Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika
24 Nov 2021, 03:30 WIB

Roman Seorang Muslim

Perjalanan hidup menjadi penuh bobot makna sebagai ciri roman seorang Muslim.

OLEH HADI SUSIONO PANDUK

“Islam adalah bahwa engkau bersaksi tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, dan engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan melaksanakan haji ke Baitullah jika engkau mampu pergi ke sana.”

Redaksi hadis tersebut adalah jawaban Nabi Muhammad ketika ditanya oleh 'seorang lelaki’ berbaju sangat putih dan berambut hitam pekat tentang makna Islam, yang diriwayatkan perawi hadis utama, Imam Bukhari dan Imam Muslim, sebagaimana dimaktubkan keduanya pada halaman awal kitab mereka. Meskipun terdapat perbedaan redaksi, saripati keduanya sama (Sahih Bukhari-Muslim: 1).

Melalui hadis di atas, Nabi Muhammad memandu umatnya dalam berislam dengan memperkokoh lima pilar rukun Islam karena dengan mengimplementasikan ajaran Islam tersebut, Islam dapat memberikan warna dan aura positif bagi kehidupan bermasyarakat.

Terkait

Zakat, misalnya, adalah laku yang sarat dengan nilai kesalehan individual dan mengandung kemanfaatan komunal. Nilai-nilai beraura positif juga terdapat pada keempat rukun Islam lainnya jika kita merenungi dan mampu mengambil pelajaran.

Panduan berislam yang bersifat interaktif yang memuat hak dan kewajiban antar sesama saudara Muslim adalah sebuah hadis yang disitir oleh Abdullah bin Umar bahwa seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya... (Sahih Bukhari: 4). Nabi Muhammad sungguh arif dan futuris meletakkan code of ethics dalam interaksi sosial dengan menekankan umatnya untuk menjaga lisan.

Lisan tidak digunakan sebagai pemecah belah keeratan umat melainkan sebagai penyambung lidah ayat-ayat Allah dengan selalu menebar keselamatan dan keteduhan dalam segala pergumulan sosial.

Tidak hanya lisan, tangan juga merupakan anggota badan yang mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah Muhammad. Banyak sekali kejahatan yang dilakukan oleh tangan, mulai dari yang ringan hingga yang paling berat.

Tangan seorang Muslim adalah tangan dengan guratan kemaslahatan, bukan tangan yang penuh bencana, penuh penyimpangan tanda tangan atau tangan berlumur darah. Jika seorang Muslim mampu memahami sabda tersirat Rasulullah tersebut, tidak akan ada tindakan koruptif yang dilakukan, menghilangkan hak saudara Muslim lainnya, menganiaya, merugikan dan tindakan-tindakan negatif sejenisnya.

Panduan dogmatis Nabi Muhammad yang dibumikan oleh pengikutnya bermuara pada keberlangsungan tatanan interaksi mutual antar sesama Muslim dan manusia pada umumnya demi memasuki sebuah Islam kafah, seperti firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 208, “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh dan janganlah ikut langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu.”

Manakala kita mengikuti panduan sinar Nabi Muhammad dalam segala lini kehidupan, maka perjalanan hidup menjadi penuh bobot makna sebagai ciri roman seorang Muslim.

Wallahu a’lamu bissawab.


×