Ilustrasi banjir di Jakarta | ANTARA FOTO/Fauzan

Jakarta

Anggaran Banjir DKI Paling Besar

Banjir di Jakarta tercatat dapat surut kurang dari enam jam.

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan anggaran penanganan banjir di DKI Jakarta setiap tahun termasuk yang paling besar dibandingkan bidang lainnya. Penganggaran sebanyak itu, kata dia, merupakan bentuk keseriusan, konsistensi dan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk pengendalian banjir.

"Detailnya setiap tahun tidak pernah kurang dari Rp 2 triliun yang kami anggarkan untuk penanganan banjir. Ini termasuk yang paling besar dibanding bidang-bidang lainnya," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (15/11).

Dana sebesar itu, kata dia, untuk melaksanakan berbagai program seperti pengerukan lumpur di sungai, waduk, situ, embung, pembersihan selokan, got, gorong-gorong, pembuatan olakan, pembuatan tanggul, pembuatan waduk, pengadaan pompa, pengadaan early warning system (EWS) hingga pembangunan sumur resapan. Untuk sumur resapan, Riza menyebut sudah ada 67 persen lebih dari 26 ribu yang selesai, atau sekitar 18.111 yang sudah selesai.

"Jadi, semua program memang kita buat seperti pembuatan tanggul, normalisasi kali, naturalisasi kali, sungai juga sudah semua," ujar dia.

Meski demikian, Riza menyebut semua program yang diusahakan tersebut memang berproses dan memerlukan waktu untuk dirasakan efeknya, tidak bisa satu tahun bahkan lima tahun. Namun dia menyebut saat ini di daerah-daerah di seluruh Indonesia, banyak sekali daerah yang tergenang bahkan banjir hingga berhari-hari bahkan sampai beberapa pekan, namun tidak demikian dengan Jakarta.

"Kami bersyukur di Jakarta, kita tidak ada genangan atau banjir sampai berhari-hari. Tentu semua ini harus kita sikapi dengan baik dan bijak," katan Riza.

Plt Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan, banjir yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada Sabtu (13/11) surut dalam waktu kurang dari enam jam. Ia menyebutkan sebagian besar wilayah yang terdampak genangan dan banjir di Jakarta Timur dapat surut dalam waktu sekitar dua jam, dengan ketinggian 40-60 sentimeter, seperti yang terjadi di Kelurahan Cipinang Melayu, Kelurahan Makasar, dan Kelurahan Kebon Pala.

 

 

Setiap tahun tidak kurang dari Rp 2 triliun kami anggarkan untuk penanganan banjir. Ini termasuk yang paling besar dibanding bidang lainnya.

 

AHMAD RIZA PATRIA, Wakil Gubernur DKI Jakarta
 

Sedangkan, untuk titik genangan di Kelurahan Cililitan, Kelurahan Tengah, dan Kelurahan Rambutan, air dapat surut dalam waktu sekitar tiga hingga empat jam. "Personel gabungan Pemprov DKI bergerak cepat dalam menangani genangan. Melihat curah hujan yang tinggi, seluruh jajaran akan terus bersiaga untuk meminimalisir dampak genangan atau banjir," kata Sabdo.

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menyiapkan infrastruktur pengendali banjir. Dia menyebutkan, persiapan infrastruktur dimulai dengan melakukan pengerukan dan penambahan kapasitas daya tampungnya di saluran, waduk, hingga embung.

“Alat-alat berat kita optimalkan pemanfaatannya sehingga ada kurang lebih di 104 lokasi dengan kekuatan alat sebanyak 288,” kata Dudi di akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Senin.

Dia melanjutkan, kesiapan lain juga dilakukan dengan menyiagakan pompa pengendali banjir, baik itu statis ataupun mobile. Selain, juga mengutamakan dari drainase vertikal. “Nah, pembangunan drainase vertikal ini di samping utamanya adalah untuk mengisi kembali terhadap air tanah, tetapi juga diminta bisa membantu genangan yang sifatnya lokal,” kata dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat juga memetakan sejumlah lokasi rawan banjir dan mendapatkan penanganan khusus. Di antaranya kawasan Rawa Buaya, Semanan, Duri Kosambi, Pesakih, Semongol, Perumahan Green Garden, Patra Kebon Jeruk, dan kawasan Kedoya Utara.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko mengatakan, wilayah tersebut jadi lokasi rawan banjir yang disebabkan karena saluran air tersumbat hingga luapan air kali yang mengalir di lingkungan setempat. Maka dari itu, Yani membentuk tiga tim khusus yang bertugas menangani banjir di titik rawan genangan tersebut.

Menurut Yani, tim ini dibentuk agar pihaknya mudah melakukan antisipasi, penanganan saat hingga setelah banjir. Di dalam tim tersebut akan ada beberapa Suku Dinas terkait yang terlibat langsung dalam penanganan banjir.

“Di dalam tim ini sudah kita siapkan skenario penanganan banjir sehingga penanganannya bisa cepat dan maksimal," kata dia.

Dipanggil

Sementara itu, Pemkot Jaksel akan memanggil pemilik bangunan di atas saluran air di Kemang Utara, Bangka, Jakarta Selatan. Pemanggilan itu dilakukan terkait adanya dugaan pelanggaran karena bangunan tersebut berdiri di atas saluran air penghubung ke Kali Mampang

"Sedang kami tangani. Saat ini sedang ditangani awal oleh Kelurahan Bangka. Pemilik sedang kami undang, di kantor lurah Bangka," kata Camat Mampang Prapatan Djaharuddin.

Dia mengatakan, nantinya, pemilik diminta untuk membongkar bangunan tersebut lantaran diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir di wilayah itu. "Soalnya bangunannya agak kokoh. Imbauan untuk membongkar sendiri," kata dia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat