Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 kepada santri di Pondok Pesantren Daarur Rasul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/11/2021).  | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.

Bodetabek

22 Nov 2021, 03:45 WIB

200 Orang Ditelusuri Terkait Klaster SDN Sukadamai

10 persen dari satuan pendidikan terdeteksi positif Covid-19.

BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan pemeriksaan terhadap kurang lebih 200 orang terkait 24 guru dan siswa SDN Sukadamai, Kota Bogor, yang positif Covid-19. Upaya penelusuran atau tracing dilakukan tidak hanya ke warga sekolah, tapi juga keluarga dan orang tua siswa.

“Informasi dari Dinas Kesehatan yang di-tracing kurang lebih ada 200 orang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi, Ahad (17/11).

Terdeteksinya kasus Covid-19 di SDN Sukadamai lantaran Puskesmas Mekar Wangi, Kecamatan Tanah Sareal, melakukan uji usap PCR terhadap 50 sampel secara acak pada Kamis (17/11). Hasilnya, 10 persen dari satuan pendidikan terdeteksi positif Covid-19. Rinciannya 14 siswa yang berbeda kelas dan 10 guru.

“Itu hasil surveilans yang dilakukan Puskesmas Mekar Wangi, 10 persen satuan pendidikan, berbeda kelas. Ini bukan langsung terpapar karena sakit, tapi hasil surveilans,” jelas Hanafi.

photo
Sejumlah santri antre untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di Pondok Pesantren Daarur Rasul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/11/2021). Pemerintah terus memfokuskan upaya dalam mencapai target vaksinasi 70 persen dari populasi penduduk menerima vaksin dosis pertama, yang diharapkan tercapai pada akhir Desember 2021.  - (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.)

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengatakan pada pekan depan pemerintah pusat akan melakukan skrining terhadap 1.000 orang lebih di satuan pendidikan. Pemkot Bogor akan bersiap menghadapi kemungkinan yang ada.

Bima Arya menyebutkan, pihaknya akan tetap siaga dan waspada. Seperti menyiagakan Rumah Sakit Lapangan di kawasan GOR Pajajaran untuk diaktivasi, serta menyiapkan kembali pusat isolasi di Ciawi, Kabupaten Bogor.

“Dan semuanya sudah siaga dan Pak Kapolres dan saya sudah berkoordinasi untuk kembali mengeluarkan kebijakan pengetatan mobilitas di awal bulan Desember nanti,” tegasnya.

Di Kota Depok, Jawa Barat, kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) dihentikan setelah muncul kasus Covid-19 di sekolah di wilayah Kecamatan Pancoran Depok. Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menjabarkan awalnya ditemukan dua kasus positif Covid-19 di salah satu sekolah di Pancoran Mas. Pemkot Depok bergerak cepat melakukan tes usap keliling di berbagai lokasi sekitar wilayah tersebut, ternyata kasus semakin bertambah.

Menindaklanjuti hal ini, Pemkot Depok akhirnya mengeluarkan SE Wali Kota Nomor: 8.02/648/SATGAS/2021 tentang Penghentian Sementara secara Terbatas pada Penyelenggaraan PTMT. Kebijakan ini dalam rangka proses mitigasi dan antisipasi terhadap penyebaran kasus Covid-19 yang lebih luas.


×