Seorang warga Palestina mendukai kematian keluarganya, Mohammad Daadas (13 tahun) di Pengungsian Askar Al-Jajdid di Tepi Barat, September 2021. Daadas ditembak mati pasukan Israel dalam unjuk rasa di Tepi Barat, saat itu. | AP/Majdi Mohammed
22 Nov 2021, 03:45 WIB

Israel Kembalikan Jenazah Remaja yang Tertukar

Israel secara keliru menyerahkan mayat yang berbeda kepada keluarga remaja itu pada malam sebelumnya

RAMALLAH -- Para pejabat Israel pada Sabtu (20/11) mengonfirmasi berhasil mengembalikan jenazah seorang Palestina berusia 14 tahun. Pengembalian ini dilakukan setelah Tel Aviv secara keliru menyerahkan mayat yang berbeda kepada keluarga remaja itu pada malam sebelumnya.

Amjad Abu Sultan terbunuh bulan lalu saat diduga melemparkan bom di Tepi Barat yang diduduki Israel. Sekitar selusin warga Palestina yang meneriakkan “salam kepada martir”, kemudian berkumpul di sekitar tubuh setelah diserahkan ke pihak Palestina, di sebuah pos pemeriksaan militer Israel di dekat Kota Betlehem, Tepi Barat.

Mereka membungkus jenazah dengan bendera Palestina dan ambulans membawa mayat itu pergi.

Kesalahan pengembalian jenazah, menurut tentara Israel, merupakan kesalahan yang disayangkan. Sikap ini mempertajam fokus pada kebijakan kontroversial Israel untuk menahan jenazah warga Palestina yang terbunuh saat diduga melakukan serangan.

Terkait

Israel mengatakan, kebijakan itu berfungsi sebagai pencegah serangan di masa depan dan berpengaruh pada pertukaran tahanan. Sementara kelompok hak asasi mengatakan tindakan itu adalah bentuk hukuman kolektif yang dijatuhkan pada keluarga yang berduka.

photo
Warga Palestina menggotong jenazah Mohammad Daadas (13 tahun) di Pengungsian Askar Al-Jajdid di Tepi Barat, September 2021. Daadas ditembak mati pasukan Israel dalam unjuk rasa di Tepi Barat, saat itu. - (AP/Majdi Mohammed)

Israel setuju untuk mengembalikan jenazah Abu Sultan dan Isra Khazimia pada Jumat (19/11) dengan alasan kemanusiaan. Sabtu pagi, ayah Abu Sultan mengatakan keluarga memberi tahu tentara tentang kesalahan tersebut setelah menerima mayat di sebuah pos pemeriksaan dekat Betlehem.

"Putra saya berusia 14 tahun dan jenazah yang diserahkan berusia 30 atau 40 tahun,” kata Ussama Abu Sultan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat, tentara Israel meminta maaf atas kesalahan yang disayangkan dan mengatakan kesalahan itu sedang ditinjau. Menurut tentara Israel, Abu Sultan meninggal dunia pada Oktober ketika mencoba melemparkan bom api ke mobil-mobil di dekat permukiman Israel.

Sedangkan, Khazimia ditembak mati oleh polisi Israel pada September setelah diduga berusaha menikam seorang petugas di Kota Tua Yerusalem. Jenazahnya kini telah dimakamkan pada Sabtu (20/11) di desa keluarganya Qabatiya di Tepi Barat Utara.

Israel memiliki catatan panjang perdagangan tahanan dan jenazah dengan musuh-musuhnya. Menurut kelompok hak asasi Palestina Pusat Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Yerusalem, Israel saat ini menahan sekitar 80 mayat warga Palestina. Jenazah-jenazah tersebut kemudian terkubur di kuburan yang tidak disebutkan namanya di lokasi rahasia.


×