Oleh karena itu, ini upaya yang maksimal bersama Bupati Gowa untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Syahrul menjelaskan, pembangunan kawasan jagung merupakan contoh pengembangan kawasan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Upaya nyata yang dilakukan, yakni melakukan intervensi peningkatan indeks pertanaman, bimbingan teknis, dan memperbaiki sarana produksi yang digunakan petani.

Kementan menyebut, pengembangan komoditas lainnya juga akan diakselerasi untuk mendukung ketahanan pangan. Stimulus lain yang disiapkan adalah penyediaan dana kredit usaha rakyat (KUR). Tahun ini, dana KUR sektor pertanian mencapai Rp 78 triliun.

"Pengembangan kawasan seperti ini tentu tidak hanya di Gowa kami lakukan, tapi juga sudah dilakukan di daerah lainnya sehingga ketersediaan jagung kita aman. Bahkan, (jika) ada kelebihan kita lakukan ekspor," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengapresiasi dukungan Kementan untuk pembangunan pertanian di wilayahnya. Dia menyebut, pada tahun ini Gowa mendapatkan total bantuan sebesar Rp 59 miliar.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Gowa siap berkontribusi menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satunya, produksi jagung berkualitas ekspor dengan pendekatan pembangunan pertanian berbasis teknologi.

"Hari ini kita melaksanakan panen jagung sebagai wujud kontribusi kabupaten Gowa untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Ini terbukti meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19 di mana semua daerah mengalami penurunan (ekonomi), Kabupaten Gowa tidak mengalami dampak. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa tetap tumbuh positif meskipun hanya 1 persen," ujarnya.

Adnan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Gowa ditopang oleh kinerja sektor pertanian sebesar 60 persen. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Gowa telah mengagendakan pembangunan pertanian sebagai program prioritas dalam lima tahun ke depan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Pertanian RI (kementerianpertanian)

Sebelumnya, pemerintah berupaya mendorong produksi jagung dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meninjau langsung serta melakukan penanaman jagung di area pertanian di Kecamatan Kelara, Jeneponto, Sulawesi Selatan pada pekan lalu.

Jokowi berharap, penanaman jagung varietas NASA 29 di areal seluas 1.000 hektare tersebut dapat meningkatkan produksi jagung nasional. Setiap hektare dari lahan pertanian tersebut diharapkan mampu menghasilkan jagung enam sampai tujuh ton.

Ia mengatakan, kebutuhan jagung secara nasional memang masih belum tercukupi. Oleh karena itu, Jokowi berharap semakin banyak petani yang menanam jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional dan mengurangi impor.

“Semakin banyak petani yang menanam jagung, kekurangan stok jagung secara nasional dapat segera kita tutup dan tidak usah impor lagi,” ujarnya.


×